{"id":52953,"date":"2025-10-25T13:54:57","date_gmt":"2025-10-25T06:54:57","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52953"},"modified":"2025-10-25T13:56:09","modified_gmt":"2025-10-25T06:56:09","slug":"komunitas-kotaseger-indonesia-sajikan-lakon-angon-angin-di-parade-teater-jawa-timur-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/10\/25\/komunitas-kotaseger-indonesia-sajikan-lakon-angon-angin-di-parade-teater-jawa-timur-2025\/","title":{"rendered":"\u200eKomunitas Kotaseger Indonesia Sajikan Lakon &#8216;Angon Angin&#8217; di Parade Teater Jawa Timur 2025"},"content":{"rendered":"<p><strong>Surabaya (LB):<\/strong> Parade Teater Jawa Timur tahun 2025 resmi digelar pada 24 \u2013 25 Oktober 2025 di Gedung Cak Durasim kompleks Taman Budaya Provinsi Jawa Timur. Salah satu sajian yang menarik perhatian adalah pertunjukan <em>&#8220;Angon Angin&#8221;<\/em> yang dipersembahkan Komunitas Kotaseger Indonesia.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDimulai dengan kesunyian yang mengisi seluruh isi ruang, di dalam gelap gulita itu terdengar rapal zikir yang menjalar pelan ke seluruh isi gedung. Di sanalah, kemudian tampak sesosok makhluk terperangkap di dalam jala. Alat tradisional penangkap ikan itu yang lantas mengantarkan kisah seorang bernama Darim melakukan pencarian terhadap jiwanya sendiri.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAdegan demi adegan dilakukan secara apik, penuh akrobatik, tetapi tak lalai esensi pesannya tetap tersampaikan kepada pada penyaksi. Di sanalah pula, muncul berbagai penanda tentang lokalitas, fenomena sosial, hingga nilai-nilai sufistik turut mengisi sendi-sendi pertunjukan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSutradara Ali Khumaini mengaku, lakon <em>&#8220;Angon Angin&#8221;<\/em> yang dihadirkan dalam perhelatan Parade Teater Jatim kali ini adalah bentuk pembacaan ulang atas lakon <em>&#8220;Kocak Kacik&#8221;<\/em> karya Arifin C. Noer.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami mengadaptasi lakon &#8220;Kocak Kacik&#8221; ini untuk menilik kembali gagasan, ide, bahkan nilai-nilai dan nalar teater dari Arifin,\u201d tuturnya menjelaskan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami membaca karya Arifin ini sebagai medium perenungan jiwa, sekaligus melakukan olah diri untuk sepenuhnya menghadirkan konteks di dalam pertunjukan.\u201d<\/p>\n<div id=\"attachment_52954\" style=\"width: 1090px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-52954\" class=\"wp-image-52954 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ANGON-ANGINKomunitas-Kota-Seger-Indonesia-Parade-Teater-Jawa-Timur-2025-8_1.jpg\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"909\" \/><p id=\"caption-attachment-52954\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>&#8216;ANGON ANGIN&#8217;.<\/strong> Komunitas Kotaseger Indonesia menampilkan Lakon &#8216;Angon Angin&#8221; dalam ajang Parade Teater Jawa Timur 2025. (Foto: Dok. Komunitas Kotaseger Indonesia)<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200eIa juga mengaku proses adaptasi lakon <em>&#8220;Angon Angin&#8221;<\/em> ini melibatkan banyak unsur kearifan lokal dari daerah tempat ia berasal. Ia bersama teman-teman di Kotaseger Indonesia menghadirkan suatu pertunjukan adaptif dengan pendekatan tubuh yang estetik.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam kesempatan lain, Luhur Kayungga, presidium Dewan Kesenian Provinsi Jawa Timur yang didapuk sebagai Kurator Parade Teater Jatim 2025 mengungkapkan Komunitas Kotaseger Indonesia terpilih sebagai penyaji Parade Teater Jatim kali ini disebabkan keberaniannya atas suatu proses kreatif yang berbeda.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cDari keenam kelompok yang lolos kurasi itu, hanya Kotaseger yang berani menggunakan pendekatan lain,\u201d tuturnya kepada wartawan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cTeman-teman Kotaseger bukan saja telah berhasil mengadaptasi bentuk, tetapi nalar, gagasan, bahkan nilai-nilai di dalam naskah tersebut telah berhasil diolah secara adaptif dengan lokalitas mereka.\u201d<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelanjutnya, aktor Supriyadi yang juga Kurator Parade Teater Jatim 2025 turut mengapresiasi atas pertunjukan Kotaseger Indonesia ini.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSaya sangat mengapresiasi kerja-kerja kreatif yang dilakukan teman-teman Kotaseger, utamanya keberanian teman-teman dalam mengadaptasi bentuk, menghadirkan gagasan baru, dan kepiawaian teman-teman dalam melibatkan penonton untuk terlibat memaknai. Selamat untuk teman-teman Kotaseger,\u201d ucapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDiketahui, tahun ini Parade Teater Jatim mengusung tema \u201cMembaca Arifin C. Noor dalam Platform Teater Jawa Timur\u201d. Pada perhelatan kali ini, para kurator memberi wewenang untuk mengelaborasi berbagai karya sastrawan dan sutradara terkemuka di Indonesia itu ke dalam berbagai bentuk yang diadaptasikan pada kearifan lokal daerah Jawa Timur.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eItulah mengapa pada kesempatan ini Komunitas Kotaseger Indonesia menghadirkan karya &#8220;Angon Angin&#8221; sebagai bentuk adaptasi dari lakon &#8220;Kocak Kacik&#8221;. (waja)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surabaya (LB): Parade Teater Jawa Timur tahun 2025 resmi digelar pada 24 \u2013 25 Oktober 2025 di Gedung Cak Durasim kompleks Taman Budaya Provinsi Jawa Timur. Salah satu sajian yang menarik perhatian adalah pertunjukan &#8220;Angon Angin&#8221; yang dipersembahkan Komunitas Kotaseger Indonesia. \u200e \u200eDimulai dengan kesunyian yang mengisi seluruh isi ruang, di dalam gelap gulita itu terdengar rapal zikir yang menjalar pelan ke seluruh isi gedung. Di sanalah, kemudian tampak sesosok makhluk terperangkap di dalam jala. Alat tradisional penangkap ikan itu yang lantas mengantarkan kisah seorang bernama Darim melakukan pencarian terhadap jiwanya sendiri. \u200e \u200eAdegan demi adegan dilakukan secara apik, penuh akrobatik, tetapi tak lalai esensi pesannya tetap tersampaikan kepada pada penyaksi. Di sanalah pula, muncul berbagai penanda tentang lokalitas, fenomena sosial, hingga nilai-nilai sufistik turut mengisi sendi-sendi pertunjukan. \u200e \u200eSutradara Ali Khumaini mengaku, lakon &#8220;Angon Angin&#8221; yang dihadirkan dalam perhelatan Parade Teater Jatim kali ini adalah bentuk pembacaan ulang atas lakon &#8220;Kocak Kacik&#8221; karya Arifin C. Noer. \u200e \u200e\u201cKami mengadaptasi lakon &#8220;Kocak Kacik&#8221; ini untuk menilik kembali gagasan, ide, bahkan nilai-nilai dan nalar teater dari Arifin,\u201d tuturnya menjelaskan. \u200e \u200e\u201cKami membaca karya Arifin ini sebagai medium perenungan jiwa, sekaligus melakukan olah diri untuk sepenuhnya menghadirkan konteks di dalam pertunjukan.\u201d \u200eIa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52955,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-52953","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seni-dan-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52953","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52953"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52953\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52958,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52953\/revisions\/52958"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52955"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52953"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52953"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52953"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}