{"id":53831,"date":"2025-12-15T17:58:45","date_gmt":"2025-12-15T10:58:45","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53831"},"modified":"2025-12-15T17:59:32","modified_gmt":"2025-12-15T10:59:32","slug":"menteri-komdigi-sampaikan-jaringan-komunikasi-di-daerah-bencana-sumatera-proses-pemulihan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/12\/15\/menteri-komdigi-sampaikan-jaringan-komunikasi-di-daerah-bencana-sumatera-proses-pemulihan\/","title":{"rendered":"\u200eMenteri Komdigi Sampaikan Jaringan Komunikasi di Daerah Bencana Sumatera \u200eProses Pemulihan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan perkembangan pemulihan base transceiver station (BTS) di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Meutya mengatakan sebanyak 87% BTS jaringan telekomunikasi sudah dipulihkan atau recovery.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Di Aceh itu total BTS terdampak pada 26 November ada 3.735, untuk BTS yang sudah pernah recover 3.283 atau 87,89%. Nah ini adalah BTS-nya sudah ter-recover,&#8221; kata Meutya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15\/12\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMeutya menjelaskan sejumlah BTS tersebut masih perlu aliran listrik yang stabil atau genset untuk dapat dioperasikan. Sedangkan BTS yang masih perlu dipulihkan sebanyak 452 BTS atau 12%.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Total BTS yang belum pulih betul ada 452, belum diperbaiki atau jalurnya belum bisa ditembus itu ada 12%. Jadi sekali lagi BTS yang di-recover 87%. Namun sekali lagi catatan untuk bisa beroperasi melihat dari ketersediaan listrik yang stabil,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>\u200eSementara itu, akun resmi Komdigi merilis pascabencana banjir, akses komunikasi di Provinsi Sumatra Utara hampir sepenuhnya pulih.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePer Sabtu (13\/12\/2025), sebanyak 4.273 dari 4.368 menara BTS atau 97,8 persen telah kembali beroperasi, memungkinkan warga mengakses informasi darurat dan berkomunikasi dengan keluarga.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMeutya menyampaikan pemulihan jaringan menjadi kebutuhan mendesak dalam situasi bencana.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cDengan pemulihan mencapai 97,8 persen, masyarakat Sumatra Utara dapat kembali memperoleh informasi penting dan menghubungi keluarga,\u201d ucapnya seperti dilihat <strong><em>lampungbarometer.id<\/em><\/strong>, Senin (15\/12\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKemkomdigi memastikan pemantauan layanan komunikasi di wilayah terdampak banjir akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar stabil. (AK)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan perkembangan pemulihan base transceiver station (BTS) di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Meutya mengatakan sebanyak 87% BTS jaringan telekomunikasi sudah dipulihkan atau recovery. \u200e \u200e&#8221;Di Aceh itu total BTS terdampak pada 26 November ada 3.735, untuk BTS yang sudah pernah recover 3.283 atau 87,89%. Nah ini adalah BTS-nya sudah ter-recover,&#8221; kata Meutya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15\/12\/2025). \u200e \u200eMeutya menjelaskan sejumlah BTS tersebut masih perlu aliran listrik yang stabil atau genset untuk dapat dioperasikan. Sedangkan BTS yang masih perlu dipulihkan sebanyak 452 BTS atau 12%. \u200e \u200e&#8221;Total BTS yang belum pulih betul ada 452, belum diperbaiki atau jalurnya belum bisa ditembus itu ada 12%. Jadi sekali lagi BTS yang di-recover 87%. Namun sekali lagi catatan untuk bisa beroperasi melihat dari ketersediaan listrik yang stabil,&#8221; ujarnya. \u200eSementara itu, akun resmi Komdigi merilis pascabencana banjir, akses komunikasi di Provinsi Sumatra Utara hampir sepenuhnya pulih. \u200e \u200ePer Sabtu (13\/12\/2025), sebanyak 4.273 dari 4.368 menara BTS atau 97,8 persen telah kembali beroperasi, memungkinkan warga mengakses informasi darurat dan berkomunikasi dengan keluarga. \u200e \u200eMeutya menyampaikan pemulihan jaringan menjadi kebutuhan mendesak dalam situasi bencana. \u200e \u200e\u201cDengan pemulihan mencapai 97,8 persen, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53832,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[406],"tags":[],"class_list":["post-53831","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53831","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53831"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53831\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53834,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53831\/revisions\/53834"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53832"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53831"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53831"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53831"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}