{"id":53549,"date":"2025-12-04T11:22:41","date_gmt":"2025-12-04T04:22:41","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53549"},"modified":"2025-12-04T11:22:41","modified_gmt":"2025-12-04T04:22:41","slug":"korban-bencana-sumatera-sampai-pagi-ini-terdata-780-orang-meninggal-dunia-564-masih-hilang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/12\/04\/korban-bencana-sumatera-sampai-pagi-ini-terdata-780-orang-meninggal-dunia-564-masih-hilang\/","title":{"rendered":"\u200eKorban Bencana Sumatera Sampai Pagi ini Terdata 780 Orang Meninggal Dunia 564 Masih Hilang\u00a0 \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan data teranyar jumlah korban terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eData terbaru pagi ini, Kamis (4\/12\/2025) Pukul 06.25 WIB situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB) merilis jumlah korban meninggal dunia sebanyak 780 orang dilaporkan meninggal dunia dan 564 orang masih dilaporkan hilang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBerikut data terbaru korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat:<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKorban meninggal 780 orang.<br \/>\n\u200eKorban hilang 564 orang.<br \/>\n\u200eKorban terluka 2.600 orang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eRinciannya:<br \/>\n\u200eProvinsi Aceh 277 orang meninggal dan 193 orang masih hilang.<br \/>\n\u200eProvinsi Sumatera Barat, 204 meninggal dunia dan 212 orang masih hilang.<br \/>\n\u200eSumatera Utara, terdata 299 korban meninggal dunia dan 159 orang masih hilang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelain itu, banjir dan tanah longsor juga mengakibatkan infrastruktur rusak parah, di antaranya sebanyak 2.400 rumah, 74 fasilitas umum, 1 fasilitas kesehatan, 54 fasilitas pendidikan, 19 rumah ibadah dan 27 jembatan (*\/red).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan data teranyar jumlah korban terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. \u200e \u200eData terbaru pagi ini, Kamis (4\/12\/2025) Pukul 06.25 WIB situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB) merilis jumlah korban meninggal dunia sebanyak 780 orang dilaporkan meninggal dunia dan 564 orang masih dilaporkan hilang. \u200e \u200eBerikut data terbaru korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat: \u200e \u200eKorban meninggal 780 orang. \u200eKorban hilang 564 orang. \u200eKorban terluka 2.600 orang. \u200e \u200eRinciannya: \u200eProvinsi Aceh 277 orang meninggal dan 193 orang masih hilang. \u200eProvinsi Sumatera Barat, 204 meninggal dunia dan 212 orang masih hilang. \u200eSumatera Utara, terdata 299 korban meninggal dunia dan 159 orang masih hilang. \u200e \u200eSelain itu, banjir dan tanah longsor juga mengakibatkan infrastruktur rusak parah, di antaranya sebanyak 2.400 rumah, 74 fasilitas umum, 1 fasilitas kesehatan, 54 fasilitas pendidikan, 19 rumah ibadah dan 27 jembatan (*\/red).<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53550,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[406],"tags":[],"class_list":["post-53549","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53549","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53549"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53549\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53551,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53549\/revisions\/53551"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53550"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53549"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53549"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53549"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}