{"id":53402,"date":"2025-11-26T14:46:51","date_gmt":"2025-11-26T07:46:51","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53402"},"modified":"2025-12-01T19:22:53","modified_gmt":"2025-12-01T12:22:53","slug":"lampung-fest-2025-resmi-ditutup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/11\/26\/lampung-fest-2025-resmi-ditutup\/","title":{"rendered":"\u200eLampung Fest 2025 Resmi Ditutup"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Kegiatan Lampung Fest 2025 yang berlangsung sejak 12 November 2025, resmi ditutup oleh Gubernur Lampung diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekubang) Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto, Selasa (25\/11\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam sambutan tertulisnya, \u200bGubernur Lampung mengatakan sektor pariwisata Lampung menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif dan signifikan.\u200bMenurut data Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung, jumlah kunjungan wisatawan domestik pada 2024 mencapai 17,87 juta orang, jauh melampaui target awal sebesar 7,5 juta orang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eOleh karena itu, tahun 2025 ini Disparekraf Lampung menargetkan 20 juta kunjungan wisatawan. \u200bOptimisme pencapaian target didukung peningkatan kunjungan wisatawan yang signifikan hingga pertengahan 2025 yang telah mencapai 15,4 juta orang. Angka ini menunjukkan peningkatan 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana kunjungan pada Juli 2024 berada di kisaran 12 juta orang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u200bGubernur kemudian mengarahkan agar Lampung Fest diposisikan sebagai bagian integral dari rencana pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif jangka panjang daerah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u200b\u201cSebagai sebuah perhelatan budaya, Lampung Fest kita arahkan menjadi bagian dari rencana pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif jangka panjang, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,\u201d ujar Gubernur.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u200bAcara ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, mendorong durasi tinggal yang lebih lama, serta meningkatkan perputaran ekonomi di masyarakat lokal dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u200bSelanjutnya Gubernur menekankan setiap kegiatan pariwisata di Lampung, termasuk Lampung Fest, harus mengedepankan prinsip pariwisata berkelanjutan, yang mencakup:<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenjaga Kelestarian: Upaya menjaga kelestarian alam dan lingkungan destinasi.<br \/>\n\u200ePariwisata Inklusif: Memberikan ruang dan manfaat yang adil bagi masyarakat lokal dan komunitas kreatif.<br \/>\n\u200ePariwisata Berbudaya: Menekankan nilai-nilai adat, tradisi, dan toleransi sebagai ciri khas Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u200b\u201cAtas nama Pemerintah Provinsi Lampung, kami mengapresiasi seluruh panitia dan tim teknis, para pelaku seni dan pengisi acara, juga untuk para petugas keamanan, kebersihan, kesehatan, serta rekan-rekan media yang telah membantu menyebarkan informasi. Tanpa kerja keras dan sinergi yang baik, Lampung Fest 2025 tidak akan berjalan lancar seperti yang kita rasakan malam ini,\u201d ucap Gubernur.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u200bAcara penutupan ini dihadiri Sekretaris Deputi Bidang Kreatif, Budaya, dan Desain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Amir Hamzah, Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, perwakilan Forkopimda, perwakilan Bupati\/Wali Kota se-Provinsi Lampung, serta para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Kegiatan Lampung Fest 2025 yang berlangsung sejak 12 November 2025, resmi ditutup oleh Gubernur Lampung diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekubang) Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto, Selasa (25\/11\/2025). \u200e \u200eDalam sambutan tertulisnya, \u200bGubernur Lampung mengatakan sektor pariwisata Lampung menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif dan signifikan.\u200bMenurut data Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung, jumlah kunjungan wisatawan domestik pada 2024 mencapai 17,87 juta orang, jauh melampaui target awal sebesar 7,5 juta orang. \u200e \u200eOleh karena itu, tahun 2025 ini Disparekraf Lampung menargetkan 20 juta kunjungan wisatawan. \u200bOptimisme pencapaian target didukung peningkatan kunjungan wisatawan yang signifikan hingga pertengahan 2025 yang telah mencapai 15,4 juta orang. Angka ini menunjukkan peningkatan 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana kunjungan pada Juli 2024 berada di kisaran 12 juta orang. \u200e \u200e\u200bGubernur kemudian mengarahkan agar Lampung Fest diposisikan sebagai bagian integral dari rencana pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif jangka panjang daerah. \u200e \u200e\u200b\u201cSebagai sebuah perhelatan budaya, Lampung Fest kita arahkan menjadi bagian dari rencana pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif jangka panjang, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,\u201d ujar Gubernur. \u200e \u200e\u200bAcara ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, mendorong durasi tinggal yang lebih lama, serta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53403,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-53402","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53402","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53402"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53402\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53404,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53402\/revisions\/53404"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53403"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53402"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53402"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53402"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}