{"id":54037,"date":"2025-12-30T12:11:55","date_gmt":"2025-12-30T05:11:55","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=54037"},"modified":"2025-12-30T12:11:55","modified_gmt":"2025-12-30T05:11:55","slug":"pemprov-lampung-apresiasi-program-khitanan-untuk-negeri-tahun-2025-yang-digelar-bakrie-amanah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/12\/30\/pemprov-lampung-apresiasi-program-khitanan-untuk-negeri-tahun-2025-yang-digelar-bakrie-amanah\/","title":{"rendered":"\u200ePemprov Lampung Apresiasi Program Khitanan Untuk Negeri Tahun 2025 yang Digelar Bakrie Amanah \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi Program Khitanan Untuk Negeri Tahun 2025 yang digelar Bakrie Amanah sebagai upaya menyiapkan generasi yang sehat dan kuat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan dalam acara Khitanan Untuk Negeri Tahun 2025 bertema \u201cSehatkan Anak Negeri, Kuatkan Generasi\u201d di Masjid Al-Bakrie, Bandar Lampung, Selasa (30\/12\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSekdaprov Marindo menyampaikan kegiatan khitanan massal ini bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi bagian dari upaya menyiapkan generasi Lampung yang sehat, kuat, dan berkarakter sejak dini.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKhitan adalah bagian dari ajaran agama, tetapi di balik itu ada banyak kebaikan. Anak-anak belajar menjaga kebersihan yang penting dalam ibadah dan kehidupan sehari-hari, serta memiliki manfaat kesehatan yang jelas,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menegaskan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi yang paling utama adalah kualitas manusianya. Menurutnya, Lampung akan maju jika anak-anak tumbuh sehat, keluarga peduli, dan masyarakat saling menjaga.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSemua itu dimulai dari hal-hal kecil seperti yang kita lakukan hari ini,\u201d tambahnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMarindo juga menyoroti tantangan ke depan yang semakin kompleks akibat perubahan zaman dan derasnya pengaruh eksternal. Karena itu, nilai-nilai kejujuran, kepedulian, dan tanggung jawab perlu ditanamkan sejak usia dini melalui kegiatan-kegiatan sosial yang melibatkan banyak pihak.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cIni merupakan contoh kepedulian yang tidak berhenti pada rencana, tetapi diwujudkan dalam aksi,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa juga menyampaikan penghargaan kepada tenaga medis, relawan, dan panitia yang terlibat, seraya menyebut bahwa dedikasi dan kesabaran mereka menjadi kunci kelancaran kegiatan, terutama dalam melayani anak-anak.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMarindo berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari gerakan bersama dalam memperkuat kualitas generasi muda sebagai pondasi pembangunan daerah dan bangsa.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Kepala Divisi Penghimpunan dan Program Bakrie Amanah, Yuli Wulansari, menjelaskan Program Khitanan Untuk Negeri 2025 merupakan ikhtiar bersama untuk memastikan setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh sehat dan bermartabat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cTahun ini Bakrie Amanah memfasilitasi 2.000 anak untuk mendapatkan layanan khitan di 25 titik yang tersebar di 18 kabupaten\/kota pada tujuh provinsi, dari Sumatera hingga Sulawesi,\u201d jelasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eUntuk Provinsi Lampung, Bakrie Amanah telah menyiapkan kuota 300 anak yang akan dikhitan gratis. Yuli menegaskan bagi Bakrie Amanah, angka bukanlah hal utama, melainkan senyum anak-anak dan doa tulus dari keluarga yang merasakan langsung manfaat program tersebut.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung, tenaga medis, relawan, para donatur, serta seluruh mitra yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan kegiatan ini.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSetiap dukungan yang diberikan hari ini bukan hanya membantu satu anak, tetapi sedang menyiapkan generasi yang lebih sehat, lebih percaya diri, dan lebih kuat di masa depan,\u201d tandasnya. (pim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi Program Khitanan Untuk Negeri Tahun 2025 yang digelar Bakrie Amanah sebagai upaya menyiapkan generasi yang sehat dan kuat. \u200e \u200eHal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan dalam acara Khitanan Untuk Negeri Tahun 2025 bertema \u201cSehatkan Anak Negeri, Kuatkan Generasi\u201d di Masjid Al-Bakrie, Bandar Lampung, Selasa (30\/12\/2025). \u200e \u200eSekdaprov Marindo menyampaikan kegiatan khitanan massal ini bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi bagian dari upaya menyiapkan generasi Lampung yang sehat, kuat, dan berkarakter sejak dini. \u200e \u200e\u201cKhitan adalah bagian dari ajaran agama, tetapi di balik itu ada banyak kebaikan. Anak-anak belajar menjaga kebersihan yang penting dalam ibadah dan kehidupan sehari-hari, serta memiliki manfaat kesehatan yang jelas,\u201d ujarnya. \u200e \u200eIa menegaskan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi yang paling utama adalah kualitas manusianya. Menurutnya, Lampung akan maju jika anak-anak tumbuh sehat, keluarga peduli, dan masyarakat saling menjaga. \u200e \u200e\u201cSemua itu dimulai dari hal-hal kecil seperti yang kita lakukan hari ini,\u201d tambahnya. \u200e \u200eMarindo juga menyoroti tantangan ke depan yang semakin kompleks akibat perubahan zaman dan derasnya pengaruh eksternal. Karena itu, nilai-nilai kejujuran, kepedulian, dan tanggung jawab perlu ditanamkan sejak usia dini melalui kegiatan-kegiatan sosial yang melibatkan banyak pihak. \u200e \u200e\u201cIni merupakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54038,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,12],"tags":[],"class_list":["post-54037","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung","category-sosial-masyarakat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54037","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54037"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54037\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54039,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54037\/revisions\/54039"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54038"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54037"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54037"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54037"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}