{"id":53144,"date":"2025-11-08T20:22:10","date_gmt":"2025-11-08T13:22:10","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53144"},"modified":"2025-12-01T20:00:49","modified_gmt":"2025-12-01T13:00:49","slug":"dekranasda-lampung-gandeng-batik-keris-angkat-motif-siger-dan-jung-ke-pasar-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/11\/08\/dekranasda-lampung-gandeng-batik-keris-angkat-motif-siger-dan-jung-ke-pasar-nasional\/","title":{"rendered":"\u200eDekranasda Lampung Gandeng Batik Keris Angkat Motif Siger dan Jung ke Pasar Nasional \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eSolo (LB):<\/strong> Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza dan Komisaris Utama PT Batik Keris Lina Handianto menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pemanfaatan Motif Siger dan Motif Kapal Lampung (jung) dalam produk batik nasional di Istana Batik Keris Heritage, Solo pada Sabtu (8\/11\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKesepakatan ini menjadi langkah konkret kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Batik Keris dalam pelestarian serta pengembangan motif khas daerah. Melalui kerja sama ini, Batik Keris mendapat izin resmi memproduksi dan memasarkan batik bermotif Lampung secara nasional, dengan tetap menjaga nilai budaya dan karakter asli daerah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePurnama Wulan Sari menyambut baik kerja sama tersebut dan menyebutnya sebagai langkah strategis memperkuat identitas budaya Lampung di kancah nasional.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cMotif Siger dan Kapal Lampung memiliki filosofi yang dalam dan mencerminkan jati diri masyarakat Lampung. Kami ingin warisan budaya ini tidak hanya lestari, tapi juga dikenal luas hingga ke seluruh Indonesia,\u201d ujar Batin Wulan, sapaan akrab Purnama Wulan Sari Mirza.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelain memperkuat promosi budaya, kolaborasi ini juga diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi pengrajin dan UMKM lokal. Produk bermotif Lampung nantinya akan didistribusikan melalui jaringan penjualan Batik Keris di berbagai daerah di Indonesia.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-53145\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251108-WA0161.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"900\" srcset=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251108-WA0161.jpg 1200w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251108-WA0161-320x240.jpg 320w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251108-WA0161-600x450.jpg 600w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251108-WA0161-80x60.jpg 80w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><br \/>\n\u200eBerdasarkan isi MoU, Dekranasda Lampung tetap menjadi pemegang hak penuh atas pengaturan, pelestarian, dan perlindungan motif. Sementara Batik Keris berkewajiban mencantumkan asal motif pada setiap produk, menjaga kualitas desain, serta tidak mengajukan klaim hak kekayaan intelektual atas motif Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKerja sama ini berlaku selama dua tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Komisaris Utama Batik Keris Lina Handianto menyatakan komitmen perusahaan untuk menjaga orisinalitas dan nilai budaya dalam setiap proses produksi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami bangga dapat bekerja sama dengan Dekranasda Lampung. Batik Keris akan memastikan setiap motif Lampung yang digunakan tetap menghormati nilai dan karakter budayanya,\u201d katanya. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eSolo (LB): Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza dan Komisaris Utama PT Batik Keris Lina Handianto menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pemanfaatan Motif Siger dan Motif Kapal Lampung (jung) dalam produk batik nasional di Istana Batik Keris Heritage, Solo pada Sabtu (8\/11\/2025). \u200e \u200eKesepakatan ini menjadi langkah konkret kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Batik Keris dalam pelestarian serta pengembangan motif khas daerah. Melalui kerja sama ini, Batik Keris mendapat izin resmi memproduksi dan memasarkan batik bermotif Lampung secara nasional, dengan tetap menjaga nilai budaya dan karakter asli daerah. \u200e \u200ePurnama Wulan Sari menyambut baik kerja sama tersebut dan menyebutnya sebagai langkah strategis memperkuat identitas budaya Lampung di kancah nasional. \u200e \u200e\u201cMotif Siger dan Kapal Lampung memiliki filosofi yang dalam dan mencerminkan jati diri masyarakat Lampung. Kami ingin warisan budaya ini tidak hanya lestari, tapi juga dikenal luas hingga ke seluruh Indonesia,\u201d ujar Batin Wulan, sapaan akrab Purnama Wulan Sari Mirza. \u200e \u200eSelain memperkuat promosi budaya, kolaborasi ini juga diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi pengrajin dan UMKM lokal. Produk bermotif Lampung nantinya akan didistribusikan melalui jaringan penjualan Batik Keris di berbagai daerah di Indonesia. \u200eBerdasarkan isi MoU, Dekranasda Lampung tetap menjadi pemegang hak penuh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53146,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16,406,8],"tags":[],"class_list":["post-53144","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","category-nasional","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53144","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53144"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53144\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53147,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53144\/revisions\/53147"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53146"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53144"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53144"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53144"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}