{"id":53225,"date":"2025-11-13T10:07:43","date_gmt":"2025-11-13T03:07:43","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53225"},"modified":"2025-11-13T10:07:43","modified_gmt":"2025-11-13T03:07:43","slug":"audiensi-ke-biro-perekonomian-provinsi-lampung-hipmi-syariah-bahas-sinergi-dengan-kdeks-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/11\/13\/audiensi-ke-biro-perekonomian-provinsi-lampung-hipmi-syariah-bahas-sinergi-dengan-kdeks-daerah\/","title":{"rendered":"\u200eAudiensi ke Biro Perekonomian Provinsi Lampung, HIPMI Syariah Bahas Sinergi dengan KDEKS Daerah"},"content":{"rendered":"<p>\u200e<strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Syariah Provinsi Lampung melakukan audiensi ke Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, pada Senin (10\/11\/2025) siang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePertemuan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara HIPMI Syariah dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Lampung untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah di daerah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam audiensi tersebut, Ketua Kerja Sama dan Eksternal BPP HIPMI Syariah, Wulan, menjelaskan audiensi ini merupakan tindak lanjut dari arahan pengurus Pusat HIPMI Syariah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKedatangan kami merupakan follow up dari Pusat. Arahan dari HIPMI Syariah nasional agar setiap daerah bisa berkolaborasi dengan KDEKS daerah,\u201d ujar Wulan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menambahkan HIPMI Syariah memiliki fokus pada keuangan syariah, pendidikan, dan ekonomi pesantren. Karena itu, pihaknya berharap dapat terlibat secara langsung dalam struktur kelembagaan KDEKS Provinsi Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cHarapan kami HIPMI Syariah bisa masuk ke dalam struktur KDEKS Lampung, agar sinergi dan kolaborasi bisa lebih maksimal,\u201d tambahnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenanggapi hal tersebut, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Lampung, Rinvayanti, mengapresiasi inisiatif HIPMI Syariah Lampung untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cInformasi secara umum, KDEKS dibentuk pada 2023 dan program kegiatan kami terus aktif. Kami membuka ruang untuk berkolaborasi dan berperan bersama HIPMI Syariah,\u201d jelas Rinvayanti.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa juga menyampaikan pemerintah daerah menyambut positif hadirnya HIPMI Syariah sebagai mitra strategis dalam memperkuat ekonomi syariah di Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami menyambut baik dengan adanya HIPMI Syariah. Mudah-mudahan melalui kolaborasi ini, kita bisa semakin kuat dalam mengembangkan ekonomi syariah di daerah,\u201d tuturnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Ketua HIPMI Syariah Lampung, Ahmad Muqhis, mengatakan pihaknya ingin menjalin sinergi dengan KDEKS dalam berbagai sektor strategis, termasuk industri halal, wisata halal, dan pemberdayaan ekonomi pesantren.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSetiap daerah memiliki indikator pembangunan masing-masing. Salah satunya melalui peningkatan industri syariah. Ke depan, kami ingin berkontribusi di bidang wisata halal, ekonomi syariah, sekaligus bersilaturahmi untuk mengetahui perencanaan KDEKS Lampung,\u201d jelas Ahmad Muqhis.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAudiensi ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi konkret antara HIPMI Syariah dan Biro Perekonomian Provinsi Lampung, dalam rangka memperkuat struktur kelembagaan dan memperluas peran pelaku usaha muda syariah di ekosistem ekonomi Lampung. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Syariah Provinsi Lampung melakukan audiensi ke Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, pada Senin (10\/11\/2025) siang. \u200e \u200ePertemuan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara HIPMI Syariah dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Lampung untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah di daerah. \u200e \u200eDalam audiensi tersebut, Ketua Kerja Sama dan Eksternal BPP HIPMI Syariah, Wulan, menjelaskan audiensi ini merupakan tindak lanjut dari arahan pengurus Pusat HIPMI Syariah. \u200e \u200e\u201cKedatangan kami merupakan follow up dari Pusat. Arahan dari HIPMI Syariah nasional agar setiap daerah bisa berkolaborasi dengan KDEKS daerah,\u201d ujar Wulan. \u200e \u200eIa menambahkan HIPMI Syariah memiliki fokus pada keuangan syariah, pendidikan, dan ekonomi pesantren. Karena itu, pihaknya berharap dapat terlibat secara langsung dalam struktur kelembagaan KDEKS Provinsi Lampung. \u200e \u200e\u201cHarapan kami HIPMI Syariah bisa masuk ke dalam struktur KDEKS Lampung, agar sinergi dan kolaborasi bisa lebih maksimal,\u201d tambahnya. \u200e \u200eMenanggapi hal tersebut, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Lampung, Rinvayanti, mengapresiasi inisiatif HIPMI Syariah Lampung untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah. \u200e \u200e\u201cInformasi secara umum, KDEKS dibentuk pada 2023 dan program kegiatan kami terus aktif. Kami membuka ruang untuk berkolaborasi dan berperan bersama HIPMI Syariah,\u201d jelas Rinvayanti. \u200e \u200eIa juga menyampaikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53227,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,412,16],"tags":[],"class_list":["post-53225","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung","category-barometer-ekonomi-dan-bisnis","category-gaya-hidup"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53225","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53225"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53225\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53228,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53225\/revisions\/53228"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53227"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53225"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53225"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53225"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}