{"id":53265,"date":"2025-11-17T08:27:36","date_gmt":"2025-11-17T01:27:36","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53265"},"modified":"2025-12-01T19:32:52","modified_gmt":"2025-12-01T12:32:52","slug":"congrat-722-penerima-bantuan-pkh-di-lampung-tengah-lulus-graduasi-mandiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/11\/17\/congrat-722-penerima-bantuan-pkh-di-lampung-tengah-lulus-graduasi-mandiri\/","title":{"rendered":"\u200e&#8217;Congrat&#8217;, 722 Penerima Bantuan PKH di Lampung Tengah Lulus Graduasi Mandiri"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eLampung Tengah (LB)<\/strong>: Sebanyak 722 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lampung Tengah resmi graduasi mandiri, keluar dari kepesertaan bantuan sosial berdasarkan kemampuan dan kemandirian mereka sendiri, Minggu (16\/11\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHal ini disampaikan dalam acara peringatan Hari Lahir Pasar Tradisional PKH yang dirangkai dengan Wisuda Penerima Manfaat PKH, di Lapangan Dusun III, Kampung Terbanggi Besar, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah yang dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, beserta jajaran pemerintah provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePendamping PKH Wilayah Terbanggi Besar dan Bandarjaya, Lilis Suryati Syahputeri, dalam laporannya menyampaikan capaian 722 graduasi mandiri ini merupakan tonggak penting bagi Lampung Tengah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cIni berarti 722 keluarga telah naik kelas, menjadi lebih mandiri dan berhasil keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial. Graduasi mandiri adalah bukti kemiskinan dapat diantarkan menuju akhir, bukan diwariskan,\u201d ujar Lilis.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menjelaskan keberhasilan graduasi tidak terlepas dari dukungan menyeluruh antara pendamping PKH, pemerintah kampung, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Dalam tiga tahun terakhir, berbagai inisiatif pemberdayaan ekonomi, termasuk Pasar Tradisional PKH, berperan penting mendorong KPM meningkatkan pendapatan keluarga.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-53266\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251116-WA0302.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"800\" \/><br \/>\n\u200ePasar Tradisional PKH Terbanggi Besar dirintis sejak 2021 oleh pendamping dengan dukungan pemerintah desa, kecamatan, dan Korkab KKTB kala itu, Fathol Ariefin, yang kini menjabat Kepala Dinas PMK Lampung Tengah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cDengan dukungan Bapak Gubernur dan Bapak Bupati, kami berharap pasar ini berkembang menjadi pusat ekonomi rakyat. Lengkap dengan fasilitas seperti layanan perbankan, apotek, dan minimarket sehingga semakin banyak keluarga PKH yang siap graduasi mandiri,\u201d lanjut Lilis.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam arahannya, Gubernur menyampaikan Lampung berada pada jalur yang tepat untuk menurunkan kemiskinan secara signifikan. Menurut Gubernur, saat ini Lampung memiliki sekitar 900 ribu keluarga miskin dengan tingkat kemiskinan 8\u201310 persen, dan kemiskinan ekstrem sekitar 80 ribu keluarga.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGubernur Mirza menjelaskan bahwa Lampung memiliki 1.900 pendamping PKH yang mendampingi 480 ribu KPM.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cJika satu pendamping bisa menggraduasi 10 keluarga setiap tahun, maka setiap tahun 20 ribu keluarga keluar dari kemiskinan. Dalam lima tahun, itu berarti 100 ribu keluarga atau 300 ribu jiwa. Tahun 2029, tingkat kemiskinan Lampung bisa turun ke bawah 6 persen. Ini sangat mungkin,\u201d ucap Gubernur Mirza.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eData di lapangan bahkan menunjukkan capaian luar biasa. Ibu Siti telah menggraduasi 70 keluarga, Ibu Noni 30 keluarga, dan Pak Hardiyanto 18 keluarga.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKalau capaian seperti ini dilakukan serentak, insya Allah pada 2029 tidak ada lagi kemiskinan ekstrem di Lampung. Pendamping PKH adalah pahlawan, tombak terdepan pengentasan kemiskinan ada di tangan mereka,\u201d kata Gubernur.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDia juga menegaskan salah satu kebijakan pertamanya sebagai Gubernur adalah menaikkan insentif pendamping PKH. Menjadikan Lampung sebagai provinsi dengan insentif pendamping PKH tertinggi se-Indonesia.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cMemberi insentif Rp500 ribu per bulan itu masih jauh lebih kecil dibanding manfaat ekonomi yang bisa dihasilkan jika pendamping mampu mengeluarkan puluhan ribu keluarga dari kemiskinan,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMirza juga mengapresiasi pendamping PKH dan tim kabupaten yang berhasil menjadi pionir dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yakni sistem data tunggal sosial ekonomi yang menjadi rujukan seluruh program pemerintah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cDengan DTSEN bantuan tidak lagi diberikan berdasarkan kedekatan, tapi berdasarkan data. Ini adalah lompatan besar dalam memastikan seluruh program tepat sasaran,\u201d tegasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menambahkan banyak program nasional akan hadir di Lampung Tengah, antara lain: MBG, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, program peternakan, perikanan kolam, dan lainnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGubernur meminta agar UMKM PKH, terutama yang sudah lulus graduasi, diprioritaskan memasok kebutuhan MBG dan dapur-dapur di Lampung Tengah. Pendamping juga diminta membuka akses pasar bagi usaha keluarga yang sudah mandiri.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cFondasi pembangunan adalah keluarga yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing, dan itu hanya bisa diwujudkan jika kita bergerak bersama memastikan program tepat sasaran, dan pendamping bekerja sepenuh hati,\u201d ucapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, dalam sambutannya menekankan Pasar PKH Terbanggi Besar adalah contoh nyata keberhasilan gerakan ekonomi lokal yang dirintis dari bawah kemudian diperkuat pemerintah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSetiap pekan, perputaran uang di Pasar PKH ini mencapai 40\u201350 juta rupiah. Ini motor ekonomi warga,\u201d ujar Ardito.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cBantuan sosial itu sementara, pemberdayaan itu selamanya. Dengan dukungan Presiden dan Gubernur yang turun langsung melihat masyarakat, mari kita manfaatkan momentum ini untuk memutus rantai kemiskinan secara menyeluruh,\u201d tegas Ardito.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam kegiatan ini juga dilakukan prosesi seremonial graduasi, penyerahan bantuan modal, dan peninjauan Pasar Tradisional PKH. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eLampung Tengah (LB): Sebanyak 722 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lampung Tengah resmi graduasi mandiri, keluar dari kepesertaan bantuan sosial berdasarkan kemampuan dan kemandirian mereka sendiri, Minggu (16\/11\/2025). \u200e \u200eHal ini disampaikan dalam acara peringatan Hari Lahir Pasar Tradisional PKH yang dirangkai dengan Wisuda Penerima Manfaat PKH, di Lapangan Dusun III, Kampung Terbanggi Besar, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah yang dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, beserta jajaran pemerintah provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa. \u200e \u200ePendamping PKH Wilayah Terbanggi Besar dan Bandarjaya, Lilis Suryati Syahputeri, dalam laporannya menyampaikan capaian 722 graduasi mandiri ini merupakan tonggak penting bagi Lampung Tengah. \u200e \u200e\u201cIni berarti 722 keluarga telah naik kelas, menjadi lebih mandiri dan berhasil keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial. Graduasi mandiri adalah bukti kemiskinan dapat diantarkan menuju akhir, bukan diwariskan,\u201d ujar Lilis. \u200e \u200eIa menjelaskan keberhasilan graduasi tidak terlepas dari dukungan menyeluruh antara pendamping PKH, pemerintah kampung, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Dalam tiga tahun terakhir, berbagai inisiatif pemberdayaan ekonomi, termasuk Pasar Tradisional PKH, berperan penting mendorong KPM meningkatkan pendapatan keluarga. \u200ePasar Tradisional PKH Terbanggi Besar dirintis sejak 2021 oleh pendamping dengan dukungan pemerintah desa, kecamatan, dan Korkab KKTB kala itu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53267,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[200,8],"tags":[],"class_list":["post-53265","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-tengah","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53265","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53265"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53265\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53268,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53265\/revisions\/53268"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53267"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53265"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53265"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53265"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}