{"id":53949,"date":"2025-12-23T15:01:45","date_gmt":"2025-12-23T08:01:45","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53949"},"modified":"2025-12-23T15:01:45","modified_gmt":"2025-12-23T08:01:45","slug":"musda-ii-jmsi-lampung-perkuat-peran-media-siber-sebagai-jembatan-informasi-pembangunan-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/12\/23\/musda-ii-jmsi-lampung-perkuat-peran-media-siber-sebagai-jembatan-informasi-pembangunan-daerah\/","title":{"rendered":"\u200eMusda II JMSI Lampung Perkuat Peran Media Siber sebagai Jembatan Informasi Pembangunan Daerah \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Musyawarah Daerah (Musda) II Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung menjadi momentum penguatan peran media siber sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat, guna mendukung pembangunan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif di Provinsi Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHal itu disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutannya saat menghadiri Musyawarah Daerah tersebut yang digelar di Hotel Azana, Bandar Lampung, Minggu (21\/12\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePada kesempatan itu, Gubernur Mirza mendorong media siber terus berperan sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya mewujudkan pembangunan yang transparan dan akuntabel.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGubernur Mirza menilai Musda ini istimewa karena mencerminkan pertumbuhan industri media siber di Lampung yang dinamis, hidup dan memiliki arah yang jelas.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDengan 80 media siber yang berhimpun di bawah JMSI Lampung, Gubernur mengatakan hal itu menjadi indikator kuat organisasi mampu mengelola, mengkader, dan meregenerasi anggotanya secara berkelanjutan di tengah perubahan ekosistem media yang semakin cepat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cAngka ini bukan sekadar data, tetapi kekuatan. Kekuatan untuk membangun cara pandang masyarakat, membentuk optimisme dan ikut menentukan ke mana Lampung melangkah ke depan,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGubernur Mirza berpendapat di era digital saat ini media tidak lagi berperan sebagai penonton, melainkan hadir sebagai penjaga akal sehat publik, penuntun opini, sekaligus mitra pemerintah agar pembangunan berjalan secara terbuka, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa juga mengapresiasi komitmen JMSI Lampung yang menempatkan kualitas dan profesionalisme sebagai napas utama organisasi, salah satunya melalui dorongan konsisten terhadap Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dimana upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap media.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cDi dunia media, kepercayaan itu sangat mahal. Sekali hilang, semua menjadi lambat dan membingungkan,\u201d tegasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSebagai bagian dari konstituen Dewan Pers, Gubernur Mirza menegaskan media yang tergabung dalam JMSI memikul tanggung jawab etik yang besar dimana tantangan utama saat ini bukan lagi soal kecepatan, melainkan menjaga akurasi, integritas dan kedalaman informasi di tengah derasnya arus digital.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menekankan bahwa kehati-hatian dalam menyajikan informasi merupakan nilai yang tidak bisa ditawar.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, memandang JMSI sebagai mitra strategis dalam menyampaikan arah kebijakan, mengawal program pembangunan, serta membangun narasi Lampung yang jujur dan berimbang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGuebernur Mirza menilai kolaborasi JMSI dengan Forkopimda dan keterlibatannya dalam isu-isu strategis daerah dinilai turut memperkuat ekosistem pembangunan yang partisipatif.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKe depan, Gubernur Mirza berharap JMSI Lampung terus menjadi penggerak narasi pembangunan yang memberi harapan dan optimisme, sejalan dengan upaya mendorong kesejahteraan masyarakat Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMedia diharapkan mampu mengangkat potensi daerah, memberi inspirasi, serta menumbuhkan rasa percaya publik.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKetika masyarakat percaya, pembangunan akan lebih mudah bergerak,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Ketua Umum JMSI Pusat Teguh Santosa menjelaskan Musda ke-2 merupakan amanat Munas JMSI yang digelar pada Juni lalu, dengan tujuan menyeragamkan kepengurusan JMSI di 32 provinsi sebelum pergantian tahun 2025.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menyampaikan selain memilih kepemimpinan baru, Musda juga menjadi forum penting untuk merumuskan rekomendasi strategis dalam menghadapi tantangan dunia pers yang semakin kompleks.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eTeguh menekankan bahwa pers dituntut tetap produktif dan konstruktif di tengah persaingan dengan media sosial yang kerap lebih cepat, namun tidak selalu akurat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa juga menegaskan prinsip kehati-hatian, etika jurnalistik dan penghormatan terhadap fakta disebut sebagai fondasi utama pers profesional.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam kesempatan yang sama, Ketua JMSI Provinsi Lampung Ahmad Novriwan menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan berbagai pihak, khususnya Pemerintah Provinsi Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menegaskan keyakinannya bahwa pers yang sehat akan melahirkan demokrasi yang kuat, yang pada akhirnya mendorong kemajuan Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza juga menerima penghargaan JMSI Award kategori Kepemimpinan Visioner dan Peduli Umat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMusda Ke-2 JMSI Provinsi Lampung diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan insan pers dalam mewujudkan Lampung yang maju, sejahtera dan bermartabat melalui informasi yang berkualitas dan bertanggung jawab. (pim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Musyawarah Daerah (Musda) II Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung menjadi momentum penguatan peran media siber sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat, guna mendukung pembangunan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif di Provinsi Lampung. \u200e \u200eHal itu disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutannya saat menghadiri Musyawarah Daerah tersebut yang digelar di Hotel Azana, Bandar Lampung, Minggu (21\/12\/2025). \u200e \u200ePada kesempatan itu, Gubernur Mirza mendorong media siber terus berperan sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya mewujudkan pembangunan yang transparan dan akuntabel. \u200e \u200eGubernur Mirza menilai Musda ini istimewa karena mencerminkan pertumbuhan industri media siber di Lampung yang dinamis, hidup dan memiliki arah yang jelas. \u200e \u200eDengan 80 media siber yang berhimpun di bawah JMSI Lampung, Gubernur mengatakan hal itu menjadi indikator kuat organisasi mampu mengelola, mengkader, dan meregenerasi anggotanya secara berkelanjutan di tengah perubahan ekosistem media yang semakin cepat. \u200e \u200e\u201cAngka ini bukan sekadar data, tetapi kekuatan. Kekuatan untuk membangun cara pandang masyarakat, membentuk optimisme dan ikut menentukan ke mana Lampung melangkah ke depan,\u201d ujarnya. \u200e \u200eGubernur Mirza berpendapat di era digital saat ini media tidak lagi berperan sebagai penonton, melainkan hadir sebagai penjaga akal sehat publik, penuntun opini, sekaligus mitra pemerintah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53950,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-53949","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53949","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53949"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53949\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53951,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53949\/revisions\/53951"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53950"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53949"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53949"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53949"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}