{"id":53805,"date":"2025-12-14T19:52:31","date_gmt":"2025-12-14T12:52:31","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53805"},"modified":"2025-12-14T19:52:31","modified_gmt":"2025-12-14T12:52:31","slug":"pasutri-di-pekon-way-pring-pugung-tewas-bersimbah-darah-dalam-rumah-diduga-dibunuh-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/12\/14\/pasutri-di-pekon-way-pring-pugung-tewas-bersimbah-darah-dalam-rumah-diduga-dibunuh-2\/","title":{"rendered":"\u200ePasutri di Pekon Way Pring Pugung Tewas Bersimbah Darah Dalam Rumah, Diduga Dibunuh \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>Tanggamus (LB)<\/strong>: Warga Pekon Way Pring, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, digegerkan dengan peristiwa pembunuhan keji yang merenggut nyawa sepasang suami istri pada Sabtu malam hingga Minggu (13-14\/12\/2025) dini hari WIB.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKorban diketahui bernama Rohimi dan istrinya bernama Suryanti. Keduanya ditemukan tewas mengenaskan tergeletak bersimbah darah di dalam rumah sekitar pukul 23.30 WIB dengan posisi saling berdampingan; posisi istri terlentang menggunakan kain sarung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurut keterangan warga, korban perempuan diduga lebih dulu menjadi sasaran kekejian pelaku, sementara sang suami ditemukan dengan luka berat di bagian kepala. \u201cMenurut cerita warga, istri korban lebih dulu dibunuh, sedangkan suaminya, ada bekas luka bacok di kepala,&#8221; ujar seorang warga yang meminta namanya tidak ditulis, Minggu (14\/12\/2025) pagi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eTragedi ini pertama kali diketahui ketika anak\u00a0 korban yang baru pulang mendapati rumah dalam kondisi gelap tanpa penerangan. Ketika masuk, sang anak melihat kedua orang tuanya sudah tergeletak bersimbah darah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMendapati hal tersebut, sontak membuatnya menjerit histeris dan meminta pertolongan warga. \u201cAnaknya teriak minta tolong setelah melihat kedua orang tuanya sudah terkapar,\u201d lanjut warga tersebut.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePetugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pengamanan serta olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti serta keterangan saksi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, jenazah kedua korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk kepentingan autopsi dan penyelidikan lebih lanjut.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait motif maupun identitas pelaku. Kasus ini, kini dalam penanganan intensif polisi sementara masih diliputi rasa suka mendalam. (Tomi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanggamus (LB): Warga Pekon Way Pring, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, digegerkan dengan peristiwa pembunuhan keji yang merenggut nyawa sepasang suami istri pada Sabtu malam hingga Minggu (13-14\/12\/2025) dini hari WIB. \u200e \u200eKorban diketahui bernama Rohimi dan istrinya bernama Suryanti. Keduanya ditemukan tewas mengenaskan tergeletak bersimbah darah di dalam rumah sekitar pukul 23.30 WIB dengan posisi saling berdampingan; posisi istri terlentang menggunakan kain sarung. \u200e \u200eMenurut keterangan warga, korban perempuan diduga lebih dulu menjadi sasaran kekejian pelaku, sementara sang suami ditemukan dengan luka berat di bagian kepala. \u201cMenurut cerita warga, istri korban lebih dulu dibunuh, sedangkan suaminya, ada bekas luka bacok di kepala,&#8221; ujar seorang warga yang meminta namanya tidak ditulis, Minggu (14\/12\/2025) pagi. \u200e \u200eTragedi ini pertama kali diketahui ketika anak\u00a0 korban yang baru pulang mendapati rumah dalam kondisi gelap tanpa penerangan. Ketika masuk, sang anak melihat kedua orang tuanya sudah tergeletak bersimbah darah. \u200e \u200eMendapati hal tersebut, sontak membuatnya menjerit histeris dan meminta pertolongan warga. \u201cAnaknya teriak minta tolong setelah melihat kedua orang tuanya sudah terkapar,\u201d lanjut warga tersebut. \u200e \u200ePetugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pengamanan serta olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti serta keterangan saksi. \u200e \u200eSementara itu, jenazah kedua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53806,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17,345],"tags":[],"class_list":["post-53805","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum-dan-kriminal","category-barometer-tanggamus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53805","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53805"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53805\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53807,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53805\/revisions\/53807"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53806"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53805"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53805"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53805"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}