{"id":53164,"date":"2025-11-10T12:47:38","date_gmt":"2025-11-10T05:47:38","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53164"},"modified":"2025-11-10T12:47:38","modified_gmt":"2025-11-10T05:47:38","slug":"bupati-nanda-indira-ajak-teladani-pengabdian-dan-perjuangan-pahlawan-bangsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/11\/10\/bupati-nanda-indira-ajak-teladani-pengabdian-dan-perjuangan-pahlawan-bangsa\/","title":{"rendered":"Bupati Nanda Indira Ajak Teladani Pengabdian dan Perjuangan Pahlawan Bangsa"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pesawaran (LB)<\/strong>: Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar Upacara Peringatan Ke-80 Hari Pahlawan Tahun 2025 di Lapangan Pemkab Pesawaran, Senin (10\/11\/2025) dengan tema \u201cPahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.\u201d<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eUpacara ini diikuti Sekda Kabupaten Pesawaran, Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, pejabat administrator dan pengawas, seluruh ASN (PNS dan PPPK), staf THLS, serta jajaran anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Pesawaran.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf. Dalam amanatnya, Bupati mengajak seluruh elemen bangsa meneladani nilai-nilai perjuangan dan pengabdian para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan Indonesia.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cHari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,\u201d demikian penggalan amanat yang dibacakan Bupati Pesawaran.<\/p>\n<div id=\"attachment_53165\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-53165\" class=\"wp-image-53165 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251110-WA0103.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"800\" \/><p id=\"caption-attachment-53165\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>BUPATI<\/strong> Nanda Indira B. menjadi inspektur Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Lapangan Pemkab Pesawaran, Senin (10\/11\/2025).<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200eDalam amanat tersebut, disebutkan tiga nilai utama yang dapat diteladani dari para pahlawan, yakni kesabaran, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, dan pandangan jauh ke depan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eNilai kesabaran tercermin dari perjuangan para pahlawan yang tidak tergesa-gesa dalam meraih kemerdekaan. Mereka bersabar menempuh ilmu, menyusun strategi, dan membangun kebersamaan di tengah keterbatasan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, semangat mengutamakan kepentingan bangsa tampak dari ketulusan mereka setelah kemerdekaan diraih. Para pahlawan tidak berebut jabatan atau balasan, melainkan kembali ke rakyat untuk mengajar, membangun, dan mengabdi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAdapun pandangan jauh ke depan menjadi fondasi perjuangan mereka, karena para pahlawan berjuang bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk generasi yang akan datang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam konteks masa kini, perjuangan tidak lagi dilakukan dengan bambu runcing, melainkan melalui ilmu, empati, dan pengabdian. Namun, semangatnya tetap sama, yakni membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dalam arus kemajuan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSemangat perjuangan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan nasional, pemerataan pendidikan, penegakan keadilan sosial, serta pembangunan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam kesempatan itu, turut dibacakan pula pesan-pesan perjuangan pahlawan nasional sebagai bentuk refleksi dan motivasi bagi seluruh peserta upacara agar senantiasa menjaga nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam. Dengan bekerja, bergerak, dan berdampak,\u201d ujar Bupati (*\/kmf).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesawaran (LB): Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar Upacara Peringatan Ke-80 Hari Pahlawan Tahun 2025 di Lapangan Pemkab Pesawaran, Senin (10\/11\/2025) dengan tema \u201cPahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.\u201d \u200e \u200eUpacara ini diikuti Sekda Kabupaten Pesawaran, Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, pejabat administrator dan pengawas, seluruh ASN (PNS dan PPPK), staf THLS, serta jajaran anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Pesawaran. \u200e \u200eBupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf. Dalam amanatnya, Bupati mengajak seluruh elemen bangsa meneladani nilai-nilai perjuangan dan pengabdian para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan Indonesia. \u200e \u200e\u201cHari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,\u201d demikian penggalan amanat yang dibacakan Bupati Pesawaran. \u200eDalam amanat tersebut, disebutkan tiga nilai utama yang dapat diteladani dari para pahlawan, yakni kesabaran, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, dan pandangan jauh ke depan. \u200e \u200eNilai kesabaran tercermin dari perjuangan para pahlawan yang tidak tergesa-gesa dalam meraih kemerdekaan. Mereka bersabar menempuh ilmu, menyusun strategi, dan membangun kebersamaan di tengah keterbatasan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53166,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[24,132],"tags":[],"class_list":["post-53164","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bela-negara","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53164","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53164"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53164\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53167,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53164\/revisions\/53167"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53166"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53164"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53164"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53164"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}