{"id":54116,"date":"2026-01-03T09:39:15","date_gmt":"2026-01-03T02:39:15","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54116"},"modified":"2026-01-03T09:39:15","modified_gmt":"2026-01-03T02:39:15","slug":"pemkab-lampung-selatan-resmi-tetapkan-umk-tahun-2026-rp-32-juta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/01\/03\/pemkab-lampung-selatan-resmi-tetapkan-umk-tahun-2026-rp-32-juta\/","title":{"rendered":"\u200ePemkab Lampung Selatan Resmi Tetapkan UMK Tahun 2026 Rp 3,2 Juta \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eLampung Selatan (LB)<\/strong>: Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tahun 2026 sebesar Rp3.219.609.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eUMK Kabupaten Lampung Selatan ini secara resmi ditetapkan berdasar Surat Edaran Bupati Radityo Egi Pratama Nomor 26 Tahun 2025 tanggal 31 Desember 2025 tentang Upah Minimum Kabupaten (UMK) Lampung Selatan Tahun 2026, sesuai Keputusan Gubernur Lampung Nomor G\/878\/V.08\/HK\/2025, dan berlaku efektif mulai 1 Januari 2026.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eUMK Lampung Selatan tahun 2026 naik 4,64 persen atau sebesar Rp142.618,49 dibandingkan UMK tahun 2025, yakni sebesar Rp3.076.990.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lampung Selatan, Badruzzaman, menjelaskan ketentuan UMK 2026 tersebut secara khusus berlaku bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja kurang dari satu tahun.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cUMK Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2026 sebesar Rp3.219.609 dan berlaku bagi pekerja dengan masa kerja di bawah satu tahun,\u201d ujar Badruzzaman, Jumat (2\/1\/2026).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menambahkan, bagi pekerja yang memiliki masa kerja satu tahun atau lebih, pengusaha wajib menyusun dan menerapkan struktur dan skala upah sebagai pedoman dalam pemberian gaji, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDia juga menegaskan pengusaha dilarang membayar upah di bawah UMK yang telah ditetapkan. Meskipun demikian, ketentuan UMK ini dikecualikan bagi Usaha Mikro dan Usaha Kecil (UMK) sebagaimana diatur dalam regulasi yang berlaku.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSurat Edaran Bupati Lampung Selatan ini menjadi dasar pelaksanaan UMK dan mulai diberlakukan sejak 1 Januari 2026,\u201d tegasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSebelumnya, Pemerintah Provinsi Lampung mengesahkan UMK Tahun 2026 untuk seluruh kabupaten\/kota setelah Dewan Pengupahan Provinsi menyelesaikan pembahasan final bersama unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja pada 29 Desember 2025. (*\/Toni)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eLampung Selatan (LB): Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tahun 2026 sebesar Rp3.219.609. \u200e \u200eUMK Kabupaten Lampung Selatan ini secara resmi ditetapkan berdasar Surat Edaran Bupati Radityo Egi Pratama Nomor 26 Tahun 2025 tanggal 31 Desember 2025 tentang Upah Minimum Kabupaten (UMK) Lampung Selatan Tahun 2026, sesuai Keputusan Gubernur Lampung Nomor G\/878\/V.08\/HK\/2025, dan berlaku efektif mulai 1 Januari 2026. \u200e \u200eUMK Lampung Selatan tahun 2026 naik 4,64 persen atau sebesar Rp142.618,49 dibandingkan UMK tahun 2025, yakni sebesar Rp3.076.990. \u200e \u200eKepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lampung Selatan, Badruzzaman, menjelaskan ketentuan UMK 2026 tersebut secara khusus berlaku bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja kurang dari satu tahun. \u200e \u200e\u201cUMK Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2026 sebesar Rp3.219.609 dan berlaku bagi pekerja dengan masa kerja di bawah satu tahun,\u201d ujar Badruzzaman, Jumat (2\/1\/2026). \u200e \u200eIa menambahkan, bagi pekerja yang memiliki masa kerja satu tahun atau lebih, pengusaha wajib menyusun dan menerapkan struktur dan skala upah sebagai pedoman dalam pemberian gaji, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. \u200e \u200eDia juga menegaskan pengusaha dilarang membayar upah di bawah UMK yang telah ditetapkan. Meskipun demikian, ketentuan UMK ini dikecualikan bagi Usaha Mikro dan Usaha Kecil (UMK) sebagaimana diatur dalam regulasi yang berlaku. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54117,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[114],"tags":[],"class_list":["post-54116","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54116","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54116"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54116\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54118,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54116\/revisions\/54118"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54117"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54116"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54116"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54116"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}