{"id":54058,"date":"2025-12-31T08:19:47","date_gmt":"2025-12-31T01:19:47","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54058"},"modified":"2025-12-31T08:19:47","modified_gmt":"2025-12-31T01:19:47","slug":"pangdam-xxi-radin-inten-resmikan-jembatan-gantung-garuda-di-pekon-umbar-tanggamus-warga-antusias","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/12\/31\/pangdam-xxi-radin-inten-resmikan-jembatan-gantung-garuda-di-pekon-umbar-tanggamus-warga-antusias\/","title":{"rendered":"Pangdam XXI Radin Inten Resmikan Jembatan Gantung Garuda di Pekon Umbar Tanggamus, Warga Antusias"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eTanggamus (LB)<\/strong>: Panglima Kodam XXI\/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi meresmikan Jembatan Gantung Garuda yang membentang di atas Sungai Way Umbar, Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Selasa (30\/12\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePuluhan warga Pekon Umbar berduyun-duyun mendatangi lokasi peresmian, sebagian datang bersama anak-anak, sementara lainnya berdiri lama menatap jembatan, seolah untuk memastikan bentangan yang kini ada di hadapan mereka bukan lagi sekadar mimpi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eJembatan gantung tersebut dibangun di wilayah Koramil 424-01\/Cukuh Balak, Kodim 0424\/Tanggamus oleh Tim Vertical Rescue Indonesia bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat. Berdiri kokoh di atas aliran sungai yang deras, Jembatan Gantung Garuda bukan sekadar rangka baja, melainkan jembatan harapan yang telah lama dinantikan masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam sambutannya, Pangdam XXI\/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan wujud nyata kehadiran negara di wilayah yang selama ini tergolong sulit dijangkau.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cPembangunan ini sejalan dengan perintah Presiden untuk membuka akses, mempercepat pembangunan, serta mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat. Anak-anak harus bisa bersekolah dengan aman, dan warga dapat beraktivitas dengan lebih mudah,\u201d tegasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eJembatan sepanjang 120 meter tersebut dibangun dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar enam hari. Proses pembangunannya melibatkan semangat gotong royong masyarakat sehingga jembatan ini bukan hanya milik pemerintah, tapi juga hasil kebersamaan warga Pekon Umbar.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cTidak ada kesulitan berarti dalam pembangunan. Kami berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat jembatan ini karena manfaatnya sangat besar,\u201d ucap Pangdam.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePada kesempatan yang sama, Bupati Tanggamus, Mohammad Saleh Asnawi, menyampaikan apresiasi atas peran dan keterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur di daerahnya. Menurutnya, Jembatan Gantung Garuda akan menjadi penggerak baru roda perekonomian dan pembangunan masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cJembatan ini diharapkan mampu membuka akses yang selama ini terhambat, sehingga perekonomian dan pembangunan masyarakat dapat tumbuh lebih cepat,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKini, Jembatan Gantung Garuda tidak hanya menghubungkan dua sisi sungai, tetapi juga menjembatani harapan\u2014antara rumah dan sekolah, antara kebun dan pasar, serta antara keterisolasian dan masa depan yang lebih terbuka bagi warga Pekon Umbar.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSalah seorang warga, Juwita, mengaku haru dan bersyukur keberadaan jembatan tersebut. Ia mengenang masa-masa ketika anak-anak harus menunggu lama, bahkan batal berangkat sekolah karena sungai tidak dapat dilintasi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami sangat bersyukur. Anak-anak dulu kesulitan menyeberang sungai, apalagi saat debit air tinggi atau ketika ada warga yang sakit. Sekarang kami merasa jauh lebih aman,\u201d pungkasnya. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eTanggamus (LB): Panglima Kodam XXI\/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi meresmikan Jembatan Gantung Garuda yang membentang di atas Sungai Way Umbar, Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Selasa (30\/12\/2025). \u200e \u200ePuluhan warga Pekon Umbar berduyun-duyun mendatangi lokasi peresmian, sebagian datang bersama anak-anak, sementara lainnya berdiri lama menatap jembatan, seolah untuk memastikan bentangan yang kini ada di hadapan mereka bukan lagi sekadar mimpi. \u200e \u200eJembatan gantung tersebut dibangun di wilayah Koramil 424-01\/Cukuh Balak, Kodim 0424\/Tanggamus oleh Tim Vertical Rescue Indonesia bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat. Berdiri kokoh di atas aliran sungai yang deras, Jembatan Gantung Garuda bukan sekadar rangka baja, melainkan jembatan harapan yang telah lama dinantikan masyarakat. \u200e \u200eDalam sambutannya, Pangdam XXI\/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan wujud nyata kehadiran negara di wilayah yang selama ini tergolong sulit dijangkau. \u200e \u200e\u201cPembangunan ini sejalan dengan perintah Presiden untuk membuka akses, mempercepat pembangunan, serta mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat. Anak-anak harus bisa bersekolah dengan aman, dan warga dapat beraktivitas dengan lebih mudah,\u201d tegasnya. \u200e \u200eJembatan sepanjang 120 meter tersebut dibangun dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar enam hari. Proses pembangunannya melibatkan semangat gotong royong masyarakat sehingga jembatan ini bukan hanya milik pemerintah, tapi juga hasil kebersamaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54059,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1227,345],"tags":[],"class_list":["post-54058","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kodam-xxi-radin-inten","category-barometer-tanggamus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54058","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54058"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54058\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54060,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54058\/revisions\/54060"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54059"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54058"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54058"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54058"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}