{"id":54082,"date":"2025-12-31T22:58:49","date_gmt":"2025-12-31T15:58:49","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54082"},"modified":"2025-12-31T23:01:13","modified_gmt":"2025-12-31T16:01:13","slug":"kades-di-lampung-timur-meninggal-diamuk-gajah-liar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/12\/31\/kades-di-lampung-timur-meninggal-diamuk-gajah-liar\/","title":{"rendered":"\u200eKades di Lampung Timur Meninggal Diamuk Gajah Liar \u200e"},"content":{"rendered":"<p><em>\u200eFoto: dok.net<\/em><\/p>\n<p><strong>Lampung Timur (LB)<\/strong>: Kepala Desa (Kades) Braja Asri, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Darusman, tewas diamuk gajah liar saat ikut menghalau kawanan satwa berbelalaibitu yang hendak masuk ke permukiman dan perkebunan warga.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eInsiden nahas itu terjadi di perbatasan kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dengan area perkebunan warga Desa Braja Asri, Rabu (31\/12\/2025), sekitar pukul 10.30 WIB.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBerdasarkan informasi yang dihimpun, kawanan gajah liar dilaporkan mendekati lahan perkebunan milik warga. Mengetahui hal tersebut, aparatur desa bersama petugas TNWK dan warga berusaha menghalau agar gajah kembali ke dalam kawasan hutan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eNahas, saat sedang menghalau hewan liar tersebut, Darusman justru diserang seekor gajah hingga mengalami luka parah dan berujung meninggal dunia.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKepala Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Zaidi, membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan bela sungkawa atas peristiwa tragis yang menimpa Kepala Desa Braja Asri.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami turut berbela sungkawa dan menyampaikan duka cita yang mendalam, semoga almarhum husnul khotimah. Almarhum meninggal diserang gajah liar saat bersama tim yang ada di lapangan menghalau gajah agar kembali masuk kawasan,\u201d ujarnya, Rabu (31\/12\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menambahkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Namun dia belum bisa memberikan detail peristiwa karena masih dalam pendalaman dan pengumpulan data. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eFoto: dok.net Lampung Timur (LB): Kepala Desa (Kades) Braja Asri, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Darusman, tewas diamuk gajah liar saat ikut menghalau kawanan satwa berbelalaibitu yang hendak masuk ke permukiman dan perkebunan warga. \u200e \u200eInsiden nahas itu terjadi di perbatasan kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dengan area perkebunan warga Desa Braja Asri, Rabu (31\/12\/2025), sekitar pukul 10.30 WIB. \u200e \u200eBerdasarkan informasi yang dihimpun, kawanan gajah liar dilaporkan mendekati lahan perkebunan milik warga. Mengetahui hal tersebut, aparatur desa bersama petugas TNWK dan warga berusaha menghalau agar gajah kembali ke dalam kawasan hutan. \u200e \u200eNahas, saat sedang menghalau hewan liar tersebut, Darusman justru diserang seekor gajah hingga mengalami luka parah dan berujung meninggal dunia. \u200e \u200eKepala Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Zaidi, membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan bela sungkawa atas peristiwa tragis yang menimpa Kepala Desa Braja Asri. \u200e \u200e\u201cKami turut berbela sungkawa dan menyampaikan duka cita yang mendalam, semoga almarhum husnul khotimah. Almarhum meninggal diserang gajah liar saat bersama tim yang ada di lapangan menghalau gajah agar kembali masuk kawasan,\u201d ujarnya, Rabu (31\/12\/2025). \u200e \u200eIa menambahkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Namun dia belum bisa memberikan detail peristiwa karena masih dalam pendalaman dan pengumpulan data. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54083,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[243],"tags":[],"class_list":["post-54082","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-timur"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54082","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54082"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54082\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54085,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54082\/revisions\/54085"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54083"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54082"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54082"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54082"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}