{"id":53442,"date":"2025-11-30T21:16:40","date_gmt":"2025-11-30T14:16:40","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53442"},"modified":"2025-11-30T21:16:40","modified_gmt":"2025-11-30T14:16:40","slug":"wakil-gubernur-lampung-tanam-25-000-mangrove-di-marines-ecopark-piabung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/11\/30\/wakil-gubernur-lampung-tanam-25-000-mangrove-di-marines-ecopark-piabung\/","title":{"rendered":"\u200eWakil Gubernur Lampung Tanam 25.000 Mangrove di Marines Ecopark Piabung"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200ePesawaran (LB)<\/strong>: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memimpin kegiatan penanaman 25.000 bibit mangrove di Marines Ecopark, Piabung, Pesawaran, Minggu (30\/11\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKolaborasi penanaman 25.000 mangrove ini melibatkan Pemerintah Provinsi Lampung, PT Angkasa Pura Indonesia, Golden Tulip Springhill, Bank BRI, PLN, Pertamina, serta berbagai pihak lainnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan langkah strategis melindungi pesisir dari ancaman abrasi, perubahan iklim, dan degradasi ekosistem.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Pada hari ini ada tiga acara yang bersamaan yaitu penanaman mangrove bersamaan dengan HUT Korps Marinir, acara bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Festival Way Kambas,&#8221; ucap Wagub.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Dua Acara lainnya itu pesertanya banyak, kemudian saya menilai value-nya. Kenapa saya memilih hadir menanam mangrove, karena saya menilai value-nya yang paling besar adalah kalau saya tidak menanam mangrove hari ini, bisa jadi pelaksanaan yang dilaksanakan Festival Way Kambas dan acara seremonial lainnya tidak terlaksana lagi tahun depan karena ada hal-hal yang sifatnya ekologis, bisa mengancam bumi kita kalau kita tidak melaksanakan hari ini,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<div id=\"attachment_53444\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-53444\" class=\"wp-image-53444 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251130-WA0161.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"1200\" srcset=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251130-WA0161.jpg 1200w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251130-WA0161-80x80.jpg 80w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><p id=\"caption-attachment-53444\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>TANAM MANGROVE.<\/strong> Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menanam 25.000 Batang mangrove di Marines Ecopark Pesawaran, Lampung, Minggu (30\/11\/2025).<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200eJihan juga menyampaikan keprihatinannya atas berbagai bencana ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa pekan terakhir.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Itu semua adalah akumulasi. Bukan sebab akibat dari satu dua hari, bukan sebab akibat satu dua orang, tetapi memang sebuah akumulasi yang disebabkan banyak aktivitas yang tidak bertanggung jawab. Banyak aktivitas yang menganggap bumi kita sebagai objek eksploitasi terus menerus tanpa memikirkan keseimbangan, tanpa memikirkan keberlanjutan,&#8221; ujar Jihan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurutnya, kondisi tersebut harus menjadi refleksi kerusakan alam telah terjadi nyata dan membutuhkan tindakan kolektif yang terencana.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDia menegaskan bumi bukan objek eksploitasi, melainkan rumah yang harus kita rawat, yang harus kita pikirkan ada manusia-manusia yang akan hidup di kemudian hari, membutuhkan bumi sebagai rumah, membutuhkan bumi sebagai tempat untuk hidup, untuk menumbuhkan harapan, dan cita-cita dan lain sebagainya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDia juga menekankan penanganan persoalan lingkungan tidak boleh berhenti saat bencana muncul, tetapi dimulai dari pencegahan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cHari ini kita mengambil langkah nyata untuk memperbaiki semuanya. Hari ini kita menanam mangrove sebagai investasi masa depan sehingga anak cucu kita dapat menikmati Lampung yang indah,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSebanyak 25.000 bibit mangrove ditanam pada kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat sabuk hijau pesisir dan mengurangi risiko abrasi maupun dampak perubahan iklim. Wagub mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat serta berharap kerja sama ini berlanjut secara konsisten.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKolaborasi ini harus terus berlanjut, tidak berhenti pada seremonial. Lingkungan adalah tanggung jawab kita semua,\u201d tegasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePenanaman mangrove ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga keseimbangan alam.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eUsai menanam mangrove, Wakil Gubernur menghadiri acara puncak peringatan HUT Ke-80 Marinir. Bersama Panglima Korps Marinir, Letnan Jendral TNI (Mar) Endi Supardi, Wagub meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam rangkan HUT Ke-80, Marinir mengadakan sejumlah kegiatan, antara lain Marines Adventure Trail 2025; kegiatan bakti sosial yang meliputi pembagian MBG, pembagian sembako bagi warga kurang mampu, UMKM dan pasar murah; kegiatan bakti kesehatan meliputi donor darah, pengobatan umum, pemeriksaan mata dan gigi, dan penyuluhan stunting. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200ePesawaran (LB): Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memimpin kegiatan penanaman 25.000 bibit mangrove di Marines Ecopark, Piabung, Pesawaran, Minggu (30\/11\/2025). \u200e \u200eKolaborasi penanaman 25.000 mangrove ini melibatkan Pemerintah Provinsi Lampung, PT Angkasa Pura Indonesia, Golden Tulip Springhill, Bank BRI, PLN, Pertamina, serta berbagai pihak lainnya. \u200e \u200eDalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan langkah strategis melindungi pesisir dari ancaman abrasi, perubahan iklim, dan degradasi ekosistem. \u200e \u200e&#8221;Pada hari ini ada tiga acara yang bersamaan yaitu penanaman mangrove bersamaan dengan HUT Korps Marinir, acara bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Festival Way Kambas,&#8221; ucap Wagub. \u200e \u200e&#8221;Dua Acara lainnya itu pesertanya banyak, kemudian saya menilai value-nya. Kenapa saya memilih hadir menanam mangrove, karena saya menilai value-nya yang paling besar adalah kalau saya tidak menanam mangrove hari ini, bisa jadi pelaksanaan yang dilaksanakan Festival Way Kambas dan acara seremonial lainnya tidak terlaksana lagi tahun depan karena ada hal-hal yang sifatnya ekologis, bisa mengancam bumi kita kalau kita tidak melaksanakan hari ini,&#8221; imbuhnya. \u200eJihan juga menyampaikan keprihatinannya atas berbagai bencana ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa pekan terakhir. \u200e \u200e&#8221;Itu semua adalah akumulasi. Bukan sebab akibat dari satu dua hari, bukan sebab akibat satu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53443,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-53442","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53442","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53442"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53442\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53445,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53442\/revisions\/53445"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53443"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53442"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53442"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53442"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}