{"id":5371,"date":"2020-04-24T17:49:41","date_gmt":"2020-04-24T10:49:41","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=5371"},"modified":"2020-04-24T17:49:41","modified_gmt":"2020-04-24T10:49:41","slug":"quraish-shihab-imbau-masyarakat-salat-tarawih-di-rumah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2020\/04\/24\/quraish-shihab-imbau-masyarakat-salat-tarawih-di-rumah\/","title":{"rendered":"Di Tengah Pandemi Corona, Quraish Shihab Imbau Masyarakat Salat Tarawih di Rumah"},"content":{"rendered":"\n<p>LAMPUNGBAROMETER.ID &#8211; Cendekiawan Muslim&nbsp;Quraish Shihab mengimbau agar setiap muslim dapat melaksanakan salat Tarawih di rumah selama pandemi Corona (COVID-19). Menurutnya, seorang muslim yang tetap memaksakan salat berjamaah di masjid di tengah pandemi corona bisa mendekati haram.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Bahkan, boleh jadi kita berkata pergi salat berjamaah di masjid untuk salat Tarawih atau salat apapun itu bisa mendekati haram. Kalau tidak haram, paling sedikit dia makruh, paling sedikit itu,&#8221; kata Cendikiawan Muslim Quraish Shihab saat siaran langsung BNPB, Jumat (24\/4\/2020).<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan, menurut Quraish, sejumlah ulama di Indonesia telah melarang menjalankan ibadah Ramadhan di masjid. Alasannya, beribadah di Masjid di tengah pandemi Corona ini lebih banyak mendatangkan mudaratnya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Bahkan, banyak ulama yang mengatakan itu (ke masjid) terlarang karena mengakibatkan mudarat (tidak menguntungkan) bagi yang datang bagi yang tersentuh terjangkit penyakit itu,&#8221; ungkapnya<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Quraish menjelaskan agama Islam mewajibkan setiap umatnya menjaga kesehatan. Oleh karena itu, ia pun mengimbau agar masyarakat tidak ke masjid.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Dalam konteks ini, agama menetapkan bahwa memelihara kesehatan itu satu kewajiban bagi setiap individu, jadi jangan ke masjid,&#8221; imbaunya.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun tidak bisa menjalani rangkaian ibadah di masjid, Quraish memaparkan alternatif ibadah lainnya yang bisa dilakukan masyarakat di tengah pandemi Corona ini. Ia mencontohkan sikap Nabi Muhammad SAW selama menjalani salat Tarawih di Bulan Ramadhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nabi Muhammad SAW, kata Quraish, hanya pergi salat Tarawih di masjid pada 3 hari pertama Ramadhan. Sisanya, yakni selama 27 hari selanjutnya Nabi beribadah di rumah. Karena itu, dia mengimbau masyarakat tidak mempermasalahkan kebijakan ibadah di rumah.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Nabi hanya melakukannya tiga kali, tiga malam berturut-turut. Kemudian setelah itu, beliau melaksanakannya di Rumah. Jika demikian, kalau kita tidak ke masjid itu tidak masalah. Bahkan, kita bisa berkata bahwa kalau kita salat di rumah justru meneladani Rasul SAW yang salat di rumah,&#8221; jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Walaupun itu bukan berarti menjadi lebih baik daripada yang dilakukan Saidina Umar yang menganjurkan di masjid. Tapi paling tidak, kita punya landasan bahwa melaksanakannya di rumah itu adalah contoh yang diberikan rasulullah dalam 27 malam dan 3 malam pertama saja beliau melaksanakannya di masjid,&#8221; lanjutnya. (detik\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto: Net<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5372,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-5371","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5371","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5371"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5371\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5371"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5371"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5371"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}