{"id":53764,"date":"2025-12-12T11:47:59","date_gmt":"2025-12-12T04:47:59","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53764"},"modified":"2025-12-12T11:51:56","modified_gmt":"2025-12-12T04:51:56","slug":"rahmad-saleh-talenta-lukis-terpendam-asal-ranau-lahirkan-karya-aduhai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/12\/12\/rahmad-saleh-talenta-lukis-terpendam-asal-ranau-lahirkan-karya-aduhai\/","title":{"rendered":"\u200eRahmad Saleh, Talenta Lukis Terpendam Asal Ranau Lahirkan Karya Aduhai \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eRanau, OKU (LB)<\/strong>: Dunia seni lukis Indonesia tidak pernah kekurangan talenta, salah satunya Rahmad Salah, pelukis berbakat asal Simpang Sender, Danau Ranau, Ogan Komering Ulu (OKU), yang terus berkarya menuangkan kegelisahan dan gagasan menjadi karya lukis yang luar biasa.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKeterbatasan tidak membuatnya kendor untuk melahirkan karya. Tak ada rotan akar pun jadi, menjadi mottonya dalam proses berkarya. Tak ada kanvas, dinding pun jadi media lukis yang mampu menghasilkan karya lukis yang aduhai dengan proporsionalitas ide dan keindahan visual yang memukau.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eRahmad Saleh tidak hanya sekadar melukis; ia mentransformasikan gagasan dan filosofinya ke atas kanvas dan dinding dengan tingkat keahlian yang jarang ditemui. Penikmat seni memuji Rahmad Saleh karena kemampuannya yang begitu proporsional dalam meramu dan menuangkan ide-ide kompleks menjadi bentuk lukisan yang utuh dan bernilai estetika tinggi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Lukisan-lukisan Rahmad Saleh bukan hanya indah dipandang, tetapi juga kaya makna. Ia memiliki keahlian langka dalam menyalurkan ide-ide yang paling abstrak sekalipun ke dalam komposisi visual yang sempurna. Setiap goresan kuasnya terasa terukur dan penuh perhitungan,&#8221; ujar Jarwo, salah seorang pencinta lukisan, mengomentari karya pelukis asli Ranau ini, Jumat (12\/12\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDia berharap lukisan-lukisan Rahmad Saleh ini diharapkan dapat membawa nama baik Oku Selatan dan Danau Ranau ke kancah seni nasional maupun internasional. Kehadiran Rahmad Saleh adalah bukti nyata talenta seni terbaik dapat lahir dari mana saja di penjuru negeri, asal didukung passion dan dedikasi yang kuat.<\/p>\n<div id=\"attachment_53768\" style=\"width: 760px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-53768\" class=\"wp-image-53768 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251212-WA0056_1.jpg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"701\" \/><p id=\"caption-attachment-53768\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>LUKISAN DI DINDING.<\/strong> Tak terbatas hanya kanvas, Rahmad Saleh juga memanfaatkan dinding menjadi media lukis.<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200eRahmad Saleh Ranau yang lahir di Simpang Sender Ranau, 15 Februari 1986 merupakan mantan aktivis kampus sekaligus aktivis seni. Pelukis yang pernah bergiat di Kelompok Studi Seni, FKIP Universitas Lampung, Divisi Seni Rupa dan Sastra, ini pernah beberapa kali mengikuti pameran lukisan di Kota Bandar Lampung; pada 2006, 2007, 2008, dan 2010.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBukan hanya seni lukis, di dunia teater, Rahmad dipercaya sebagai penata artistik untuk berbagai pementasan UKMF KSS FKIP Unila di berbagai kota dan provinsi. Lebih kerennya lagi, di dunia Sastra, Rahmad Saleh Ranau juga dikenal sebagai penyair berbakat hingga pernah meraih Juara 1 Lomba Cipta Puisi Krakatau Award pada 2017, dengan judul puisi &#8220;Hikayat Buang Tondjam&#8221;.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDi dunia teater, Rahmad Saleh merupakan penata artistik Komunitas Berkat Yakin (KoBer) di bawah asuhan gurunya, Ari Pahala Hutabarat, pada pementasan, &#8220;Rashomon&#8221; di Taman Budaya, Lampung, Pekan Baru, Padang, dan Bengkulu, 2007; &#8220;Pinangan&#8221;, &#8220;King Lear&#8221;, Taman Ismail Marzuki Jakarta 2018; &#8220;Pilgrim&#8221;, &#8220;Nusantara Amnesia&#8221; Palembang, &#8220;Dayang Rindu&#8221; yang disutradarai Ari Pahala Hutabarat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelain bergiat di dunia kesenian, Rahmad Saleh sering melakukan aktivitas di alam terbuka, seperti mendaki Pesagi, Seminung dan Bukit Barisan Selatan, yang kini ekosistemnya dirusak oleh oligarki dan masyarakat yang setempat yang tidak bertanggung jawab.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSalah satu karya lukisannya di dinding klinik dr. Gilang Kasuma Putra, Simpang Sender ia beri tema &#8220;Pray For Sumatera&#8221; yang didedikasikan untuk warga terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Dulu nenek moyang kami, menjaga alam dengan mitos, pantangan nebang pohon di hutan larangan, dan yang merusak &#8220;<em>ulu tulung&#8221;<\/em> (mata air), karena takut kena tulah, dan di sana banyak penunggunya, sebangsa arwah, dan berbagai bangsa jin, yang dalam bahasa Ranau, daerah larangan disebut: <em>Mesegik<\/em>, artinya tempat yang angker, siapa yang melanggar pantangan akan dikucilkan warga dan mendapat kutukan berupa penyakit yang sukar untuk disembuhkan,&#8221; tutur Rahmad Saleh. (ud\/marles)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eRanau, OKU (LB): Dunia seni lukis Indonesia tidak pernah kekurangan talenta, salah satunya Rahmad Salah, pelukis berbakat asal Simpang Sender, Danau Ranau, Ogan Komering Ulu (OKU), yang terus berkarya menuangkan kegelisahan dan gagasan menjadi karya lukis yang luar biasa. \u200e \u200eKeterbatasan tidak membuatnya kendor untuk melahirkan karya. Tak ada rotan akar pun jadi, menjadi mottonya dalam proses berkarya. Tak ada kanvas, dinding pun jadi media lukis yang mampu menghasilkan karya lukis yang aduhai dengan proporsionalitas ide dan keindahan visual yang memukau. \u200e \u200eRahmad Saleh tidak hanya sekadar melukis; ia mentransformasikan gagasan dan filosofinya ke atas kanvas dan dinding dengan tingkat keahlian yang jarang ditemui. Penikmat seni memuji Rahmad Saleh karena kemampuannya yang begitu proporsional dalam meramu dan menuangkan ide-ide kompleks menjadi bentuk lukisan yang utuh dan bernilai estetika tinggi. \u200e \u200e&#8221;Lukisan-lukisan Rahmad Saleh bukan hanya indah dipandang, tetapi juga kaya makna. Ia memiliki keahlian langka dalam menyalurkan ide-ide yang paling abstrak sekalipun ke dalam komposisi visual yang sempurna. Setiap goresan kuasnya terasa terukur dan penuh perhitungan,&#8221; ujar Jarwo, salah seorang pencinta lukisan, mengomentari karya pelukis asli Ranau ini, Jumat (12\/12\/2025). \u200e \u200eDia berharap lukisan-lukisan Rahmad Saleh ini diharapkan dapat membawa nama baik Oku Selatan dan Danau Ranau ke kancah seni [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53766,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-53764","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seni-dan-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53764","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53764"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53764\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53769,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53764\/revisions\/53769"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53766"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53764"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53764"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53764"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}