{"id":53556,"date":"2025-12-04T14:57:32","date_gmt":"2025-12-04T07:57:32","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53556"},"modified":"2025-12-04T14:57:32","modified_gmt":"2025-12-04T07:57:32","slug":"ketua-tp-pkk-provinsi-lampung-purnama-wulan-sari-resmikan-dapur-mbg-hajimena","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/12\/04\/ketua-tp-pkk-provinsi-lampung-purnama-wulan-sari-resmikan-dapur-mbg-hajimena\/","title":{"rendered":"\u200eKetua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Resmikan Dapur MBG Hajimena"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari, meresmikan dapur makan bergizi gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Hajimena yang ditandai pemotongan pita, Kamis (4\/12\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePurnama Wulan Sari menyampaikan kehadiran SPPG Hajimena adalah wujud nyata kerja sama dan sinergi sebagai upaya memnuhi gizi masyarakat. Dia juga mengatakan SPPG Hajimena fokus pada penyediaan makanan bergizi gratis untuk masyarakat, khususnya anak sekolah dan keluarga di lingkungan sekitar.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eOleh sebab itu, Purnama Wulan Sari berharap dapur ini tidak hanya menjadi fasilitas fisik, tapi juga bentuk nyata semangat gotong royong dan pemberdayaan masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Adanya Dapur SPPG Hajimena akan menambah traffic untuk perekonomian dan juga distributor makanan, pemasok kebutuhan pokok yang semuanya selaras bersinergi dengan bekerja sama demi menciptakan makanan bergizi yang seimbang,&#8221; ucap Purnama Wulan Sari.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePIC MBG SPPG Hajimena, Mouna Sabira, melaporkan dapur ini dikelola 47 orang relawan yang 90% di antaranya berasal dari lingkungan sekitar lokasi dapur.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDi tahap awal ini, SPPG Hajimena menargetkan 1.922 penerima manfaat yang terdiri dari anak sekolah, Posyandu (termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eLayout dan standar dapur, termasuk pembuangan limbah, telah mengacu pada standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) dan berkonsultasi dengan konsultan teknik lingkungan. Kegiatan running (operasional) dapur akan dimulai pada hari Senin, 8 Desember 2025.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam kesempatan ini, Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari beserta rombongan, termasuk ketua Dharma Wanita Provinsi meninjau langsung Dapur MBG SPPG Hajimena untuk memastikan kesiapan operasional dapur. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari, meresmikan dapur makan bergizi gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Hajimena yang ditandai pemotongan pita, Kamis (4\/12\/2025). \u200e \u200ePurnama Wulan Sari menyampaikan kehadiran SPPG Hajimena adalah wujud nyata kerja sama dan sinergi sebagai upaya memnuhi gizi masyarakat. Dia juga mengatakan SPPG Hajimena fokus pada penyediaan makanan bergizi gratis untuk masyarakat, khususnya anak sekolah dan keluarga di lingkungan sekitar. \u200e \u200eOleh sebab itu, Purnama Wulan Sari berharap dapur ini tidak hanya menjadi fasilitas fisik, tapi juga bentuk nyata semangat gotong royong dan pemberdayaan masyarakat. \u200e \u200e&#8221;Adanya Dapur SPPG Hajimena akan menambah traffic untuk perekonomian dan juga distributor makanan, pemasok kebutuhan pokok yang semuanya selaras bersinergi dengan bekerja sama demi menciptakan makanan bergizi yang seimbang,&#8221; ucap Purnama Wulan Sari. \u200e \u200ePIC MBG SPPG Hajimena, Mouna Sabira, melaporkan dapur ini dikelola 47 orang relawan yang 90% di antaranya berasal dari lingkungan sekitar lokasi dapur. \u200e \u200eDi tahap awal ini, SPPG Hajimena menargetkan 1.922 penerima manfaat yang terdiri dari anak sekolah, Posyandu (termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita). \u200e \u200eLayout dan standar dapur, termasuk pembuangan limbah, telah mengacu pada standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) dan berkonsultasi dengan konsultan teknik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53557,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16,8],"tags":[],"class_list":["post-53556","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53556","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53556"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53556\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53558,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53556\/revisions\/53558"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53557"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53556"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}