{"id":53626,"date":"2025-12-07T22:47:15","date_gmt":"2025-12-07T15:47:15","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53626"},"modified":"2025-12-07T22:48:54","modified_gmt":"2025-12-07T15:48:54","slug":"tahukah-kamu-ini-5-sungai-terpanjang-di-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/12\/07\/tahukah-kamu-ini-5-sungai-terpanjang-di-dunia\/","title":{"rendered":"Tahukah Kamu? Ini 5 Sungai Terpanjang di Dunia"},"content":{"rendered":"<p>\u200e<strong>Lampungbarometer.id<\/strong> &#8211; Sungai memiliki fungsi yang sangat penting bagi manusia sebagai sumber air bersih, irigasi pertanian, transportasi, sumber energi (PLTA), habitat ekosistem perairan, serta sarana rekreasi dan mental; sungai juga berfungsi dalam siklus hidrologi sebagai saluran air alami dan daerah tangkapan air, serta menyediakan sumber daya seperti material bangunan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eTahukah kamu sungai terpanjang di dunia? Sungai Nil (Nile River) di Afrika, dengan panjang sekitar 6.695 kilometer, diakui berbagai sumber, termasuk Guinness World Records dan CNN Indonesia. Mengalir melalui banyak negara Afrika hingga bermuara di Laut Mediterania, Sungai Nil disebut sebagai sungai terpanjang di dunia.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBerikut daftar lima sungai terpanjang di dunia:<\/p>\n<ol>\n<li>Sungai Nil (Nil River): 6.695 km (Afrika).<\/li>\n<li>\u200eSungai Amazon (Amazon River): Sekitar 6.400 &#8211; 6.575 km (Amerika Selatan)<\/li>\n<li>Sungai Yangtze (Yangtze River): 6.300 km (Tiongkok, Asia).<\/li>\n<li>Sungai Mississippi-Missouri-Red Rock: 5.971 km (Amerika Utara).<\/li>\n<li>Sungai Yenisey-Baikal-Selenga: 5.540 km (Mongolia dan Rusia, Asia).<\/li>\n<\/ol>\n<p>\u200eMeskipun ada perdebatan terkait sungai terpanjang, tetapi konsensus umum menempatkan Nil sebagai yang terpanjang secara tradisional sedangkan Sungai Amazon adalah yang terbesar dalam hal volume air (debit). (dbs)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eLampungbarometer.id &#8211; Sungai memiliki fungsi yang sangat penting bagi manusia sebagai sumber air bersih, irigasi pertanian, transportasi, sumber energi (PLTA), habitat ekosistem perairan, serta sarana rekreasi dan mental; sungai juga berfungsi dalam siklus hidrologi sebagai saluran air alami dan daerah tangkapan air, serta menyediakan sumber daya seperti material bangunan. \u200e \u200eTahukah kamu sungai terpanjang di dunia? Sungai Nil (Nile River) di Afrika, dengan panjang sekitar 6.695 kilometer, diakui berbagai sumber, termasuk Guinness World Records dan CNN Indonesia. Mengalir melalui banyak negara Afrika hingga bermuara di Laut Mediterania, Sungai Nil disebut sebagai sungai terpanjang di dunia. \u200e \u200eBerikut daftar lima sungai terpanjang di dunia: Sungai Nil (Nil River): 6.695 km (Afrika). \u200eSungai Amazon (Amazon River): Sekitar 6.400 &#8211; 6.575 km (Amerika Selatan) Sungai Yangtze (Yangtze River): 6.300 km (Tiongkok, Asia). Sungai Mississippi-Missouri-Red Rock: 5.971 km (Amerika Utara). Sungai Yenisey-Baikal-Selenga: 5.540 km (Mongolia dan Rusia, Asia). \u200eMeskipun ada perdebatan terkait sungai terpanjang, tetapi konsensus umum menempatkan Nil sebagai yang terpanjang secara tradisional sedangkan Sungai Amazon adalah yang terbesar dalam hal volume air (debit). (dbs)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53629,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-53626","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sudahkah-anda-tahu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53626","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53626"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53626\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53628,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53626\/revisions\/53628"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53629"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53626"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53626"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53626"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}