{"id":53902,"date":"2025-12-19T21:54:43","date_gmt":"2025-12-19T14:54:43","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53902"},"modified":"2025-12-19T21:54:43","modified_gmt":"2025-12-19T14:54:43","slug":"hari-juang-infanteri-ke-77-danrem-043-gatam-ajak-prajurit-kokohkan-sinergi-dengan-rakyat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/12\/19\/hari-juang-infanteri-ke-77-danrem-043-gatam-ajak-prajurit-kokohkan-sinergi-dengan-rakyat\/","title":{"rendered":"\u200eHari Juang Infanteri Ke-77, Danrem 043\/Gatam Ajak Prajurit Kokohkan Sinergi dengan Rakyat \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Komandan Korem 043\/Garuda Hitam, Brigjen TNI Haryantana, menghadiri Upacara Peringatan Hari Juang Infanteri Ke-77 Tahun 2025 di Lapangan Saburai, Enggal, Kota Bandar Lampung yang menjadi panggung kehormatan bagi prajurit Infanteri\u2014garda terdepan penjaga kedaulatan bangsa, Jumat (19\/12\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMengusung tema \u201cMewujudkan Prajurit dan Satuan Infanteri yang Prima, Bersama dengan Rakyat dalam Mendukung Tugas Pokok TNI AD\u201d, tahun ini Upacara Peringatan Hari Juang Infanteri Ke-77 dipimpin Inspektur Upacara Panglima Kodam XXI\/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eUpacara diawali pembacaan sejarah panjang Korps Infanteri\u2014kisah heroik yang sarat keberanian, pengorbanan, dan cinta tanah air. Puncak suasana hadir ketika pasukan tradisional Infanteri memasuki lapangan membawa simbol-simbol kehormatan satuan. Derap langkah mereka menghidupkan kembali napak tilas perjuangan para pendahulu yang berjuang dari desa ke desa, dari bukit ke lembah, demi tegaknya Merah Putih.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eProsesi pembelahan kelapa muda oleh Inspektur Upacara menjadi momen penuh makna. Tindakan simbolis tersebut menggambarkan kejernihan niat dan keteguhan tekad prajurit Infanteri. Air kelapa yang diminum Inspektur Upacara melambangkan kesucian hati dan kesiapan menghadapi setiap tantangan demi keutuhan NKRI.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam amanatnya yang dibacakan Pangdam XXI\/RI, Danpussenif menegaskan Hari Juang Infanteri tidak dapat dipisahkan dari peristiwa Agresi Militer Belanda II\u2014momen sejarah ketika bangsa diuji namun tidak pernah menyerah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cPrajurit Infanteri yang prima adalah mereka yang memiliki kemampuan tempur unggul, disiplin, fisik dan mental baja, serta profesionalitas tinggi. Infanteri adalah tulang punggung pasukan darat yang harus adaptif terhadap tantangan masa depan,\u201d tegas Pangdam.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAmanat tersebut mampu menggelorakan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat sebagai kekuatan fundamental bangsa, sembari meneladani jiwa perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePada kesempatan yang sama, Brigjen TNI Haryantana, menegaskan Hari Juang Infanteri adalah pengingat jati diri prajurit sejati. \u201cInfanteri adalah prajurit terdepan. Mereka bergerak paling depan, merebut, menembus, dan mempertahankan setiap jengkal Tanah Air,\u201d ujar Danrem.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDanrem juga menekankan pentingnya sinergi lintas elemen sebagai kekuatan strategis dalam menjaga stabilitas wilayah. \u201cKorem 043\/Garuda Hitam akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, Polri, dan seluruh komponen masyarakat. Kemanunggalan inilah benteng yang membuat bangsa ini tetap utuh,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKegiatan upacara ini dihadiri pejabat TNI\u2013Polri dan unsur Forkopimda, di antaranya Kasdam XXI\/RI Brigjen TNI Andrian Susanto; Irdam XXI\/RI Brigjen TNI Enjang; Kapoksahli Pangdam XXI\/RI Brigjen TNI Sriyanto; Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar; serta Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Hukum dan Politik Achmad Saefulloh.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKegiatan ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukur atas 77 tahun pengabdian Korps Infanteri yang tidak pernah lelah menjaga kehormatan, pengabdian, dan kedaulatan NKRI. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Komandan Korem 043\/Garuda Hitam, Brigjen TNI Haryantana, menghadiri Upacara Peringatan Hari Juang Infanteri Ke-77 Tahun 2025 di Lapangan Saburai, Enggal, Kota Bandar Lampung yang menjadi panggung kehormatan bagi prajurit Infanteri\u2014garda terdepan penjaga kedaulatan bangsa, Jumat (19\/12\/2025). \u200e \u200eMengusung tema \u201cMewujudkan Prajurit dan Satuan Infanteri yang Prima, Bersama dengan Rakyat dalam Mendukung Tugas Pokok TNI AD\u201d, tahun ini Upacara Peringatan Hari Juang Infanteri Ke-77 dipimpin Inspektur Upacara Panglima Kodam XXI\/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi. \u200e \u200eUpacara diawali pembacaan sejarah panjang Korps Infanteri\u2014kisah heroik yang sarat keberanian, pengorbanan, dan cinta tanah air. Puncak suasana hadir ketika pasukan tradisional Infanteri memasuki lapangan membawa simbol-simbol kehormatan satuan. Derap langkah mereka menghidupkan kembali napak tilas perjuangan para pendahulu yang berjuang dari desa ke desa, dari bukit ke lembah, demi tegaknya Merah Putih. \u200e \u200eProsesi pembelahan kelapa muda oleh Inspektur Upacara menjadi momen penuh makna. Tindakan simbolis tersebut menggambarkan kejernihan niat dan keteguhan tekad prajurit Infanteri. Air kelapa yang diminum Inspektur Upacara melambangkan kesucian hati dan kesiapan menghadapi setiap tantangan demi keutuhan NKRI. \u200e \u200eDalam amanatnya yang dibacakan Pangdam XXI\/RI, Danpussenif menegaskan Hari Juang Infanteri tidak dapat dipisahkan dari peristiwa Agresi Militer Belanda II\u2014momen sejarah ketika bangsa diuji namun tidak pernah menyerah. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53903,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[346],"tags":[],"class_list":["post-53902","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-korem-043-garuda-hitam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53902","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53902"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53902\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53904,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53902\/revisions\/53904"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53903"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53902"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53902"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53902"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}