{"id":53041,"date":"2025-11-01T12:07:05","date_gmt":"2025-11-01T05:07:05","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53041"},"modified":"2025-11-01T12:07:05","modified_gmt":"2025-11-01T05:07:05","slug":"mbappe-raih-sepatu-emas-eropa-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/11\/01\/mbappe-raih-sepatu-emas-eropa-2\/","title":{"rendered":"Mbappe Raih Sepatu Emas Eropa"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Penyerang Real Madrid Kylian Mbappe meraih Sepatu Emas Eropa musim 2024\/2025 setelah mencetak 31 gol di LaLiga dan meraih 62 poin di peringkat kontinental. Prestasi ini menjadi kali pertama berhasil diraih penyerang Timnas Prancis itu.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMbappe mengungguli Gyokeres yang meraih poin 58,5, Mohammed Salah (58), Robert Lewandowski (54), dan Harry Kane (52).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSebuah kegembiraan bagiku bisa memenangi Sepatu Emas. Ini kali pertama aku memenangi penghargaan ini, dan sangat berarti bagiku sebagai seorang penyerang,\u201d ujar Mbappe dalam seremoni di Santiago Bernabeu, Jumat (31\/10\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Penghargaan yang sangat berarti bagiku sebagai seorang penyerang. Kuharap kami akan memenangi gelar penting di musim ini, itulah yang terpenting, memenangi gelar kolektif.&#8221;<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKylian Mbappe masih terikat kontrak dengan Real Madrid sampai 2029 menjadi pemain ketiga Real Madrid yang memenangkan penghargaan tersebut, setelah Hugo S\u00e1nchez (1989-90) dan Cristiano Ronaldo (2010-11, 2013-14, dan 2014-15).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelain meraih sepatu emas Eropa, dia juga mengakhiri musim sebagai pencetak gol terbanyak La Liga Spanyol dan memenangkan Trofi Pichichi. Kini ia masuk daftar 15 pemain Madrid yang telah memenangkan Trofi Pichichi sepanjang sejarah: Olivares, Pah\u00ed\u00f1o, Di St\u00e9fano (5 kali), Puskas (4), Amancio (2), Juanito, Hugo S\u00e1nchez (4), Butrague\u00f1o, Zamorano, Ra\u00fal (2), Ronaldo, Van Nistelrooy, Cristiano Ronaldo (3), dan Karim Benzema.\u00a0 (Yadi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Penyerang Real Madrid Kylian Mbappe meraih Sepatu Emas Eropa musim 2024\/2025 setelah mencetak 31 gol di LaLiga dan meraih 62 poin di peringkat kontinental. Prestasi ini menjadi kali pertama berhasil diraih penyerang Timnas Prancis itu. \u200e \u200eMbappe mengungguli Gyokeres yang meraih poin 58,5, Mohammed Salah (58), Robert Lewandowski (54), dan Harry Kane (52). \u200e \u200e\u201cSebuah kegembiraan bagiku bisa memenangi Sepatu Emas. Ini kali pertama aku memenangi penghargaan ini, dan sangat berarti bagiku sebagai seorang penyerang,\u201d ujar Mbappe dalam seremoni di Santiago Bernabeu, Jumat (31\/10\/2025). \u200e \u200e&#8221;Penghargaan yang sangat berarti bagiku sebagai seorang penyerang. Kuharap kami akan memenangi gelar penting di musim ini, itulah yang terpenting, memenangi gelar kolektif.&#8221; \u200e \u200eKylian Mbappe masih terikat kontrak dengan Real Madrid sampai 2029 menjadi pemain ketiga Real Madrid yang memenangkan penghargaan tersebut, setelah Hugo S\u00e1nchez (1989-90) dan Cristiano Ronaldo (2010-11, 2013-14, dan 2014-15). \u200e \u200eSelain meraih sepatu emas Eropa, dia juga mengakhiri musim sebagai pencetak gol terbanyak La Liga Spanyol dan memenangkan Trofi Pichichi. Kini ia masuk daftar 15 pemain Madrid yang telah memenangkan Trofi Pichichi sepanjang sejarah: Olivares, Pah\u00ed\u00f1o, Di St\u00e9fano (5 kali), Puskas (4), Amancio (2), Juanito, Hugo S\u00e1nchez (4), Butrague\u00f1o, Zamorano, Ra\u00fal (2), Ronaldo, Van Nistelrooy, Cristiano Ronaldo [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53042,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-53041","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olah-raga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53041","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53041"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53041\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53043,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53041\/revisions\/53043"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53042"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53041"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53041"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53041"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}