{"id":53458,"date":"2025-12-01T12:45:04","date_gmt":"2025-12-01T05:45:04","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53458"},"modified":"2025-12-01T13:04:02","modified_gmt":"2025-12-01T06:04:02","slug":"parah-berada-di-jalur-utama-gedung-sdn-6-padang-cermin-bak-kandang-kambing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/12\/01\/parah-berada-di-jalur-utama-gedung-sdn-6-padang-cermin-bak-kandang-kambing\/","title":{"rendered":"\u200eParah! Berada di Jalur Utama, Gedung SDN 6 Padang Cermin bak Kandang Kambing"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200ePesawaran (LB)<\/strong>: Kondisi gedung SDN 6 Padang Cermin Kabupaten Pesawaran sangat memprihatinkan dan mendesak untuk direhabilitasi atau direvitalisasi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKondisi dinding kelas yang mengelupas serta plafon yang mulai runtuh dan bergelantungan membuat kesan kumuh dan bisa membahayakan siswa dan guru saat proses belajar mengajar di dalam kelas.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelain dinding kelas dan plafon, kerusakan cukup parah juga terjadi pada lantai, kusen dan jendela hampir seluruh kelas, yang membuat kondisi sekolah yang berada di jalur utama jalan raya Padang Cermin ini terlihat semakin kumuh sehingga akan berpengaruh pada kenyamanan siswa dalam belajar.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelain ruang kelas dan ruang guru, di komplek sekolah ini juga terdapat bangunan yang sudah lama tidak terpakai dan kondisinya sangat mengkhawatirkan karena terancam rubuh.<\/p>\n<div id=\"attachment_53459\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-53459\" class=\"wp-image-53459 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/AddText_12-01-12.33.54.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"900\" srcset=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/AddText_12-01-12.33.54.jpg 1200w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/AddText_12-01-12.33.54-320x240.jpg 320w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/AddText_12-01-12.33.54-600x450.jpg 600w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/AddText_12-01-12.33.54-80x60.jpg 80w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><p id=\"caption-attachment-53459\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>PARAH.<\/strong> Begini kondisi salah satu gedung yang tidak lagi terpakai di komplek SDN 6 Padang Cermin. Bersebelahan dengan toilet (WC), gedung ini sebaiknya segera dirubuhkan sebelum memakan korban jiwa. (Foto: lampungbarometer.id)<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200eSaat ditemui, Kepala UPTD SDN 6 Padang Cermin, Syahrir, S.Pd., mengatakan kondisi sekolah yang seperti sudah berlangsung beberapa tahun. Bahkan, ucapnya, ketika dia masuk menjadi kepala SDN 6 Padang Cermin pada 2022, kondisi sekolah tersebut memang sudah demikian.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDia juga mengatakan sudah beberapa kali mengajukan perbaikan melalui Dapodik (Data Pokok Pendidikan), termasuk mengajukan proposal.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Kalau rusak itu memang sudah lama, sudah beberapa tahun. Saat saya masuk pada 2022, kondisinya memang sudah parah. Bahkan, untuk plafon itu sudah pernah kita perbaiki walaupun hanya kita naikkan, sekarang sudah rusak lagi,&#8221; ucap Syahrir.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDia juga mengungkapkan pernah pihak Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran datang berkunjung ke sekolahnya, dan menyebut sekolahnya seperti kandang kambing.<\/p>\n<div id=\"attachment_53460\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-53460\" class=\"wp-image-53460 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/AddText_12-01-12.32.06.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"900\" srcset=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/AddText_12-01-12.32.06.jpg 1200w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/AddText_12-01-12.32.06-320x240.jpg 320w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/AddText_12-01-12.32.06-600x450.jpg 600w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/AddText_12-01-12.32.06-80x60.jpg 80w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><p id=\"caption-attachment-53460\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>MENGELUPAS<\/strong>. Tampak dinding ruang kelas yang mengelupas serta plafon yang rusak. (Foto:lampungbarometer.id)<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200e\u200e&#8221;Pernah ada dari dinas yang datang meninjau dan bilang sekolah ini kayak kandang kambing, dan sampai hari ini kondisinya masih sama, bahkan lebih buruk. Sudah kita sampaikan di dapodik, pernah juga kita mengajukan proposal untuk perbaikan, tapi sampai sekarang kondisinya masih sama,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Selanjutnya Syahrir menyampaikan saat ini sekolah yang dipimpinnya memiliki 221 siswa dan 14 guru. Oleh sebab itu, dia sangat berharap agar sekolah tersebut segera diperbaiki agar siswa bisa nyaman belajar dan pihak sekolah juga merasa tenang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Jujur saja dengan kondisi gedung dan plafon begini, tentu kadang-kadang kita was-was juga, apalagi kalau pas hujan takut plafon runtuh atau finding jebol. Ini berbahaya bagi anak dan guru,&#8221; ungkapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDia berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran maupun legislatif bisa memberi perhatian serius dan mencari solusi terhadap kondisi tersebut. Sebab, menurutnya, semakin lama dibiarkan maka kondisinya akan semakin parah.<\/p>\n<div id=\"attachment_53464\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-53464\" class=\"wp-image-53464 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/AddText_12-01-12.27.01.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"900\" srcset=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/AddText_12-01-12.27.01.jpg 1200w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/AddText_12-01-12.27.01-320x240.jpg 320w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/AddText_12-01-12.27.01-600x450.jpg 600w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/AddText_12-01-12.27.01-80x60.jpg 80w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><p id=\"caption-attachment-53464\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>RUANG KELAS<\/strong>. Begini kondisi salah satu ruang kelas di SDN 6 Padang Cermin. (Foto: lampungbarometer.id)<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200e&#8221;Kepada Pemerintah dan Bapak Ibu Dewan kami berharap agar sekolah kami bisa mendapat rehabilitasi agar aiswa bisa belajar dengan aman dan nyaman,&#8221; ujar Syahrir, Senin (1\/12\/2025). (Ansori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200ePesawaran (LB): Kondisi gedung SDN 6 Padang Cermin Kabupaten Pesawaran sangat memprihatinkan dan mendesak untuk direhabilitasi atau direvitalisasi. \u200e \u200eKondisi dinding kelas yang mengelupas serta plafon yang mulai runtuh dan bergelantungan membuat kesan kumuh dan bisa membahayakan siswa dan guru saat proses belajar mengajar di dalam kelas. \u200e \u200eSelain dinding kelas dan plafon, kerusakan cukup parah juga terjadi pada lantai, kusen dan jendela hampir seluruh kelas, yang membuat kondisi sekolah yang berada di jalur utama jalan raya Padang Cermin ini terlihat semakin kumuh sehingga akan berpengaruh pada kenyamanan siswa dalam belajar. \u200e \u200eSelain ruang kelas dan ruang guru, di komplek sekolah ini juga terdapat bangunan yang sudah lama tidak terpakai dan kondisinya sangat mengkhawatirkan karena terancam rubuh. \u200eSaat ditemui, Kepala UPTD SDN 6 Padang Cermin, Syahrir, S.Pd., mengatakan kondisi sekolah yang seperti sudah berlangsung beberapa tahun. Bahkan, ucapnya, ketika dia masuk menjadi kepala SDN 6 Padang Cermin pada 2022, kondisi sekolah tersebut memang sudah demikian. \u200e \u200eDia juga mengatakan sudah beberapa kali mengajukan perbaikan melalui Dapodik (Data Pokok Pendidikan), termasuk mengajukan proposal. \u200e \u200e&#8221;Kalau rusak itu memang sudah lama, sudah beberapa tahun. Saat saya masuk pada 2022, kondisinya memang sudah parah. Bahkan, untuk plafon itu sudah pernah kita perbaiki walaupun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53461,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-53458","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53458","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53458"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53458\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53467,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53458\/revisions\/53467"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53461"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53458"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53458"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53458"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}