{"id":53882,"date":"2025-12-19T10:38:32","date_gmt":"2025-12-19T03:38:32","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53882"},"modified":"2025-12-19T14:50:05","modified_gmt":"2025-12-19T07:50:05","slug":"musim-hujan-kakon-putih-doh-ingatkan-warga-tidak-buang-sampah-sembarangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/12\/19\/musim-hujan-kakon-putih-doh-ingatkan-warga-tidak-buang-sampah-sembarangan\/","title":{"rendered":"\u200eMusim Hujan, Kakon Putih Doh Ingatkan Warga Tidak Buang Sampah Sembarangan \u200e"},"content":{"rendered":"<p>\u200e<strong>\u200eTanggamus (LB)<\/strong>: Kepala Pekon (Kakon) Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Darwis Ilyasa, mengimbau warganya agar menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah di sembarang tempat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurutnya, hal ini penting dilakukan sebab intensitas hujan saat ini cukup tinggi yang dapat mengakibatkan banjir.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Kepada seluruh warga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di sungai atau drainase, karena dapat mengganggu aliran air yang bisa menyebabkan banjir,&#8221; ucapnya, Jumat (19\/12\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelain itu, dia juga mengingatkan agar tidak berteduh di bawah pohon jika hujan turun, karena berbahaya dan bisa mengakibatkan menjadi korban pohon tumbang. Sebaliknya, dia meminta masyarakat untuk berteduh di tempat yang aman.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Saat ini intensitas hujan sedang tinggi, sehingga Perlis diingatkan kepada seluruh warga agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan turun, sebab bisa membahayakan diri sendiri,&#8221; ujar Darwis.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eLebih lanjut dia juga menyampaikan telah meminta Pemerintah Kabupaten Tanggamus untuk mencari solusi agar banjir tidak terus terulang saat hujan deras turun.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Kita sudah meminta kepada Bupati dan pemerintah daerah untuk memperbaiki drainase dan saluran air, agar aliran air tidak terhambat yang bisa mengakibatkan banjir,&#8221; ungkapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDiinformasikan Pekon Putih Doh sempat terendam banjir besar pada September lalu yang memgakibatkan sedikitnya 400 rumah di tiga dusun terendam air setinggi 1,5 meter, sehingga memaksa sebagian warga mengungsi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelain merendam ratusan rumah, banjir juga merusak dua bendungan air bersih: Bendungan Way Kirai dan bendungan di daerah transmigrasi jebol dihantam banjir. (Tomi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200e\u200eTanggamus (LB): Kepala Pekon (Kakon) Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Darwis Ilyasa, mengimbau warganya agar menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah di sembarang tempat. \u200e \u200eMenurutnya, hal ini penting dilakukan sebab intensitas hujan saat ini cukup tinggi yang dapat mengakibatkan banjir. \u200e \u200e&#8221;Kepada seluruh warga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di sungai atau drainase, karena dapat mengganggu aliran air yang bisa menyebabkan banjir,&#8221; ucapnya, Jumat (19\/12\/2025). \u200e \u200eSelain itu, dia juga mengingatkan agar tidak berteduh di bawah pohon jika hujan turun, karena berbahaya dan bisa mengakibatkan menjadi korban pohon tumbang. Sebaliknya, dia meminta masyarakat untuk berteduh di tempat yang aman. \u200e \u200e&#8221;Saat ini intensitas hujan sedang tinggi, sehingga Perlis diingatkan kepada seluruh warga agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan turun, sebab bisa membahayakan diri sendiri,&#8221; ujar Darwis. \u200e \u200eLebih lanjut dia juga menyampaikan telah meminta Pemerintah Kabupaten Tanggamus untuk mencari solusi agar banjir tidak terus terulang saat hujan deras turun. \u200e \u200e&#8221;Kita sudah meminta kepada Bupati dan pemerintah daerah untuk memperbaiki drainase dan saluran air, agar aliran air tidak terhambat yang bisa mengakibatkan banjir,&#8221; ungkapnya. \u200e \u200eDiinformasikan Pekon Putih Doh sempat terendam banjir besar pada September lalu yang memgakibatkan sedikitnya 400 rumah di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53890,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16,345],"tags":[],"class_list":["post-53882","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","category-barometer-tanggamus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53882","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53882"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53882\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53891,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53882\/revisions\/53891"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53890"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53882"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53882"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53882"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}