{"id":52980,"date":"2025-10-28T10:41:01","date_gmt":"2025-10-28T03:41:01","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52980"},"modified":"2025-11-28T19:48:41","modified_gmt":"2025-11-28T12:48:41","slug":"lampung-fest-2025-coffee-and-tourism-segera-digelar-demi-perkuat-pariwisata-dan-ekraf-berbasis-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/10\/28\/lampung-fest-2025-coffee-and-tourism-segera-digelar-demi-perkuat-pariwisata-dan-ekraf-berbasis-lokal\/","title":{"rendered":"\u200eLampung Fest 2025 &#8216;Coffee and Tourism&#8217;, Segera Digelar demi Perkuat Pariwisata dan Ekraf Berbasis Lokal"},"content":{"rendered":"<p>\u200e<strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Lampung akan menyelenggarakan Lampung Fest 2025 dengan tema \u201cCoffee and Tourism\u201d pada 11-25 November 2025 di PKOR Way Halim untuk pengembangan sektor pariwisata dan memperkuat ekonomi kreatif berbasis lokal.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKegiatan ini, nantinya juga menghadirkan Lampung Coffee Pavilion sebagai simbol sinergi antara industri kopi dan pariwisata. Hal itu disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam acara Ramah Tamah Lampung Coffee Pavilion yang digelar di El\u2019s Coffee Roastery, Bandar Lampung, Senin (27\/10\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGubernur menekankan kopi bukan hanya komoditas ekspor utama, tapi juga bagian dari identitas budaya dan kekuatan ekonomi daerah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cEkspor komoditas kopi Indonesia pada 2024 meningkat hingga 76,33 persen dibanding tahun sebelumnya. Menariknya, lebih 51 persen ekspor tersebut berasal dari Lampung, dengan nilai mencapai 840 juta dolar AS. Ini menunjukkan Lampung berperan vital dalam industri kopi nasional,\u201d ujar Gubernur.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBerdasarkan data, 79 persen masyarakat Indonesia peminum kopi, dan 71 persen di antaranya memilih kopi siap saji. Tren ini membuka peluang inovasi di berbagai lini, mulai dari produk, layanan, hingga pengalaman menikmati kopi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKita perlu berinovasi dalam menciptakan pengalaman yang unik, memperkenalkan rasa yang lebih beragam, serta memperkuat ekosistem industri kopi dari hulu hingga hilir,\u201d ungkapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGubernur menilai, tema \u201cCoffee and Tourism\u201d bukan sekadar konsep seremonial, tapi strategi konkret untuk menggabungkan dua kekuatan besar Lampung, yakni budaya kopi dan potensi wisata alam.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa mencontohkan gagasan festival kopi yang terintegrasi dengan konsep agrowisata, di mana kebun kopi tidak hanya menjadi sumber ekonomi, tetapi juga destinasi wisata yang edukatif dan berkelanjutan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGubernur Mirza juga menyampaikan arah kebijakan pembangunan Lampung Maju, Pemprov Lampung menggariskan lima fokus utama yang menjadi motor penggerak pariwisata daerah, yakni:<\/p>\n<ol>\n<li>Pembangunan Desa Wisata, dengan memperkuat program SIGER MADANI yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.<\/li>\n<li>Penguatan Investasi Pariwisata, melalui proyek strategis seperti Bakauheni Harbour City (BHC) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan barat Indonesia.<\/li>\n<li>Pengembangan Ekonomi Kreatif, dengan dukungan kegiatan seperti Lampung Boemi Event dan KALDERA 2025, untuk membuka ruang bagi pelaku seni, budaya, dan UMKM.<\/li>\n<li>Digitalisasi dan Inovasi, agar pelaku pariwisata mampu beradaptasi dengan teknologi modern dan bersaing di pasar global.<\/li>\n<li>Kolaborasi Inklusif, yang menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.<\/li>\n<\/ol>\n<p>\u200eMelalui Lampung Fest 2025, Pemprov Lampung memperkenalkan Pavilion Kopi Lampung, yang dirancang sebagai ruang kolaboratif bagi seluruh ekosistem kopi, mulai petani, pelaku usaha, perajin, hingga penikmat kopi.<\/p>\n<p>\u200e\u200eDi pavilion tersebut akan diselenggarakan berbagai kegiatan seperti lomba barista, edukasi kopi, temu bisnis, hingga kompetisi kuliner berbahan dasar kopi. Pengunjung juga berkesempatan menikmati kopi khas Lampung secara gratis.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eLebih dari sekadar pameran, Gubernur Mirza berharap Pavilion Kopi Lampung dapat menjadi wadah promosi dan pembelajaran tentang praktik budidaya berkelanjutan, seperti sistem agroforestri dan teknologi roasting modern yang mampu meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami berkomitmen untuk melibatkan para petani yang mengedepankan praktik ramah lingkungan dan inovasi teknologi pertanian. Melalui Lampung Fest, kita ingin dunia tahu bahwa Lampung bukan hanya penghasil kopi unggulan, tetapi juga pusat inovasi dan pariwisata kopi Indonesia,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cLampung Fest ini momentum untuk menunjukkan Lampung kaya akan alam, budaya, dan semangat kolaborasi. Dengan gotong royong dan kerja bersama, kita bisa membawa Lampung lebih maju, lebih dikenal, dan lebih sejahtera,\u201d pungkasnya. kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Lampung akan menyelenggarakan Lampung Fest 2025 dengan tema \u201cCoffee and Tourism\u201d pada 11-25 November 2025 di PKOR Way Halim untuk pengembangan sektor pariwisata dan memperkuat ekonomi kreatif berbasis lokal. \u200e \u200eKegiatan ini, nantinya juga menghadirkan Lampung Coffee Pavilion sebagai simbol sinergi antara industri kopi dan pariwisata. Hal itu disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam acara Ramah Tamah Lampung Coffee Pavilion yang digelar di El\u2019s Coffee Roastery, Bandar Lampung, Senin (27\/10\/2025). \u200e \u200eGubernur menekankan kopi bukan hanya komoditas ekspor utama, tapi juga bagian dari identitas budaya dan kekuatan ekonomi daerah. \u200e \u200e\u201cEkspor komoditas kopi Indonesia pada 2024 meningkat hingga 76,33 persen dibanding tahun sebelumnya. Menariknya, lebih 51 persen ekspor tersebut berasal dari Lampung, dengan nilai mencapai 840 juta dolar AS. Ini menunjukkan Lampung berperan vital dalam industri kopi nasional,\u201d ujar Gubernur. \u200e \u200eBerdasarkan data, 79 persen masyarakat Indonesia peminum kopi, dan 71 persen di antaranya memilih kopi siap saji. Tren ini membuka peluang inovasi di berbagai lini, mulai dari produk, layanan, hingga pengalaman menikmati kopi. \u200e \u200e\u201cKita perlu berinovasi dalam menciptakan pengalaman yang unik, memperkenalkan rasa yang lebih beragam, serta memperkuat ekosistem industri kopi dari hulu hingga hilir,\u201d ungkapnya. \u200e \u200eGubernur menilai, tema \u201cCoffee and Tourism\u201d bukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52981,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[412,8],"tags":[],"class_list":["post-52980","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-ekonomi-dan-bisnis","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52980","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52980"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52980\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52982,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52980\/revisions\/52982"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52981"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52980"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52980"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52980"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}