{"id":53216,"date":"2025-11-12T12:26:25","date_gmt":"2025-11-12T05:26:25","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53216"},"modified":"2025-11-18T12:24:19","modified_gmt":"2025-11-18T05:24:19","slug":"amboi-nggak-bahaya-tah-jalan-depan-kantor-dishub-provinsi-lampung-dihiasi-lubang-lubang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/11\/12\/amboi-nggak-bahaya-tah-jalan-depan-kantor-dishub-provinsi-lampung-dihiasi-lubang-lubang\/","title":{"rendered":"\u200eAmboi! &#8216;Nggak&#8217; Bahaya Tah, Jalan Depan Kantor Dishub Provinsi Lampung Dihiasi Lubang-Lubang"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eLampung Selatan (LB)<\/strong>: Ruas jalan terusan Urip Sumoharjo perbatasan Kota Bandar Lampung dan Lampung Selatan, tepatnya pertigaan dua jalur depan Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Desa Sabah Balau, dipenuhi lubang menganga dengan kedalaman sekitar 30 cm.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBeradasarkan pantauan <em><strong>lampungbarometer.id <\/strong><\/em>pada Rabu (12\/11\/2025), terlihat lubang menganga di beberapa titik badan jalan. Kondisi ini sangat membahayakan karena titik ruas jalan ini merupakan jalan utama bagi siswa siswi asal Bandar Lampung yang bersekolah SMAN 12 Bandar Lampung, SMKN 7 Bandar Lampung, SMPN 24 Bandar Lampung, dan SMPN 36 Bandar Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSalah satu warga Way Dadi, Andi (40), kepada media ini menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar ruas jalan ini secara diperbaiki sebelum memakan korban jiwa.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Hampir setiap pagi lewat sini <em>nganter<\/em> anak saya yang sekolah di SMAN 12 Bandar Lampung. Kadang kalau <em>pas<\/em> buru-buru kita <em>nggak<\/em> bisa <em>ngindarin<\/em> <em>lobang, <\/em>kalau pagi kan <em>rame <\/em>dan padat.\u00a0<em>Moga aja<\/em> jalan ini segera <em>dibagusin<\/em> sebelum makan korban,&#8221; ungkap Andi, Rabu (12\/11\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara Ridho (20) yang tinggal di Desa Way Galih mengatakan jalan rusak di depan kantor pemerintah (Dinas Perhubungan, <em>red<\/em>) merusak pemandangan. Apalagi, ucapnya, pegawai kantor tersebut setiap hari melintas di titik jalan yang rusak.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Selain ada kantor pemerintah, di sini banyak anak sekolah dan mahasiswa yang lewat karena di sekitar sini ada beberapa sekolah dan kampus. Kalau jalan ini tidak segera diperbaiki beresiko akan ada korban,&#8221; ujar mahasiswa Itera ini.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Terus juga titik jalan yang banyak <em>lobang<\/em> itu tepat di depan kantor pemerintah, jadi liatnya agak <em>gimana<\/em> gitu. Mudah-mudahan jalan ini cepat diperbaiki,&#8221; ujarnya. (Yadi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eLampung Selatan (LB): Ruas jalan terusan Urip Sumoharjo perbatasan Kota Bandar Lampung dan Lampung Selatan, tepatnya pertigaan dua jalur depan Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Desa Sabah Balau, dipenuhi lubang menganga dengan kedalaman sekitar 30 cm. \u200e \u200eBeradasarkan pantauan lampungbarometer.id pada Rabu (12\/11\/2025), terlihat lubang menganga di beberapa titik badan jalan. Kondisi ini sangat membahayakan karena titik ruas jalan ini merupakan jalan utama bagi siswa siswi asal Bandar Lampung yang bersekolah SMAN 12 Bandar Lampung, SMKN 7 Bandar Lampung, SMPN 24 Bandar Lampung, dan SMPN 36 Bandar Lampung. \u200e \u200eSalah satu warga Way Dadi, Andi (40), kepada media ini menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar ruas jalan ini secara diperbaiki sebelum memakan korban jiwa. \u200e \u200e&#8221;Hampir setiap pagi lewat sini nganter anak saya yang sekolah di SMAN 12 Bandar Lampung. Kadang kalau pas buru-buru kita nggak bisa ngindarin lobang, kalau pagi kan rame dan padat.\u00a0Moga aja jalan ini segera dibagusin sebelum makan korban,&#8221; ungkap Andi, Rabu (12\/11\/2025). \u200e \u200eSementara Ridho (20) yang tinggal di Desa Way Galih mengatakan jalan rusak di depan kantor pemerintah (Dinas Perhubungan, red) merusak pemandangan. Apalagi, ucapnya, pegawai kantor tersebut setiap hari melintas di titik jalan yang rusak. \u200e \u200e&#8221;Selain ada kantor pemerintah, di sini banyak anak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53217,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-53216","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-layanan-masyarakat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53216","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53216"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53216\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53287,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53216\/revisions\/53287"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53217"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53216"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53216"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53216"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}