{"id":53870,"date":"2025-12-17T10:11:33","date_gmt":"2025-12-17T03:11:33","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53870"},"modified":"2025-12-17T10:11:33","modified_gmt":"2025-12-17T03:11:33","slug":"diskominfotiksan-pesawaran-gelar-bimtek-rekomendasi-statistik-dan-metadata-statistik-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/12\/17\/diskominfotiksan-pesawaran-gelar-bimtek-rekomendasi-statistik-dan-metadata-statistik-2025\/","title":{"rendered":"\u200eDiskominfotiksan Pesawaran Gelar Bimtek Rekomendasi Statistik dan Metadata Statistik 2025"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200ePesawaran (LB)<\/strong>: Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan) Kabupaten Pesawaran menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Rekomendasi Statistik dan Metadata Statistik Tahun 2025 sebagai bagian dari penguatan penyelenggaraan statistik sektoral yang terintegrasi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Selasa\u2013Rabu, 16\u201317 Desember 2025, di Ruang Rapat (Training Center) Diskominfotiksan Kabupaten Pesawaran, dan diikuti 34 penanggung jawab data statistik dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBimtek ini merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, yang mewajibkan setiap penyelenggara statistik sektoral melaporkan Rancangan Kegiatan Statistik serta Metadata Statistik kepada Badan Pusat Statistik (BPS) selaku Pembina Data.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMelalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman teknis terkait penyusunan rekomendasi statistik, pengelolaan metadata statistik, serta praktik pengisian pada platform ROMANTIK (Rekomendasi Statistik) guna memastikan data yang dihasilkan OPD terstandar, terdokumentasi, dan mudah diakses.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKepala Bidang Informasi dan Statistik Diskominfotiksan Kabupaten Pesawaran, Karyadi, menyampaikan progres penyelenggaraan statistik sektoral di Pesawaran menunjukkan dampak positif. Menurutnya, kesinambungan dan kualitas data harus terus dijaga bersama sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya pengelola data.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSecara jangka panjang, kegiatan ini juga menjadi bagian dari cerita besar penguatan tata kelola data di Kabupaten Pesawaran menuju Satu Data Indonesia. Dengan data yang berkualitas, terintegrasi, dan berkelanjutan, pemerintah daerah memiliki dasar yang kuat dalam perumusan kebijakan, perencanaan pembangunan, serta evaluasi kinerja pembangunan daerah, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap data dan informasi yang disajikan pemerintah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Harapannya, teman-teman dapat terus melahirkan pemikiran baru tentang bagaimana menyajikan informasi yang baik, akurat, dan mudah dicerna oleh pengambil kebijakan maupun masyarakat,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Pesawaran, Maya Narang Ali, menjelaskan kegiatan statistik sektoral memiliki peran strategis terhadap indikator-indikator pembangunan daerah. Ke depan, pembinaan statistik akan difokuskan secara tematik, khususnya pada indikator Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eUntuk menghasilkan data PDRB yang akurat, BPS membutuhkan data dari berbagai sektor yang bersumber dari instansi pemerintah. Jika data sektoral dari dinas sudah terukur dan berkualitas, maka indikator yang kami hitung benar-benar merepresentasikan kondisi di lapangan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Data PDRB tersebut nantinya menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah dalam mengukur laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pesawaran,&#8221; jelasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePada sesi teknis, perwakilan BPS Pesawaran Rizqa Fithriani, menyampaikan bahwa fokus kegiatan hari pertama adalah memastikan seluruh OPD melakukan konfirmasi ulang rekomendasi statistik melalui aplikasi ROMANTIK.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBagi OPD yang telah menyelesaikan tahapan tersebut, dilanjutkan dengan pengisian metadata statistik. Output yang diharapkan dari bimtek ini adalah terverifikasinya rancangan kegiatan statistik OPD, tersusunnya metadata statistik yang lengkap dan standar, serta meningkatnya kapasitas aparatur dalam pengelolaan data sektoral. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200ePesawaran (LB): Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan) Kabupaten Pesawaran menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Rekomendasi Statistik dan Metadata Statistik Tahun 2025 sebagai bagian dari penguatan penyelenggaraan statistik sektoral yang terintegrasi. \u200e \u200eKegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Selasa\u2013Rabu, 16\u201317 Desember 2025, di Ruang Rapat (Training Center) Diskominfotiksan Kabupaten Pesawaran, dan diikuti 34 penanggung jawab data statistik dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). \u200e \u200eBimtek ini merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, yang mewajibkan setiap penyelenggara statistik sektoral melaporkan Rancangan Kegiatan Statistik serta Metadata Statistik kepada Badan Pusat Statistik (BPS) selaku Pembina Data. \u200e \u200eMelalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman teknis terkait penyusunan rekomendasi statistik, pengelolaan metadata statistik, serta praktik pengisian pada platform ROMANTIK (Rekomendasi Statistik) guna memastikan data yang dihasilkan OPD terstandar, terdokumentasi, dan mudah diakses. \u200e \u200eKepala Bidang Informasi dan Statistik Diskominfotiksan Kabupaten Pesawaran, Karyadi, menyampaikan progres penyelenggaraan statistik sektoral di Pesawaran menunjukkan dampak positif. Menurutnya, kesinambungan dan kualitas data harus terus dijaga bersama sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya pengelola data. \u200e \u200eSecara jangka panjang, kegiatan ini juga menjadi bagian dari cerita besar penguatan tata kelola data di Kabupaten Pesawaran menuju Satu Data Indonesia. Dengan data yang berkualitas, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53871,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132],"tags":[],"class_list":["post-53870","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53870","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53870"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53870\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53872,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53870\/revisions\/53872"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53871"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53870"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53870"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53870"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}