{"id":53753,"date":"2025-12-11T22:47:38","date_gmt":"2025-12-11T15:47:38","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53753"},"modified":"2025-12-11T22:54:08","modified_gmt":"2025-12-11T15:54:08","slug":"teater-tara-pradipta-pgsd-unila-sukses-pentaskan-lakon-adaptasi-puisi-aku-melihat-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/12\/11\/teater-tara-pradipta-pgsd-unila-sukses-pentaskan-lakon-adaptasi-puisi-aku-melihat-indonesia\/","title":{"rendered":"\u200eTeater Tara Pradipta PGSD Unila Sukses Pentaskan Lakon Adaptasi Puisi &#8216;Aku Melihat Indonesia&#8217; \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>Metro (LB)<\/strong>: Teater Tara Pradipta Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila sukses menggelar pementasan teater dengan lakon yang diadaptasi dari Puisi \u201cAku Melihat Indonesia\u201d karya Bung Karno.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePertunjukan ini melibatkan seluruh mahasiswa Prodi PGSD Kelas 5D Angkatan 2023 dan disutradarai Siska Mega Diana, M.Pd. (dosen PGSD). Pementasan yang digelar selama dua hari, Selasa dan Rabu (9-10\/12\/2025),<br \/>\n\u200edi Aula Kampus B PGSD FKIP Unila ini berlangsung sukses dan dibanjiri lebih 500 penonton, umumnya mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Metro.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSiska mengatakan ide untuk mengadaptasi Puisi &#8220;Aku Melihat Indonesia&#8221; ini muncul sebab sebelumnya dia pernah melakukan penelitian terhadap Puisi karya Presiden pertama Republik Indonesia ini. Penelitian yang dia lakukan, ujarnya, dari sudut representasi kebudayaan sebagai cerminan nilai-nilai nasionalisme.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Pementasan ini untuk menyatukan dan menyajikan pertunjukan antara puisi yang diimplementasikan dalam teater,&#8221; ucap Siska.<\/p>\n<div id=\"attachment_53755\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-53755\" class=\"wp-image-53755 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_2092.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"675\" \/><p id=\"caption-attachment-53755\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>FOTO BERSAMA<\/strong>. Sutradara, pemain dan kru naskah adaptasi puisi &#8220;Aku Melihat Indonesia&#8221; foto bersama usai pementasan yang berlangsung sukses.<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200e\u201cPementasan ini tidak hanya memperlihatkan kekuatan bahasa dalam puisi, tetapi juga memperluas ruang perjumpaan antara teks puisi, seni visual, musik, tari, dan pengalaman dari setiap pemainnya,\u201d imbuhnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurut Siska, pertunjukan teater ini dilakukan sebagai salah satu upaya membangkitkan geliat berkesenian di PGSD.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Alih wahana sastra dari puisi ke naskah dan dipentaskan ini dilakukan untuk menggugat keresahan apakah para pemuda atau generasi bangsa saat ini masih mencintai Tanah Airnya, Indonesia,&#8221; ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu Pimpinan Produksi, Irfan Kusuma Yuda, berharap Teater Tara Pradipta mampu hadir sebagai cahaya yang menerangi geliat seni di PGSD Unila.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Tara Pradipta artinya Cahaya Terang. Harapannya, teater ini mampu hadir sebagai cahaya pertama yang mencoba menerangi geliat seni di PGSD,&#8221; ucap Irfan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSalah satu mahasiswa yang juga menjadi aktor dalam pementasan ini, Periksa Dinanti Akbar, mengaku bangga dan senang telah sukses melaksanakan pementasan. Dia juga mengaku ini menjadi pengalaman pertamanya bermain teater.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Senang dan ada rasa puas, sebab setelah menjalani proses yang cukup panjang akhirnya pementasan bisa dilaksanakan dengan sukses dan cukup mendapat apresiasi penonton,&#8221; kata Akbar. (Rian)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Metro (LB): Teater Tara Pradipta Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila sukses menggelar pementasan teater dengan lakon yang diadaptasi dari Puisi \u201cAku Melihat Indonesia\u201d karya Bung Karno. \u200e \u200ePertunjukan ini melibatkan seluruh mahasiswa Prodi PGSD Kelas 5D Angkatan 2023 dan disutradarai Siska Mega Diana, M.Pd. (dosen PGSD). Pementasan yang digelar selama dua hari, Selasa dan Rabu (9-10\/12\/2025), \u200edi Aula Kampus B PGSD FKIP Unila ini berlangsung sukses dan dibanjiri lebih 500 penonton, umumnya mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Metro. \u200e \u200eSiska mengatakan ide untuk mengadaptasi Puisi &#8220;Aku Melihat Indonesia&#8221; ini muncul sebab sebelumnya dia pernah melakukan penelitian terhadap Puisi karya Presiden pertama Republik Indonesia ini. Penelitian yang dia lakukan, ujarnya, dari sudut representasi kebudayaan sebagai cerminan nilai-nilai nasionalisme. \u200e \u200e&#8221;Pementasan ini untuk menyatukan dan menyajikan pertunjukan antara puisi yang diimplementasikan dalam teater,&#8221; ucap Siska. \u200e\u201cPementasan ini tidak hanya memperlihatkan kekuatan bahasa dalam puisi, tetapi juga memperluas ruang perjumpaan antara teks puisi, seni visual, musik, tari, dan pengalaman dari setiap pemainnya,\u201d imbuhnya. \u200e \u200eMenurut Siska, pertunjukan teater ini dilakukan sebagai salah satu upaya membangkitkan geliat berkesenian di PGSD. \u200e \u200e&#8221;Alih wahana sastra dari puisi ke naskah dan dipentaskan ini dilakukan untuk menggugat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53757,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[344,11],"tags":[],"class_list":["post-53753","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-metro","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53753","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53753"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53753\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53758,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53753\/revisions\/53758"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53757"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53753"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53753"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53753"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}