{"id":54161,"date":"2026-01-07T17:45:25","date_gmt":"2026-01-07T10:45:25","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54161"},"modified":"2026-01-07T17:45:25","modified_gmt":"2026-01-07T10:45:25","slug":"gubernur-jateng-silaturahmi-dengan-keluarga-transmigran-di-desa-bagelen-pesawaran-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/01\/07\/gubernur-jateng-silaturahmi-dengan-keluarga-transmigran-di-desa-bagelen-pesawaran-lampung\/","title":{"rendered":"Gubernur Jateng Silaturahmi dengan Keluarga Transmigran di Desa Bagelen Pesawaran Lampung \u200e \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200ePesawaran (LB)<\/strong>: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pesawaran, Lampung, dan menyapa keluarga besar transmigran di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Rabu (7\/1\/2026).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKunjungan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus memperkuat ikatan sejarah transmigrasi antara Jawa Tengah dan Lampung yang telah terjalin sejak masa kolonial.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKehadiran Gubernur Jawa Tengah ke desa ini menjadi simbol penghormatan atas sejarah panjang para transmigran asal Jawa Tengah yang memutuskan menetap, membangun, dan hidup di Lampung dengan nilai kerja keras dan gotong royong.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKedatangan Gubernur Ahmad Luthfi disambut Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B. bersama Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali. Hadir juga Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, jajaran Forkopimda, Kapolres Pesawaran, Dandim 0421\/LS, Kejari Pesawaran, Wakil Ketua DPRD Pesawaran, jajaran perangkat daerah, serta keluarga besar transmigran Desa Bagelen.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan rasa bangga atas peran besar masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah, dalam membangun Provinsi Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cMayoritas masyarakat Lampung bersuku Jawa. Saya ingin melihat langsung bagaimana sejarah mereka di sini, dan ternyata sangat makmur. Keputusan para leluhur untuk menetap dan membangun Lampung adalah sebuah kebanggaan,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa juga berpesan kepada masyarakat perantau agar senantiasa menjaga nilai kearifan lokal dan tetap berbaur sebagai satu kesatuan yang utuh sebagai warga negara Indonesia.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cDi mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Saya yakin masyarakat Jawa di sini mampu menjaga keharmonisan dan kekeluargaan dengan seluruh lapisan masyarakat,\u201d tambahnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam kunjungan ini, Ahmad Luthfi juga menggelar sesi dialog bersama warga Desa Bagelen untuk mendengarkan aspirasi serta berbagi pandangan terkait pembangunan dan pelestarian nilai sejarah transmigrasi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya dan sejarah transmigrasi, Gubernur Ahmad Luthfi akan menginstruksikan Bank Jateng menyalurkan bantuan hibah berupa seperangkat alat musik tradisional gamelan yang diharapkan dapat mendukung pelestarian seni budaya dan nilai sejarah di Desa Bagelen.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B. dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan mengapresiasi kunjungan kerja Gubernur Jawa Tengah beserta rombongan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eNanda mengatakan Pemkab Pesawaran merasa bangga dan berbahagia karena Desa Bagelen menjadi salah satu lokasi kunjungan kerja Gubernur Jateng. Dia juga mengapresiasi peran masyarakat Desa Bagelen yang dinilai mampu merawat sejarah transmigrasi dengan baik serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cMari kita jaga Desa Bagelen sebagai warisan budaya dan sejarah, tanpa melupakan akar historis yang menjadi identitas kita bersama,\u201d ajaknya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelanjutnya, Bupati juga mengulas singkat sejarah Desa Bagelen yang bermula pada 1905, ketika pemerintah kolonial Belanda memindahkan penduduk dari Bagelen, Jawa Tengah, ke wilayah Lampung melalui program kolonisasi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Para transmigran membuka hutan, membangun permukiman, dan menata kehidupan baru dengan semangat gotong royong yang hingga kini masih melekat kuat dalam budaya masyarakat setempat,&#8221; tuturnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBupati berharap kunjungan ini dapat memperkuat kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya dengan Kabupaten Pesawaran.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami berharap terjalin kerja sama yang sinergis di berbagai sektor, mulai dari pertanian, seni budaya, pemerintahan, hingga perdagangan, demi kesejahteraan masyarakat,\u201d pungkas Bupati.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menjelaskan bahwa kunjungan Gubernur Jawa Tengah ke Lampung bukan sekadar silaturahmi, melainkan bagian dari misi strategis kerja sama antarprovinsi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurut Jihan, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Lampung telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama, termasuk di sektor pariwisata dan sektor lainnya dengan nilai transaksi yang disepakati mencapai sekitar Rp 830 miliar.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Kerja sama ini diharapkan menjadi stimulus pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Lampung. Sekitar 60 persen masyarakat Lampung bersuku Jawa. Artinya, masyarakat Jawa, khususnya dari Jawa Tengah, bukan hanya bagian dari sejarah, tapi juga motor penggerak pembangunan dan peradaban di Lampung,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eUsai bersilaturahmi, rombongan melanjutkan kunjungan ke Museum Transmigrasi Provinsi Lampung yang berada di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan. Di museum tersebut, Gubernur dan rombongan menyaksikan berbagai koleksi, arsip, foto, dan diorama yang merekam perjalanan panjang sejarah transmigrasi di Indonesia. (*\/ansori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200ePesawaran (LB): Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pesawaran, Lampung, dan menyapa keluarga besar transmigran di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Rabu (7\/1\/2026). \u200e \u200eKunjungan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus memperkuat ikatan sejarah transmigrasi antara Jawa Tengah dan Lampung yang telah terjalin sejak masa kolonial. \u200e \u200eKehadiran Gubernur Jawa Tengah ke desa ini menjadi simbol penghormatan atas sejarah panjang para transmigran asal Jawa Tengah yang memutuskan menetap, membangun, dan hidup di Lampung dengan nilai kerja keras dan gotong royong. \u200e \u200eKedatangan Gubernur Ahmad Luthfi disambut Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B. bersama Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali. Hadir juga Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, jajaran Forkopimda, Kapolres Pesawaran, Dandim 0421\/LS, Kejari Pesawaran, Wakil Ketua DPRD Pesawaran, jajaran perangkat daerah, serta keluarga besar transmigran Desa Bagelen. \u200e \u200eDalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan rasa bangga atas peran besar masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah, dalam membangun Provinsi Lampung. \u200e \u200e\u201cMayoritas masyarakat Lampung bersuku Jawa. Saya ingin melihat langsung bagaimana sejarah mereka di sini, dan ternyata sangat makmur. Keputusan para leluhur untuk menetap dan membangun Lampung adalah sebuah kebanggaan,\u201d ujarnya. \u200e \u200eIa juga berpesan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54162,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[406,132],"tags":[],"class_list":["post-54161","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54161","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54161"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54161\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54163,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54161\/revisions\/54163"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54162"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54161"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54161"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54161"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}