{"id":53347,"date":"2025-11-24T19:24:16","date_gmt":"2025-11-24T12:24:16","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53347"},"modified":"2025-12-01T19:24:38","modified_gmt":"2025-12-01T12:24:38","slug":"wamendagri-ingatkan-sinergi-pusat-dan-daerah-dalam-pengendalian-inflasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/11\/24\/wamendagri-ingatkan-sinergi-pusat-dan-daerah-dalam-pengendalian-inflasi\/","title":{"rendered":"Wamendagri Ingatkan Sinergi Pusat dan Daerah dalam Pengendalian Inflasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekubang) Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah 2025 yang dirangkai Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah secara virtual di Ruang Command Center Lt. II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (24\/11\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eWamendagri Akhmad Wiyagus dalam arahannya menekankan rakor ini merupakan agenda rutin yang menjadi instruksi Presiden terkait pentingnya sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam mengendalikan inflasi serta mendorong capaian agenda prioritas nasional.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Rapat ini merupakan agenda rutin yang menjadi arahan langsung Bapak Presiden, yang menekankan pentingnya sinergi konsisten antara Pemerintah Pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi di daerah serta beberapa agenda prioritas nasional yang perlu dibahas bersama,&#8221; ucapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eWamendagri juga menjelaskan Presiden secara khusus menegaskan pemerintah memiliki perangkat pengendali inflasi yang lengkap sehingga kolaborasi seluruh elemen sangat dibutuhkan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDia menjelaskan secara nasional inflasi pada Oktober 2025 tercatat 2,86% (year-on-year), berada dalam rentang target inflasi nasional yaitu 1,5%\u20133,5%. Komoditas penyumbang utama inflasi meliputi emas perhiasan, cabai, dan beras. Secara month-to-month, komoditas yang memberi andil terbesar juga relatif sama, yaitu emas perhiasan, cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eWamendagri menyoroti tingginya harga emas internasional yang memicu lonjakan harga emas dalam negeri hingga mencapai Rp2.237.000,00 per gram.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Harga emas yang melonjak cukup tinggi secara internasional akibat tingginya permintaan berdampak pada kenaikan harga dalam negeri. Laporan terbaru World Gold Council menunjukkan dua dari tiga orang Indonesia berinvestasi emas, dan tren ini diperkirakan berlanjut dalam 12 bulan ke depan,&#8221; jelasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurutnya, emas kini menjadi instrumen pilihan masyarakat Indonesia untuk menjaga ketahanan finansial dan menyediakan dana darurat. Selanjutnya, dia mengapresiasi pemerintah daerah yang mampu menjaga inflasi dalam rentang target nasional. Meskipun demikian, ia memberikan atensi khusus kepada daerah yang masih mencatatkan inflasi relatif tinggi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBerdasarkan data perkembangan harga pada minggu ketiga November 2025, tiga komoditas yang paling banyak mengalami kenaikan harga di berbagai daerah adalah bawang merah, telur ayam ras, dan cabai merah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, turut memaparkan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) berdasarkan pencatatan SP2KP hingga 21 November 2025. Pada minggu ketiga (M3) November 2025, ucap Amalia, terdapat 6 provinsi mengalami kenaikan IPH, 31 provinsi mengalami penurunan, dan 1 provinsi tercatat stabil.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAdapun komoditas penyumbang utama kenaikan IPH di enam provinsi tersebut adalah cabai merah, yang sejak beberapa minggu terakhir terus mengalami tekanan harga. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekubang) Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah 2025 yang dirangkai Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah secara virtual di Ruang Command Center Lt. II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (24\/11\/2025). \u200e \u200eWamendagri Akhmad Wiyagus dalam arahannya menekankan rakor ini merupakan agenda rutin yang menjadi instruksi Presiden terkait pentingnya sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam mengendalikan inflasi serta mendorong capaian agenda prioritas nasional. \u200e \u200e&#8221;Rapat ini merupakan agenda rutin yang menjadi arahan langsung Bapak Presiden, yang menekankan pentingnya sinergi konsisten antara Pemerintah Pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi di daerah serta beberapa agenda prioritas nasional yang perlu dibahas bersama,&#8221; ucapnya. \u200e \u200eWamendagri juga menjelaskan Presiden secara khusus menegaskan pemerintah memiliki perangkat pengendali inflasi yang lengkap sehingga kolaborasi seluruh elemen sangat dibutuhkan. \u200e \u200eDia menjelaskan secara nasional inflasi pada Oktober 2025 tercatat 2,86% (year-on-year), berada dalam rentang target inflasi nasional yaitu 1,5%\u20133,5%. Komoditas penyumbang utama inflasi meliputi emas perhiasan, cabai, dan beras. Secara month-to-month, komoditas yang memberi andil terbesar juga relatif sama, yaitu emas perhiasan, cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras. \u200e \u200eWamendagri menyoroti tingginya harga emas internasional yang memicu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53348,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[412,406,8],"tags":[],"class_list":["post-53347","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-ekonomi-dan-bisnis","category-nasional","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53347","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53347"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53347\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53349,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53347\/revisions\/53349"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53348"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53347"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53347"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53347"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}