{"id":53229,"date":"2025-11-13T10:54:07","date_gmt":"2025-11-13T03:54:07","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53229"},"modified":"2025-11-13T10:54:07","modified_gmt":"2025-11-13T03:54:07","slug":"warning-produk-sepatu-dan-24-perusahaan-di-kawasan-cikande-serang-diduga-terpapar-radiasi-berbahaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/11\/13\/warning-produk-sepatu-dan-24-perusahaan-di-kawasan-cikande-serang-diduga-terpapar-radiasi-berbahaya\/","title":{"rendered":"\u200eWarning! Produk Sepatu dan 24 Perusahaan di Kawasan Cikande, Serang Diduga Terpapar Radiasi Berbahaya \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Kasus dugaan paparan bahan radioaktif Cs-137 menjadi sorotan setelah dua kontainer produk sepatu asal Indonesia dikembalikan Amerika Serikat karena diduga terpapar radionuklida buatan yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenanggapi kasus ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengonfirmasi pabrik sepatu milik PT Nikomas Gemilang, pemasok untuk merek global Nike dan Adidas, turut terdampak paparan radiasi Cesium-137 (Cs-137). Temuan ini merupakan bagian dari investigasi terhadap 24 perusahaan di kawasan industri yang diduga terpapar zat radioaktif tersebut.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDirektur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier, menjelaskan kasus kontaminasi ini di sepatu pertama kali menarik perhatian internasional ketika otoritas Bea Cukai Belanda melaporkan temuan sepatu kets asal Indonesia yang mengandung radiasi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa mengungkapkan laporan terkait kontaminasi Cs-137 di sepatu ini diterima Kemenperin jauh sebelum otoritas Amerika Serikat mempersoalkan produk udang beku asal Indonesia.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami perlu menyampaikan hal ini karena masyarakat hebohnya hanya dengan udang, tapi jauh sebelumnya kami sudah menerima laporan dari Bea Cukai Belanda terhadap hasil temuan beberapa kotak sepatu kets yang memiliki paparan radiasi maksimal 110 nanosievert per jam akibat Cesium-137,\u201d katanya dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI, seperti dikutip dari YouTube DPR RI, Rabu (12\/11\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eTaufiek mengungkapkan, ada dua kemungkinan paparan radiasi ini berasal, pertama dari lokal dan kedua dari impor scrap metal untuk kebutuhan industri baja nasional.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cTapi posisi kedua ini tidak boleh dilakukan karena importasi scrap tidak boleh diperjualbelikan. Kalau suppliernya dari dalam negeri, kemungkinan adalah baja atau bekas peralatan medis yang punya kemungkinan untuk memberikan kontaminan pada saat peleburan,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDari total 22 perusahaan yang teridentifikasi, proses dekontaminasi telah dilaksanakan oleh Bapeten, BRIN, dan Kepolisian. \u201cPada saat terakhir kami mengikuti rapat koordinasi, sekitar 22 titik sudah didekontaminasi,\u201d kata Taufiek.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMeski demikian, sebagian besar perusahaan dilaporkan tetap beroperasi secara normal. Adapun, sebanyak 1.561 pekerja BMS dan PMT di kawasan industri tersebut telah menjalani tes kesehatan, demikian pula dengan warga sekitar. Dari seribuan pekerja yang dites tersebut, terdapat 9 orang yang positif terpapar Cs-137.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKini mereka sudah pulang ke rumah masing-masing,\u201d ucapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eUntuk mencegah terulangnya kejadian serupa, Kemenperin memastikan seluruh pelaku industri logam yang menggunakan bahan baku scrap wajib memasang radiation portal monitoring (RPM) dan continuous emission monitoring system (CEMS).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cs-137, Bara Krishna Hasibuan, menjelaskan produk berasal dari perusahaan industri alas kaki di luar kawasan industri utama, tetapi masih dalam radius sekitar 5 kilometer dari sumber kontaminasi, yakni fasilitas milik PT Peter Metal Technology (PT PMT).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Terdapat dua kontainer suspect Cs-137 yang dipulangkan kembali ke Indonesia. Produk berasal dari industri alas kaki di Cikande, radius 5 kilometer dari sumber kontaminasi,&#8221; kata Bara dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Selasa (12\/11\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKemenperin menyatakan proses produksi di perusahaan terkait kini telah dinyatakan aman setelah mendapat surat clearance dari Bapeten (Badan Pengawas Tenaga Nuklir).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Sudah selesai, sudah di-clearance. Tidak ada masalah,&#8221; ujar Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin, Taufik Bawazier, menanggapi kasus ini.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMeskipun dinyatakan aman secara operasional, sejumlah pakar mengingatkan efek jangka panjang paparan Cesium-137 sebab zat tersebut adalah radionuklida buatan yang memancarkan radiasi beta dan gamma, dengan radiasi gamma yang bisa menembus tubuh manusia dan menjadi sumber paparan eksternal berbahaya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePakar global health security Dicky Budiman, menegaskan Cs-137 memiliki waktu paruh sekitar 30 tahun, sehingga kontaminasi di lingkungan dapat berlangsung sangat lama jika tidak ditangani dengan benar.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Radiasi gamma-nya bisa menembus tubuh dan menjadi sumber paparan eksternal. Kalau lingkungan terkontaminasi, dampaknya jangka panjang,&#8221; ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSecara biologis, bila masuk ke tubuh, baik terhirup, tertelan, atau lewat kulit luka, Cs-137 akan cepat terdistribusi ke jaringan lunak seperti otot. Zat ini kemudian bisa menetap di dalam tubuh selama berbulan-bulan hingga ratusan hari, menyebabkan paparan internal yang terus-menerus.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePenelusuran Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap sumber radiasi berasal dari tungku peleburan baja milik PT Peter Metal Technology (PMT).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDaftar perusahaan yang diduga terkontaminasi Cs-137 di Kawasan Industri Modern Cikande:<\/p>\n<ol>\n<li>\u200ePT Nikomas Gemilang<\/li>\n<li>PT Citra Baru Steel<\/li>\n<li>\u200ePT Bahari Makmur Sejati<\/li>\n<li>PT Valero Metals Jaya<\/li>\n<li>\u200ePT Universal Eco Pacific<\/li>\n<li>PT Sinta Baja Jaya<\/li>\n<li>PT Growth Nusantara Industry<\/li>\n<li>PT Sentosa Harmony Steel (Hwa Hok Steel)<\/li>\n<li>PT Vita Prodana Mandiri<\/li>\n<li>PT Kanemory\/Food Service<\/li>\n<li>PT Charoeon Pokphand Indonesia (CPIN)<\/li>\n<li>PT Peter Metal Technology<\/li>\n<li>PT Crown Steel<\/li>\n<li>PT Asa Bintang Pratama<\/li>\n<li>PT Cahaya Logam Cipta Murni<\/li>\n<li>PT Ediral Tritunggal Perkasa<\/li>\n<li>PT Ever Loyal Copper<\/li>\n<li>PT Hightech Grand Indonesia<\/li>\n<li>PT Jongka Indonesia<\/li>\n<li>PT Kabatama Raya<\/li>\n<li>PT New Asia Pacific Copper Indonesia<\/li>\n<li>PT O.M Indonesia<\/li>\n<li>PT Zhongtian Metal Indonesia<\/li>\n<li>PT Luckione Environment Science Indonesia. (AK)<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Kasus dugaan paparan bahan radioaktif Cs-137 menjadi sorotan setelah dua kontainer produk sepatu asal Indonesia dikembalikan Amerika Serikat karena diduga terpapar radionuklida buatan yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. \u200e \u200eMenanggapi kasus ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengonfirmasi pabrik sepatu milik PT Nikomas Gemilang, pemasok untuk merek global Nike dan Adidas, turut terdampak paparan radiasi Cesium-137 (Cs-137). Temuan ini merupakan bagian dari investigasi terhadap 24 perusahaan di kawasan industri yang diduga terpapar zat radioaktif tersebut. \u200e \u200eDirektur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier, menjelaskan kasus kontaminasi ini di sepatu pertama kali menarik perhatian internasional ketika otoritas Bea Cukai Belanda melaporkan temuan sepatu kets asal Indonesia yang mengandung radiasi. \u200e \u200eIa mengungkapkan laporan terkait kontaminasi Cs-137 di sepatu ini diterima Kemenperin jauh sebelum otoritas Amerika Serikat mempersoalkan produk udang beku asal Indonesia. \u200e \u200e\u201cKami perlu menyampaikan hal ini karena masyarakat hebohnya hanya dengan udang, tapi jauh sebelumnya kami sudah menerima laporan dari Bea Cukai Belanda terhadap hasil temuan beberapa kotak sepatu kets yang memiliki paparan radiasi maksimal 110 nanosievert per jam akibat Cesium-137,\u201d katanya dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI, seperti dikutip dari YouTube DPR RI, Rabu (12\/11\/2025). \u200e \u200eTaufiek mengungkapkan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53231,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[406],"tags":[],"class_list":["post-53229","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53229","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53229"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53229\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53232,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53229\/revisions\/53232"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53231"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53229"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53229"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53229"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}