{"id":53573,"date":"2025-12-05T22:42:01","date_gmt":"2025-12-05T15:42:01","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53573"},"modified":"2025-12-05T22:42:01","modified_gmt":"2025-12-05T15:42:01","slug":"penumpang-kapal-lompat-ke-laut-di-selat-sunda-tim-sar-gabungan-lakukan-pencarian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/12\/05\/penumpang-kapal-lompat-ke-laut-di-selat-sunda-tim-sar-gabungan-lakukan-pencarian\/","title":{"rendered":"\u200ePenumpang Kapal Lompat ke Laut di Selat Sunda, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eLampung Selatan (LB)<\/strong>: Tim SAR gabungan mencari seorang penumpang yang dilaporkan melompat ke laut dari KMP Dorothy saat kapal tengah melaju di perairan Pulau Sangiang, dari Pelabuhan Bakauheni Lampung menuju Pelabuhan Merak Banten, Jumat (5\/12\/2025) sekitar pukul 11.15 WIB.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBerdasarkan rekaman CCTV diketahui, penumpang pria tersebut melompat ke laut sesaat setelah kapal bertolak dari Dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni pada pukul 10.31 WIB.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKepala Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara, mengatakan langsung menerjunkan personel untuk melakukan pencarian setelah mendapat laporan terkait insiden tersebut. Pencarian juga melibatkan Satuan Polair Polres Lampung Selatan bersama Ditpolairud Polda Lampung dan Basarnas Wilayah Bakauheni.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKorban berjenis kelamin laki-laki diduga terjatuh dari kapal di sekitar Perairan Sangiang, kami langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan menerjunkan personel Tim Rescue gabungan untuk mencari korban,\u201d kata dia.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Kasat Polair Polres Lampung Selatan, IPTU Panpan Hermayadi, mengatakan tim gabungan menggunakan RIB 02 Basarnas melakukan penyisiran di sekitar area jatuhnya korban, dengan mengikuti arus permukaan dan angin.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa juga menegaskan koordinasi dengan pihak kapal, Basarnas, dan navigasi ASDP terus dilakukan secara real-time agar pencarian dapat tepat sasaran.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSetiap informasi kami jadikan acuan untuk menguatkan dugaan posisi terakhir korban,\u201d jelasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHingga sore, korban belum ditemukan dan pencarian masih terus dilakukan. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eLampung Selatan (LB): Tim SAR gabungan mencari seorang penumpang yang dilaporkan melompat ke laut dari KMP Dorothy saat kapal tengah melaju di perairan Pulau Sangiang, dari Pelabuhan Bakauheni Lampung menuju Pelabuhan Merak Banten, Jumat (5\/12\/2025) sekitar pukul 11.15 WIB. \u200e \u200eBerdasarkan rekaman CCTV diketahui, penumpang pria tersebut melompat ke laut sesaat setelah kapal bertolak dari Dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni pada pukul 10.31 WIB. \u200e \u200eKepala Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara, mengatakan langsung menerjunkan personel untuk melakukan pencarian setelah mendapat laporan terkait insiden tersebut. Pencarian juga melibatkan Satuan Polair Polres Lampung Selatan bersama Ditpolairud Polda Lampung dan Basarnas Wilayah Bakauheni. \u200e \u200e\u201cKorban berjenis kelamin laki-laki diduga terjatuh dari kapal di sekitar Perairan Sangiang, kami langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan menerjunkan personel Tim Rescue gabungan untuk mencari korban,\u201d kata dia. \u200e \u200eSementara itu, Kasat Polair Polres Lampung Selatan, IPTU Panpan Hermayadi, mengatakan tim gabungan menggunakan RIB 02 Basarnas melakukan penyisiran di sekitar area jatuhnya korban, dengan mengikuti arus permukaan dan angin. \u200e \u200eIa juga menegaskan koordinasi dengan pihak kapal, Basarnas, dan navigasi ASDP terus dilakukan secara real-time agar pencarian dapat tepat sasaran. \u200e \u200e\u201cSetiap informasi kami jadikan acuan untuk menguatkan dugaan posisi terakhir korban,\u201d jelasnya. \u200e \u200eHingga sore, korban belum ditemukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53574,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[114],"tags":[],"class_list":["post-53573","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53573","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53573"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53573\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53575,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53573\/revisions\/53575"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53574"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53573"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53573"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53573"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}