{"id":53518,"date":"2025-12-02T09:46:52","date_gmt":"2025-12-02T02:46:52","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53518"},"modified":"2025-12-02T09:46:52","modified_gmt":"2025-12-02T02:46:52","slug":"korban-bencana-tanah-longsor-dan-banjir-sumatera-terus-bertambah-terbaru-604-meninggal-dan-464-masih-hilang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/12\/02\/korban-bencana-tanah-longsor-dan-banjir-sumatera-terus-bertambah-terbaru-604-meninggal-dan-464-masih-hilang\/","title":{"rendered":"\u200eKorban Bencana Tanah Longsor dan Banjir Sumatera Terus Bertambah, Terbaru 604 Meninggal dan 464 Masih Hilang \u200e \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah. Terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 604 korban meninggal dunia dan 464 orang masih dalam status hilang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDikutip dari detikcom, Selasa (2\/12\/2025), penambahan jumlah korban jiwa dan orang hilang tersebut didapat dari situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAceh: 156 jiwa meninggal dan 181 jiwa hilang<br \/>\n\u200eSumatera Barat: 165 jiwa meninggal dan 114 jiwa hilang<br \/>\n\u200eSumatera Utara: 283 jiwa meninggal dan 169 jiwa hilang<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eData Pusdatin BNPB juga mencatat se banyak 2.600 jiwa terluka, dengan rincian 1.800 di Aceh, 112 di Sumbar, dan 613 di Sumut. Jumlah ini kemungkinan akan bertambah sebab hingga saat ini BNPB dan tim gabungan masih terus menyisir wilayah lokasi longsor dan aliran sungai untuk mencari para korban.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan negara akan melakukan upaya maksimal untuk mengembalikan semuanya seperti sediakala.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Pelan-pelan kami kembalikan ke normal semua,&#8221; kata Prabowo saat meninjau langsung lokasi bencana pada Senin (1\/12\/2025). (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah. Terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 604 korban meninggal dunia dan 464 orang masih dalam status hilang. \u200e \u200eDikutip dari detikcom, Selasa (2\/12\/2025), penambahan jumlah korban jiwa dan orang hilang tersebut didapat dari situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB). \u200e \u200eAceh: 156 jiwa meninggal dan 181 jiwa hilang \u200eSumatera Barat: 165 jiwa meninggal dan 114 jiwa hilang \u200eSumatera Utara: 283 jiwa meninggal dan 169 jiwa hilang \u200e \u200eData Pusdatin BNPB juga mencatat se banyak 2.600 jiwa terluka, dengan rincian 1.800 di Aceh, 112 di Sumbar, dan 613 di Sumut. Jumlah ini kemungkinan akan bertambah sebab hingga saat ini BNPB dan tim gabungan masih terus menyisir wilayah lokasi longsor dan aliran sungai untuk mencari para korban. \u200e \u200eSementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan negara akan melakukan upaya maksimal untuk mengembalikan semuanya seperti sediakala. \u200e \u200e&#8221;Pelan-pelan kami kembalikan ke normal semua,&#8221; kata Prabowo saat meninjau langsung lokasi bencana pada Senin (1\/12\/2025). (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53519,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[406],"tags":[],"class_list":["post-53518","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53518","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53518"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53518\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53520,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53518\/revisions\/53520"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53519"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53518"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53518"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53518"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}