{"id":53899,"date":"2025-12-19T19:12:23","date_gmt":"2025-12-19T12:12:23","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53899"},"modified":"2025-12-19T19:12:23","modified_gmt":"2025-12-19T12:12:23","slug":"kuatkan-pasar-domestik-dkp-provinsi-lampung-gelar-business-matching-pemasaran-udang-dalam-negeri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/12\/19\/kuatkan-pasar-domestik-dkp-provinsi-lampung-gelar-business-matching-pemasaran-udang-dalam-negeri\/","title":{"rendered":"\u200eKuatkan Pasar Domestik, DKP Provinsi Lampung Gelar &#8216;Business Matching Pemasaran Udang Dalam Negeri&#8217; \u200e \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung<br \/>\n\u200e Provinsi Lampung menggelar kegiatan Business Matching Pemasaran Udang Dalam Negeri untuk mendorong penguatan pasar domestik sebagai langkah strategis menghadapi dinamika dan ketidakpastian pasar global.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKegiatan yang digelar di Hotel Emersia, Bandar Lampung pada Jumat (19\/12\/2025) dan dibuka Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela ini dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, jajaran organisasi perangkat daerah, asosiasi, pelaku usaha, perusahaan, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Liza Derni menjelaskan komoditas udang Lampung selama ini merupakan sektor unggulan dan penopang ekspor nasional. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, pasar ekspor menghadapi hambatan akibat kebijakan tarif Amerika Serikat serta isu kontaminasi cesium-137 yang berdampak pada menurunnya volume ekspor dan daya saing produk udang di pasar internasional.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenjawab tantangan tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung bekerja sama dengan perangkat daerah terkait serta Shrimp Club Indonesia (SCI) menginisiasi kegiatan Business Matching Pemasaran Udang Dalam Negeri yang bertujuan memperkuat pasar domestik dengan mempertemukan para pelaku industri udang, sehingga tercipta sinergi, peluang usaha baru, serta peningkatan serapan pasar lokal.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan Provinsi Lampung memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat besar dan harus terus dioptimalkan. Ia menyampaikan meskipun ekosistem industri udang di Lampung sudah terbentuk, dinamika dan ketidakpastian pasar global menuntut adanya terobosan serta inisiatif baru.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cPerlu ada terobosan dan inisiatif baru atas berbagai permasalahan yang muncul. Kita harus cepat dalam mitigasi risiko agar produksi udang Lampung tetap terserap oleh masyarakat,\u201d ujar Jihan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurutnya, kegiatan business matching ini merupakan salah satu langkah konkret untuk mengakomodasi pasar udang dalam negeri yang telah berjalan. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong terbentuknya kemitraan yang kuat dan berkelanjutan antara pelaku usaha budi daya, pemasok udang, dan penyedia layanan makanan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa berharap kegiatan ini dapat memperluas penyerapan produk udang Lampung sebagai alternatif menu bernilai gizi tinggi di sektor perhotelan dan jasa boga, sekaligus memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami mengajak seluruh pihak, baik Pemerintah Daerah Provinsi Lampung maupun para pemangku kepentingan lainnya, untuk bersinergi membangkitkan kembali konsumsi udang sebagai produk perikanan unggulan Provinsi Lampung,\u201d ujarnya. (pim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung \u200e Provinsi Lampung menggelar kegiatan Business Matching Pemasaran Udang Dalam Negeri untuk mendorong penguatan pasar domestik sebagai langkah strategis menghadapi dinamika dan ketidakpastian pasar global. \u200e \u200eKegiatan yang digelar di Hotel Emersia, Bandar Lampung pada Jumat (19\/12\/2025) dan dibuka Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela ini dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, jajaran organisasi perangkat daerah, asosiasi, pelaku usaha, perusahaan, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). \u200e \u200eKepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Liza Derni menjelaskan komoditas udang Lampung selama ini merupakan sektor unggulan dan penopang ekspor nasional. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, pasar ekspor menghadapi hambatan akibat kebijakan tarif Amerika Serikat serta isu kontaminasi cesium-137 yang berdampak pada menurunnya volume ekspor dan daya saing produk udang di pasar internasional. \u200e \u200eMenjawab tantangan tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung bekerja sama dengan perangkat daerah terkait serta Shrimp Club Indonesia (SCI) menginisiasi kegiatan Business Matching Pemasaran Udang Dalam Negeri yang bertujuan memperkuat pasar domestik dengan mempertemukan para pelaku industri udang, sehingga tercipta sinergi, peluang usaha baru, serta peningkatan serapan pasar lokal. \u200e \u200eDalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan Provinsi Lampung memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53900,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[412,8],"tags":[],"class_list":["post-53899","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-ekonomi-dan-bisnis","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53899","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53899"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53899\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53901,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53899\/revisions\/53901"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53899"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53899"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53899"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}