{"id":53446,"date":"2025-11-30T21:44:27","date_gmt":"2025-11-30T14:44:27","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53446"},"modified":"2025-11-30T21:44:27","modified_gmt":"2025-11-30T14:44:27","slug":"korban-meninggal-bencana-banjir-aceh-sumut-dan-sumbar-bertambah-jadi-316-orang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/11\/30\/korban-meninggal-bencana-banjir-aceh-sumut-dan-sumbar-bertambah-jadi-316-orang\/","title":{"rendered":"\u200eKorban Meninggal Bencana Banjir Aceh, Sumut dan Sumbar Bertambah Jadi 316 Orang \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan update korban meninggal dunia akibat bencana alam banjir hingga tanah longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) se banyak 316 orang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Korban meninggal dunia di Sumut mencapai 172 orang, Aceh 54 orang, dan Sumbar 90 orang,&#8221; ungkap Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dalam jumpa pers seperti disiarkan di kanal siaran YouTube Kompas TV, Minggu (30\/11\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBerikut ini korban meninggal dunia dan korban hilang di 3 provinsi tersebut:<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAceh: 54 orang tewas, 55 orang hilang<br \/>\n\u200eSumatera Barat: 90 orang meninggal dunia, 87 orang hilang<br \/>\n\u200eSumatera Utara: 172 orang meninggal, 147 orang hilang<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSuharyanto juga meminta penanganan bencana dipercepat. Dia menyebutkan saat ini listrik dan air di lokasi bencana relatif sudah pulih meskipun banyak yang padam.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Listrik, air ini juga relatif sudah pulih tapi masih banyak yang padam. Kami tahu dari PLN sudah menyebar personelnya mohon ini lebih cepat lagi khususnya di daerah-daerah yang terisolir karena itu juga sangat dibutuhkan masyarakat,&#8221; ujarnya. (*\/red)<br \/>\n\u200e<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan update korban meninggal dunia akibat bencana alam banjir hingga tanah longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) se banyak 316 orang. \u200e \u200e&#8221;Korban meninggal dunia di Sumut mencapai 172 orang, Aceh 54 orang, dan Sumbar 90 orang,&#8221; ungkap Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dalam jumpa pers seperti disiarkan di kanal siaran YouTube Kompas TV, Minggu (30\/11\/2025). \u200e \u200eBerikut ini korban meninggal dunia dan korban hilang di 3 provinsi tersebut: \u200e \u200eAceh: 54 orang tewas, 55 orang hilang \u200eSumatera Barat: 90 orang meninggal dunia, 87 orang hilang \u200eSumatera Utara: 172 orang meninggal, 147 orang hilang \u200e \u200eSuharyanto juga meminta penanganan bencana dipercepat. Dia menyebutkan saat ini listrik dan air di lokasi bencana relatif sudah pulih meskipun banyak yang padam. \u200e \u200e&#8221;Listrik, air ini juga relatif sudah pulih tapi masih banyak yang padam. Kami tahu dari PLN sudah menyebar personelnya mohon ini lebih cepat lagi khususnya di daerah-daerah yang terisolir karena itu juga sangat dibutuhkan masyarakat,&#8221; ujarnya. (*\/red) \u200e<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53447,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[406],"tags":[],"class_list":["post-53446","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53446","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53446"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53446\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53448,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53446\/revisions\/53448"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53447"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53446"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53446"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53446"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}