{"id":53101,"date":"2025-11-05T11:12:26","date_gmt":"2025-11-05T04:12:26","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53101"},"modified":"2025-11-05T11:12:26","modified_gmt":"2025-11-05T04:12:26","slug":"bangun-sinergi-dan-perkuat-sistem-ekonomi-syariah-hipmi-syariah-lampung-audiensi-dengan-ojk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/11\/05\/bangun-sinergi-dan-perkuat-sistem-ekonomi-syariah-hipmi-syariah-lampung-audiensi-dengan-ojk\/","title":{"rendered":"\u200eBangun Sinergi dan Perkuat Sistem Ekonomi Syariah, HIPMI Syariah Lampung Audiensi dengan OJK \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Badan Otonom Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Syariah Lampung melakukan audiensi ke Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, Selasa (4\/11\/2025) siang, sebagai langkah awal dalam menjalin sinergi strategis antara pelaku usaha muda syariah dan lembaga pengawas keuangan guna memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, mengapresiasi inisiatif HIPMI Syariah Lampung yang hadir dengan semangat baru dalam mengembangkan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSaya menyambut baik adanya HIPMI Syariah Lampung. Ini merupakan langkah positif dalam memperkuat peran pengusaha muda di sektor ekonomi syariah,\u201d ujar Otto.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eOtto menambahkan, salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah rendahnya tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk-produk keuangan berbasis syariah, khususnya saham syariah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cEdukasi tentang produk saham syariah sangat penting. Namun sebaiknya dimulai dari lingkungan internal HIPMI Syariah terlebih dahulu agar pemahaman dan penerapan prinsipnya bisa lebih kuat,\u201d jelasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Ketua Badan Otonom HIPMI Syariah Lampung, Ahmad Muqhis, mengucapkan terima kasih atas penerimaan serta dukungan OJK Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cTerima kasih kepada Bapak Direktur OJK Lampung yang telah menerima audiensi kami. Semoga ke depan HIPMI Syariah dapat terus bersinergi dengan OJK dalam upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya di kalangan pengusaha muda,\u201d ungkap Ahmad.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurutnya, kolaborasi antara HIPMI Syariah dan OJK diharapkan dapat menghadirkan lebih banyak program edukasi dan pendampingan bagi pelaku usaha yang ingin menerapkan prinsip syariah dalam aktivitas bisnis mereka.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami ingin menjadi bagian dari gerakan besar untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai arus utama di Lampung, bukan hanya alternatif,\u201d imbuhnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAudiensi diakhiri dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama untuk memperkuat peran HIPMI Syariah sebagai wadah pengusaha muda yang berkomitmen terhadap prinsip-prinsip ekonomi Islam, serta peran OJK sebagai lembaga pengawas yang turut mendorong literasi dan penguatan industri keuangan syariah di daerah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKetua BPD HIPMI Lampung, Gilang Ramadhan, juga menyampaikan dukungannya terhadap langkah yang diambil HIPMI Syariah Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami dari BPD HIPMI Lampung sangat mendukung inisiatif yang dilakukan HIPMI Syariah. Semoga kolaborasi ini membawa dampak positif dan nyata bagi perkembangan ekonomi syariah di Lampung,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDengan pertemuan ini, HIPMI Syariah Lampung menegaskan komitmennya untuk menjadi motor penggerak bagi tumbuhnya ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, modern, dan berkelanjutan di Provinsi Lampung. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Badan Otonom Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Syariah Lampung melakukan audiensi ke Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, Selasa (4\/11\/2025) siang, sebagai langkah awal dalam menjalin sinergi strategis antara pelaku usaha muda syariah dan lembaga pengawas keuangan guna memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Lampung. \u200e \u200eKepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, mengapresiasi inisiatif HIPMI Syariah Lampung yang hadir dengan semangat baru dalam mengembangkan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam. \u200e \u200e\u201cSaya menyambut baik adanya HIPMI Syariah Lampung. Ini merupakan langkah positif dalam memperkuat peran pengusaha muda di sektor ekonomi syariah,\u201d ujar Otto. \u200e \u200eOtto menambahkan, salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah rendahnya tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk-produk keuangan berbasis syariah, khususnya saham syariah. \u200e \u200e\u201cEdukasi tentang produk saham syariah sangat penting. Namun sebaiknya dimulai dari lingkungan internal HIPMI Syariah terlebih dahulu agar pemahaman dan penerapan prinsipnya bisa lebih kuat,\u201d jelasnya. \u200e \u200eSementara itu, Ketua Badan Otonom HIPMI Syariah Lampung, Ahmad Muqhis, mengucapkan terima kasih atas penerimaan serta dukungan OJK Lampung. \u200e \u200e\u201cTerima kasih kepada Bapak Direktur OJK Lampung yang telah menerima audiensi kami. Semoga ke depan HIPMI Syariah dapat terus bersinergi dengan OJK dalam upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya di kalangan pengusaha muda,\u201d [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53102,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,16],"tags":[],"class_list":["post-53101","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung","category-gaya-hidup"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53101","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53101"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53101\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53103,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53101\/revisions\/53103"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}