{"id":54104,"date":"2026-01-02T11:14:34","date_gmt":"2026-01-02T04:14:34","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54104"},"modified":"2026-01-02T11:14:34","modified_gmt":"2026-01-02T04:14:34","slug":"863-p3k-paruh-waktu-provinsi-lampung-menanam-pohon-di-taman-kehati-bersama-gubernur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/01\/02\/863-p3k-paruh-waktu-provinsi-lampung-menanam-pohon-di-taman-kehati-bersama-gubernur\/","title":{"rendered":"863 P3K Paruh Waktu Provinsi Lampung Menanam Pohon di Taman Kehati Bersama Gubernur \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eLampung Selatan (LB)<\/strong>: Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama 863 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu Pemerintah Provinsi Lampung menanam pohon di Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Kotabaru, Lampung Selatan dan di Embung Kemiling, Bandar Lampung, Rabu (31\/12\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eTampak juga Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza mengucapkan selamat kepada PPPK Paruh Waktu yang baru dilantik serta mengapresiasi dedikasi para aparatur yang telah mengabdi selama bertahun-tahun.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDia menegaskan pengangkatan PPPK Paruh Waktu merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memberikan kepastian dan penghargaan atas pengabdian tenaga pendidik serta tenaga teknis yang selama ini telah bekerja dengan baik.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cPengangkatan ini mungkin belum sepenuhnya menjawab seluruh harapan, tapi ini adalah wujud keseriusan Pemerintah Provinsi Lampung dalam memberikan pengakuan dan kepastian atas kerja keras Bapak dan Ibu sekalian,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGubernur juga menekankan aksi menanam pohon bukan sekadar simbolis, melainkan merupakan investasi jangka panjang bagi lingkungan dan generasi mendatang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;kita ingin memberikan kebiasaan kepada seluruh masyarakat Lampung agar gemar menanam pohon, karena kita ingin melestarikan daerah kita,&#8221; ucapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Dan tentunya saya berharap suatu saat Bapak-Ibu sekalian punya anak cucu, datang ke taman kehati akan melihat pohon-pohon yang Bapak-Ibu sekalian tanam hari ini sudah tumbuh besar, sudah memberikan manfaat, dan menghasilkan buat anak cucu kita, serta memberikan manfaat untuk masyarakat Lampung ke depan,&#8221; ujar Gubernur Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cPohon-pohon ini juga akan menjadi saksi pengabdian Bapak dan Ibu sekalian,\u201d tambahnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa juga berharap budaya menanam pohon dapat ditanamkan dan ditularkan ke sekolah-sekolah serta lingkungan sekitar sebagai bagian dari pembelajaran karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cMenjadi guru dan aparatur negara mungkin tidak menjanjikan kekayaan, tapi keberkahan dari ketulusan mengajar dan mengabdi akan mengalir kepada anak-anak dan keturunan kita,\u201d imbuhnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eRatusan bibit pohon ditanam serentak di kedua lokasi sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memastikan pembangunan berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan hidup.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDiketahui, Pemerintah Provinsi Lampung mengangkat 863 PPPK Paruh Waktu yang tersebar di 16 OPD yang bertujuan memperkuat kinerja perangkat daerah sekaligus mendorong aparatur pemerintah berperan aktif mendukung program pembangunan dan pelestarian lingkungan di Provinsi Lampung. (pim)<br \/>\n\u200e<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eLampung Selatan (LB): Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama 863 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu Pemerintah Provinsi Lampung menanam pohon di Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Kotabaru, Lampung Selatan dan di Embung Kemiling, Bandar Lampung, Rabu (31\/12\/2025). \u200e \u200eTampak juga Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). \u200e \u200eDalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza mengucapkan selamat kepada PPPK Paruh Waktu yang baru dilantik serta mengapresiasi dedikasi para aparatur yang telah mengabdi selama bertahun-tahun. \u200e \u200eDia menegaskan pengangkatan PPPK Paruh Waktu merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memberikan kepastian dan penghargaan atas pengabdian tenaga pendidik serta tenaga teknis yang selama ini telah bekerja dengan baik. \u200e \u200e\u201cPengangkatan ini mungkin belum sepenuhnya menjawab seluruh harapan, tapi ini adalah wujud keseriusan Pemerintah Provinsi Lampung dalam memberikan pengakuan dan kepastian atas kerja keras Bapak dan Ibu sekalian,\u201d ujarnya. \u200e \u200eGubernur juga menekankan aksi menanam pohon bukan sekadar simbolis, melainkan merupakan investasi jangka panjang bagi lingkungan dan generasi mendatang. \u200e \u200e&#8221;kita ingin memberikan kebiasaan kepada seluruh masyarakat Lampung agar gemar menanam pohon, karena kita ingin melestarikan daerah kita,&#8221; ucapnya. \u200e \u200e&#8221;Dan tentunya saya berharap suatu saat Bapak-Ibu sekalian punya anak cucu, datang ke taman kehati akan melihat pohon-pohon [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54105,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-54104","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54104","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54104"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54104\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54106,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54104\/revisions\/54106"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54105"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54104"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54104"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54104"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}