{"id":53506,"date":"2025-12-02T06:38:34","date_gmt":"2025-12-01T23:38:34","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53506"},"modified":"2025-12-02T06:38:34","modified_gmt":"2025-12-01T23:38:34","slug":"lampung-raih-2-penghargaan-bergengsi-tata-kelola-pemerintahan-dari-kemendagri-dan-kementerian-pu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/12\/02\/lampung-raih-2-penghargaan-bergengsi-tata-kelola-pemerintahan-dari-kemendagri-dan-kementerian-pu\/","title":{"rendered":"\u200eLampung Raih 2 Penghargaan Bergengsi Tata Kelola Pemerintahan dari Kemendagri dan Kementerian PU"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eJakarta (LB)<\/strong>: Pemerintah Provinsi Lampung mencatat prestasi gemilang dengan meraih dua penghargaan bergengsi dari kementerian berbeda pada periode yang hampir bersamaan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePenghargaan pertama, adalah penghargaan untuk Kategori Penanggulangan Kemiskinan Tingkat Provinsi (Kelompok Fiskal Tinggi) pada acara Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri dan Tempo Media Group di Hotel Borobudur Jakarta (1\/12\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menerima penghargaan setelah Lampung mencatat penurunan persentase penduduk miskin 0,69 persen dan penurunan kedalaman kemiskinan 0,10 persen, melampaui rata-rata provinsi dengan fiskal tinggi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGeneral Manager Pusat Data Tempo, Chairul Anam menjelaskan penilaian dilakukan dengan kerangka dua kelompok utama, yaitu Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Kinerja Akselerasi Program Strategis Nasional.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMetode penilaian, tata kelola pemerintahan daerah (bobot 50\u201380%). Penilaian dilakukan melalui komposit dari berbagai indeks nasional, antara lain: Indeks Inovasi Daerah, Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah, Indeks SPM, Realisasi Pendapatan Daerah, Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Indeks Pencegahan Korupsi (MCP-KPK), Indeks Integritas, Indeks Daya Saing Daerah, dan Indeks Keterbukaan Informasi Publik.<\/p>\n<div id=\"attachment_53508\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-53508\" class=\"wp-image-53508 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251202-WA0013.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"802\" \/><p id=\"caption-attachment-53508\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>TERIMA PENGHARGAAN.<\/strong> Gubernur Lampung Rahmat Miezani Djausal saat menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (1\/12\/2025).<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200eSementara itu, untuk metode penilaian kinerja Akselerasi Program Strategis Nasional meliputi indikator penanggulangan kemiskinan, inflasi, akses pendidikan, akses kesehatan, penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, dan penurunan ketimpangan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePenilaian dibuat lebih adil dengan membagi peserta berdasarkan kapasitas fiskal daerah, termasuk kategori fiskal tinggi di mana Lampung berhasil menjadi yang terbaik.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePenghargaan kedua, diraih di ajang Sutami Award 2025 yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Auditorium Kementerian PU, Jakarta Selatan. Dalam ajang ini, Provinsi Lampung meraih peringkat pertama kategori Kolaborasi dan Kemitraan Pemerintah Daerah Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA). Penghargaan diterima Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eTahun ini, metode penilaian Sutami Award menjadi sorotan karena dirancang semakin komprehensif dan berbasis Integrated Water Resources Management (IWRM). Sistem penilaian difokuskan pada lima komponen utama, masing-masing memiliki indikator teknis yang mengukur efektivitas pengelolaan SDA dari aspek perencanaan hingga dampak ekonomi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eLima komponen tersebut adalah :<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e1. Penguatan Perencanaan Terpadu.<br \/>\n\u200eMenilai integrasi prinsip IWRM pada RPJMD, Renstra, dan RKPD.<br \/>\n\u200eLampung dinilai menonjol berkat pemetaan rinci potensi dan masalah di setiap DAS, khususnya Mesuji\u2013Sekampung.<br \/>\n\u200e2. Perbaikan Manajemen Aset SDA.<br \/>\n\u200ePenilaian mencakup digitalisasi aset dan penerapan preventive maintenance.<br \/>\n\u200eLampung telah mulai menerapkan digitalisasi inventaris aset bendungan, embung, dan jaringan irigasi.<br \/>\n\u200e3. Mitigasi Banjir dan Kekeringan Berbasis Sains.<br \/>\n\u200eMeliputi early warning system banjir\u2013kekeringan, rehabilitasi lahan kritis, dan penguatan vegetasi DAS.<br \/>\n\u200e4. Kolaborasi Multi-Pihak.<br \/>\n\u200eAspek ini menjadi keunggulan Lampung melalui kemitraan pemerintah\u2013swasta, perguruan tinggi, LSM, serta masyarakat dalam pengawasan DAS.<br \/>\n\u200e5. Penguatan Dampak Ekonomi SDA.<br \/>\n\u200eMenilai kontribusi pengelolaan air terhadap produksi pangan, komoditas unggulan, dan industri berbasis air yang berkelanjutan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDari hasil evaluasi, empat ruang peningkatan terbesar yang menjadi dasar penilaian, yakni: kolaborasi antar lembaga, efisiensi operasional aset SDA, konservasi DAS, peningkatan efektivitas pengurangan daya rusak air.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eLampung dinilai berhasil memaksimalkan seluruh indikator tersebut, terutama pada aspek kolaborasi lintas sektor yang menjadi alasan utama Lampung meraih penghargaan tertinggi pada kategori ini.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eJika ditarik garis besar, terdapat kesamaan metode penilaian dari dua penghargaan yang diraih Lampung :<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e1. Berbasis data dan indikator terukur.<br \/>\n\u200e2. Menekankan perencanaan strategis dan tata kelola.<br \/>\n\u200e3. Mengutamakan efektivitas kolaborasi lintas lembaga.<br \/>\n\u200e4. Mengukur dampak nyata terhadap masyarakat dan keberlanjutan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam konteks Sutami Award, Lampung unggul pada kolaborasi dan tata kelola SDA, sedangkan dalam Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah, Lampung unggul pada pengurangan kemiskinan dan manajemen pemerintahan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKedua penghargaan ini menunjukkan Lampung telah membangun ekosistem pemerintahan yang adaptif, terukur, dan kolaboratif. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama. Penguatan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan Lampung. Penghargaan ini adalah milik seluruh pemangku kepentingan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMelalui metode penilaian yang ketat dan berbasis sains, Lampung membuktikan kapasitasnya sebagai daerah yang mampu memadukan tata kelola, kolaborasi, dan inovasi untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eJakarta (LB): Pemerintah Provinsi Lampung mencatat prestasi gemilang dengan meraih dua penghargaan bergengsi dari kementerian berbeda pada periode yang hampir bersamaan. \u200e \u200ePenghargaan pertama, adalah penghargaan untuk Kategori Penanggulangan Kemiskinan Tingkat Provinsi (Kelompok Fiskal Tinggi) pada acara Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri dan Tempo Media Group di Hotel Borobudur Jakarta (1\/12\/2025). \u200e \u200eGubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menerima penghargaan setelah Lampung mencatat penurunan persentase penduduk miskin 0,69 persen dan penurunan kedalaman kemiskinan 0,10 persen, melampaui rata-rata provinsi dengan fiskal tinggi. \u200e \u200eGeneral Manager Pusat Data Tempo, Chairul Anam menjelaskan penilaian dilakukan dengan kerangka dua kelompok utama, yaitu Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Kinerja Akselerasi Program Strategis Nasional. \u200e \u200eMetode penilaian, tata kelola pemerintahan daerah (bobot 50\u201380%). Penilaian dilakukan melalui komposit dari berbagai indeks nasional, antara lain: Indeks Inovasi Daerah, Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah, Indeks SPM, Realisasi Pendapatan Daerah, Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Indeks Pencegahan Korupsi (MCP-KPK), Indeks Integritas, Indeks Daya Saing Daerah, dan Indeks Keterbukaan Informasi Publik. \u200eSementara itu, untuk metode penilaian kinerja Akselerasi Program Strategis Nasional meliputi indikator penanggulangan kemiskinan, inflasi, akses pendidikan, akses kesehatan, penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, dan penurunan ketimpangan. \u200e \u200ePenilaian dibuat lebih adil dengan membagi peserta berdasarkan kapasitas fiskal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53507,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[406,8],"tags":[],"class_list":["post-53506","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53506","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53506"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53506\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53509,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53506\/revisions\/53509"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53507"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53506"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53506"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53506"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}