{"id":54049,"date":"2025-12-30T20:04:11","date_gmt":"2025-12-30T13:04:11","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54049"},"modified":"2025-12-30T20:04:11","modified_gmt":"2025-12-30T13:04:11","slug":"bupati-parosil-dorong-pt-pesagi-mandiri-perkuat-usaha-inti-untuk-optimalisasi-pad","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/12\/30\/bupati-parosil-dorong-pt-pesagi-mandiri-perkuat-usaha-inti-untuk-optimalisasi-pad\/","title":{"rendered":"\u200eBupati Parosil Dorong PT Pesagi Mandiri Perkuat Usaha Inti Untuk Optimalisasi PAD"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eLampung Barat (LB)<\/strong>: Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus memperkuat sinergi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHal itu tercermin dalam audiensi antara Pemkab Lampung Barat dan PT Pesagi Mandiri (Perseroda) yang berlangsung di Ruang Rapat Pesagi, Kantor Bupati Lampung Barat yang dipimpin langsung Bupati Parosil Mabsus dan dihadiri jajaran Pemkab Lampung Barat serta Direktur PT Pesagi Mandiri, Alamsyah Hr., Selasa (30\/12\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePertemuan ini menjadi momentum penting dalam mengevaluasi kinerja perusahaan sekaligus menyelaraskan arah kebijakan menuju penguatan usaha inti dan akselerasi pendapatan daerah yang berkelanjutan pada 2026.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam pemaparannya, Direktur PT Pesagi Mandiri, Alamsyah Hr, menyampaikan evaluasi kinerja historis perusahaan, langkah-langkah pemulihan yang telah dan sedang dilakukan pada periode 2024\u20132025, serta target perbaikan dan arah kebijakan strategis tahun 2026.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Fokus utama diarahkan pada penguatan bisnis inti agar PT Pesagi Mandiri mampu berkontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),&#8221; ujar Alamsyah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAlamsyah juga menjelaskan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan. Program prioritas pertama difokuskan pada sektor perdagangan dan distribusi, meliputi distribusi gas LPG, pupuk dan pestisida, serta kerja sama pembangunan kios atau toko tani melalui Koperasi Merah Putih.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, program prioritas kedua diarahkan pada penguatan ketahanan pangan daerah, di antaranya melalui penyerapan gabah petani serta pengembangan pertanian kontrak (contract farming) untuk komoditas cabai dan sayuran.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAdapun program prioritas ketiga mencakup distribusi pangan, penguatan UMKM, serta dukungan terhadap program penunjang sektor pariwisata di Kabupaten Lampung Barat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eParosil Mabsus, dalam arahannya menegaskan PT Pesagi Mandiri memiliki peran strategis yang sangat dinantikan kontribusinya oleh daerah. Ia mengakui proses \u201clahir kembali\u201d PT Pesagi Mandiri bukanlah perjalanan yang mudah dan membutuhkan perjuangan panjang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKita sama-sama memahami lahirnya kembali PT Pesagi Mandiri membutuhkan proses yang panjang, ya bahasanya berdarah-darah. Namun PT Pesagi Mandiri ini memiliki peran strategis yang kontribusinya sangat kita nantikan,\u201d ujar Parosil.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eParosil berharap kepercayaan yang telah diberikan Pemkab Lampung Barat kepada PT Pesagi Mandiri dapat dijawab dengan terobosan dan inovasi yang nyata, namun tetap realistis dan disesuaikan dengan kapasitas sumber daya manusia serta permodalan yang dimiliki perusahaan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKita boleh bermimpi besar, tapi mimpi itu harus realistis,\u201d tegasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBupati Parosil juga meminta Direktur PT Pesagi Mandiri memaparkan secara terbuka rencana kerja tahun 2026 serta capaian yang telah diraih pada tahun 2025, mulai dari tingkat serapan hingga komposisi kepengurusan perusahaan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cHarapan saya, tidak ada dusta di antara kita. Mari kita sama-sama terbuka, saling mengoreksi dan mengevaluasi agar ke depan PT Pesagi Mandiri benar-benar berjalan on the track sesuai harapan bersama,\u201d kata Parosil. (*\/sandori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eLampung Barat (LB): Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus memperkuat sinergi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. \u200e \u200eHal itu tercermin dalam audiensi antara Pemkab Lampung Barat dan PT Pesagi Mandiri (Perseroda) yang berlangsung di Ruang Rapat Pesagi, Kantor Bupati Lampung Barat yang dipimpin langsung Bupati Parosil Mabsus dan dihadiri jajaran Pemkab Lampung Barat serta Direktur PT Pesagi Mandiri, Alamsyah Hr., Selasa (30\/12\/2025). \u200e \u200ePertemuan ini menjadi momentum penting dalam mengevaluasi kinerja perusahaan sekaligus menyelaraskan arah kebijakan menuju penguatan usaha inti dan akselerasi pendapatan daerah yang berkelanjutan pada 2026. \u200e \u200eDalam pemaparannya, Direktur PT Pesagi Mandiri, Alamsyah Hr, menyampaikan evaluasi kinerja historis perusahaan, langkah-langkah pemulihan yang telah dan sedang dilakukan pada periode 2024\u20132025, serta target perbaikan dan arah kebijakan strategis tahun 2026. \u200e \u200e&#8221;Fokus utama diarahkan pada penguatan bisnis inti agar PT Pesagi Mandiri mampu berkontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),&#8221; ujar Alamsyah. \u200e \u200eAlamsyah juga menjelaskan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan. Program prioritas pertama difokuskan pada sektor perdagangan dan distribusi, meliputi distribusi gas LPG, pupuk dan pestisida, serta kerja sama pembangunan kios atau toko tani melalui Koperasi Merah Putih. \u200e \u200eSementara itu, program prioritas kedua diarahkan pada penguatan ketahanan pangan daerah, di antaranya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54050,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[194],"tags":[],"class_list":["post-54049","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lampung-barat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54049","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54049"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54049\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54051,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54049\/revisions\/54051"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54050"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54049"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54049"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54049"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}