{"id":54250,"date":"2026-01-16T09:04:24","date_gmt":"2026-01-16T02:04:24","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54250"},"modified":"2026-01-16T09:27:01","modified_gmt":"2026-01-16T02:27:01","slug":"desa-trimulyo-peringati-hari-desa-nasional-dengan-menanam-pohon-dan-senam-bersama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/01\/16\/desa-trimulyo-peringati-hari-desa-nasional-dengan-menanam-pohon-dan-senam-bersama\/","title":{"rendered":"\u200eDesa Trimulyo Peringati Hari Desa Nasional dengan Menanam Pohon dan Senam Bersama \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200ePesawaran (LB)<\/strong>: Desa Trimulyo, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung memperingati Hari Desa Nasional 2026 dengan menanam pohon dan senam bersama di Lapangan Bimantara, kawasan sorga desa, Kamis (15\/1\/2026).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKegiatan yang dimulai dengan senam bersama masyarakat ini dihadiri Camat Padang Cermin, Eko Novian, S.T.P., Kepala Desa Tasman, S.E. bersama Ketua TP PKK Ny. Syanti Kussyanti, Ketua BPD Lumadi, Babinsa Kopka T. A. Afandi, tokoh masyarakat, aparatur desa dan ratusan warga.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam sambutannya, Kepala Desa Trimulyo, Tasman, menyampaikan tahun ini jumlah dana desa (DD) mengalami pengurangan signifikan sehingga banyak program yang tidak bisa dilaksanakan karena terbatasnya anggaran, terutama pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDia juga mengatakan untuk tahun ini, peruntukan dana desa juga telah ditentukan penggunaannya oleh kementerian, sehingga banyak kegiatan yang sudah direncanakan dalam masyawarah desa (Musdes) tidak bisa dilaksanakan.<\/p>\n<div id=\"attachment_54252\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-54252\" class=\"wp-image-54252 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG-20260115-WA0207.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"699\" \/><p id=\"caption-attachment-54252\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>FOTO BERSAMA<\/strong>. Aparatur dan warga Desa Trimulyo foto bersama saat peringatan Hari Desa Nasional 2026, Kamis (15\/1\/2026).<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200e&#8221;Namun masyarakat harus bersabar dan semangat karena desa akan tetap memberikan pelayanan yang terbaik,&#8221; ucap Kades.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelanjutnya dia berharap sesuai amanat UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, mengamanahkan desa sebagai subjek pembangunan bukan objek, dan diberi kewenangan menentukan prioritas lokal desa dengan landasan musyawarah desa (Musdes). Namun saat ini banyak program Pemerintah Pusat yang dipaksakan dan mengabaikan kebutuhan prioritas lokal desa.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eOleh sebab itu, kami berharap kembalikan marwah desa sesuai Undang-Undang Desa Nomor 6 dan kembalikan kedaulatan desa,&#8221; ucapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Camat Padang Cermin Eko No I an, menyampaikan kebijakan pemerintah mengalami perubahan prioritas didalam membangun ekonomi pedesaan, di antaranya untuk Koperasi Desa Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga dana desa mengalami pengurangan dan penyesuaian.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Desa harus cepat beradaptasi dengan situasi ini untuk menjaga kondusifitas di desa,&#8221; ujar Eko.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam kesempatan ini juga dilakukan penanaman pohon alpukat di lokasi sorga Desa yang dilanjutkan dengan meninjau lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Desa Trimulyo. (Ansori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200ePesawaran (LB): Desa Trimulyo, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung memperingati Hari Desa Nasional 2026 dengan menanam pohon dan senam bersama di Lapangan Bimantara, kawasan sorga desa, Kamis (15\/1\/2026). \u200e \u200eKegiatan yang dimulai dengan senam bersama masyarakat ini dihadiri Camat Padang Cermin, Eko Novian, S.T.P., Kepala Desa Tasman, S.E. bersama Ketua TP PKK Ny. Syanti Kussyanti, Ketua BPD Lumadi, Babinsa Kopka T. A. Afandi, tokoh masyarakat, aparatur desa dan ratusan warga. \u200e \u200eDalam sambutannya, Kepala Desa Trimulyo, Tasman, menyampaikan tahun ini jumlah dana desa (DD) mengalami pengurangan signifikan sehingga banyak program yang tidak bisa dilaksanakan karena terbatasnya anggaran, terutama pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. \u200e \u200eDia juga mengatakan untuk tahun ini, peruntukan dana desa juga telah ditentukan penggunaannya oleh kementerian, sehingga banyak kegiatan yang sudah direncanakan dalam masyawarah desa (Musdes) tidak bisa dilaksanakan. \u200e&#8221;Namun masyarakat harus bersabar dan semangat karena desa akan tetap memberikan pelayanan yang terbaik,&#8221; ucap Kades. \u200e \u200eSelanjutnya dia berharap sesuai amanat UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, mengamanahkan desa sebagai subjek pembangunan bukan objek, dan diberi kewenangan menentukan prioritas lokal desa dengan landasan musyawarah desa (Musdes). Namun saat ini banyak program Pemerintah Pusat yang dipaksakan dan mengabaikan kebutuhan prioritas lokal desa. \u200e \u200eOleh sebab itu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54253,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-54250","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-desa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54250","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54250"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54250\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54256,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54250\/revisions\/54256"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54253"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54250"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54250"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54250"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}