{"id":53016,"date":"2025-10-30T20:44:58","date_gmt":"2025-10-30T13:44:58","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=53016"},"modified":"2025-10-30T20:44:58","modified_gmt":"2025-10-30T13:44:58","slug":"bupati-pesawaran-dorong-sinergi-pokdarwis-dan-umkm-kembangkan-sektor-wisata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/10\/30\/bupati-pesawaran-dorong-sinergi-pokdarwis-dan-umkm-kembangkan-sektor-wisata\/","title":{"rendered":"\u200eBupati Pesawaran Dorong Sinergi Pokdarwis dan UMKM Kembangkan Sektor Wisata"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200ePesawaran (LB)<\/strong>: Bupati Kabupaten Pesawaran Nanda Indira mengatakan pentingnya penguatan sektor pariwisata berbasis masyarakat dengan melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pelaku UMKM lokal.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHal ini disampaikan Nanda Indira saat meninjau tempat wisata dan Diskusi Bersama Pokdarwis yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran di Bukit Cendana, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai, Rabu (29\/10\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam kegiatan ini, Bupati Nanda Indira didampingi Plt. Kepala Dinas Pariwisata Jayadi Yasa, Camat Way Ratai, kepala desa, pelaku UMKM, serta Pokdarwis se-Kecamatan Way Ratai.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBupati Nanda menyebut Pesawaran memiliki potensi wisata yang besar, dari keindahan alam maupun kekayaan budaya lokal. Oleh sebab itu, dia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan destinasi wisata yang berdaya saing.<\/p>\n<div id=\"attachment_53017\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-53017\" class=\"wp-image-53017 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251030-WA0218.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"800\" \/><p id=\"caption-attachment-53017\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>FOTO BERSAMA<\/strong>. Bupati Kabupaten Pesawaran, Nanda Indira B. (mengenakan seragam kemeja putih berjilbab) didampingi Plt. Kepala Dinas Pariwisata Jayadi Yasa (kemeja putih celana hitam) foto bersama para kepala desa, Anggota Pokdarwia dan pelaku UMKM, Kamis (30\/10\/2025).<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200e&#8221;Sektor pariwisata tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan Pokdarwis, pelaku UMKM, serta pihak swasta untuk menciptakan wisata yang berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,&#8221; ujar Bupati.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBupati mengakui salah satu kendala yang dihadapi yakni terkait infrastruktur, terutama akses jalan menuju lokasi wisata yang masih perlu perbaikan. Meskipun dihadapkan dengan anggaran yang sangat terbatas, Bupati menegaskan Pemkab Pesawaran tetap berupaya membuka peluang kerja sama.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Salah satu melalui program kemitraan bersama pihak ketiga untuk mendukung peningkatan fasilitas wisata,&#8221; terang Bupati.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Plt. Kadis Pariwisata, Jayadi Yasa, yang memimpin jalannya diskusi menjelaskan kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku wisata dan masyarakat untuk menyampaikan gagasan serta masukan terkait pengembangan potensi wisata daerah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cTerlebih tren wisata alam di kawasan pegunungan sedang meningkat. Kita ingin mengintegrasikan destinasi wisata di Way Ratai dengan lokasi-lokasi wisata lain di Pesawaran agar saling melengkapi dan memperkuat daya tarik daerah,\u201d ucap Jayadi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePada kesempatan itu, para pelaku UMKM menyampaikan masukannya dalam pengembangan usaha oleh-oleh di sektor wisata. Melalui pendampingan, bantuan, serta pelatihan pemasaran dan produksi yang lebih massif, diharapkan wisatawan yang datang tidak hanya berlibur tapi juga membeli hasil produksi UMKM lokal sehingga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cDengan dukungan pemerintah, kami optimistis pariwisata Pesawaran bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat,\u201d ujar Yati, salah satu pelaku UMKM. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200ePesawaran (LB): Bupati Kabupaten Pesawaran Nanda Indira mengatakan pentingnya penguatan sektor pariwisata berbasis masyarakat dengan melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pelaku UMKM lokal. \u200e \u200eHal ini disampaikan Nanda Indira saat meninjau tempat wisata dan Diskusi Bersama Pokdarwis yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran di Bukit Cendana, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai, Rabu (29\/10\/2025). \u200e \u200eDalam kegiatan ini, Bupati Nanda Indira didampingi Plt. Kepala Dinas Pariwisata Jayadi Yasa, Camat Way Ratai, kepala desa, pelaku UMKM, serta Pokdarwis se-Kecamatan Way Ratai. \u200e \u200eBupati Nanda menyebut Pesawaran memiliki potensi wisata yang besar, dari keindahan alam maupun kekayaan budaya lokal. Oleh sebab itu, dia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan destinasi wisata yang berdaya saing. \u200e&#8221;Sektor pariwisata tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan Pokdarwis, pelaku UMKM, serta pihak swasta untuk menciptakan wisata yang berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,&#8221; ujar Bupati. \u200e \u200eBupati mengakui salah satu kendala yang dihadapi yakni terkait infrastruktur, terutama akses jalan menuju lokasi wisata yang masih perlu perbaikan. Meskipun dihadapkan dengan anggaran yang sangat terbatas, Bupati menegaskan Pemkab Pesawaran tetap berupaya membuka peluang kerja sama. \u200e \u200e&#8221;Salah satu melalui program kemitraan bersama pihak ketiga untuk mendukung peningkatan fasilitas wisata,&#8221; terang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53018,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7,132],"tags":[],"class_list":["post-53016","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pariwisata","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53016","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53016"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53016\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53019,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53016\/revisions\/53019"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53018"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53016"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53016"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53016"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}