{"id":52914,"date":"2025-10-22T21:53:40","date_gmt":"2025-10-22T14:53:40","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52914"},"modified":"2025-11-28T19:40:54","modified_gmt":"2025-11-28T12:40:54","slug":"lampung-lestarikan-budaya-daerah-lewat-pekan-kebudayaan-daerah-iv-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/10\/22\/lampung-lestarikan-budaya-daerah-lewat-pekan-kebudayaan-daerah-iv-2025\/","title":{"rendered":"\u200eLampung Lestarikan Budaya Daerah lewat Pekan Kebudayaan Daerah IV 2025"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan TP PKK terus memperkuat sinergi dalam upaya pelestarian budaya daerah yang tercermin dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) IV 2025 yang digelar di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung, Rabu (22\/10\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKegiatan yang diawali penampilan seni budaya oleh siswa-siswi Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) PKK Bandar Lampung ini berlangsung meriah dan penuh makna.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHadir dalam kegiatan ini Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung Hanita Farial Firsada, serta Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Dra. Heni Astuti, M.IP.<\/p>\n<p>\u200eerhelatan PKD IV dimeriahkan \u200eberagam pertunjukan seni dan budaya; tari tradisional Lampung, pertunjukan musik daerah, hingga penampilan khas \u201cBebay Bertabuh\u201d yang akan digelar besok Kamis ( 22\/10\/2025), sebuah tradisi musik Lampung yang melambangkan harmoni antara seni, perempuan, dan budaya.<\/p>\n<p>\u200eSecara etimologis, <em>bebay<\/em> berarti \u201cperempuan\u201d atau \u201cgadis\u201d, sedangkan <em>bertabuh<\/em> berarti \u201cmenabuh\u201d atau memainkan alat musik tradisional. Tradisi ini menjadi simbol penting peran perempuan dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai seni serta budaya lokal.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam sambutannya, Purnama Wulan Sari Mirza memberikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para siswa SLBN PKK Bandar Lampung yang telah menampilkan karya terbaiknya.<\/p>\n<div id=\"attachment_52915\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-52915\" class=\"wp-image-52915 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251022-WA0274.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"818\" \/><p id=\"caption-attachment-52915\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>PKD IV.<\/strong> Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza meninjau kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) IV 2025 yang digelar di Taman Budaya Lampung.<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200e\u201cSaya sangat terkesan dengan penampilan adik-adik dari SLBN PKK Bandar Lampung. Mereka tampil luar biasa dan membanggakan kita semua. Terima kasih kepada para pendidik dan pelatih yang telah membimbing anak-anak kita dengan penuh dedikasi,\u201d ujar Wulan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSemoga kegiatan ini menjadi ruang kreatif sekaligus ajang apresiasi bagi pelajar dan seniman daerah, serta membawa keberkahan dan kemajuan bagi masyarakat Provinsi Lampung dalam melestarikan budaya kita tercinta,\u201d tambahnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam kesempatan ini, Wulan Sari Mirza juga sempat meninjau Teater Terbuka serta mengunjungi stan pameran lukisan dan berbagai area di lingkungan Taman Budaya Lampung, yang menampilkan karya-karya seniman lokal.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Pamong Budaya Ahli Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII, Erric Syah,\u00a0 menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami mengapresiasi setinggi-tingginya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang telah sukses menggelar karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) tahun ini. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras para seniman, asisten seniman, serta para siswa yang telah menampilkan karya luar biasa,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, diwakili Kepala Bidang Kebudayaan, Dra. Heni Astuti, mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia atas kepercayaannya menjadikan Provinsi Lampung sebagai salah satu lokus program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2025.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cTahun ini terdapat lima sekolah di Provinsi Lampung yang menjadi lokus kegiatan GSMS. Alhamdulillah, seluruh kegiatan berjalan lancar dan sukses hingga kita dapat menyaksikan hasil karya anak-anak yang telah berlatih selama tiga bulan,\u201d ungkap Heni.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa berharap program tersebut dapat berlanjut dan menjadikan Lampung sebagai salah satu pusat pembinaan seni dan budaya di masa mendatang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami berharap Gerakan Seniman Masuk Sekolah terus dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya sebagai wadah pembelajaran kreatif dan pelestarian budaya bagi generasi muda,\u201d tutupnya. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan TP PKK terus memperkuat sinergi dalam upaya pelestarian budaya daerah yang tercermin dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) IV 2025 yang digelar di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung, Rabu (22\/10\/2025). \u200e \u200eKegiatan yang diawali penampilan seni budaya oleh siswa-siswi Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) PKK Bandar Lampung ini berlangsung meriah dan penuh makna. \u200e \u200eHadir dalam kegiatan ini Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung Hanita Farial Firsada, serta Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Dra. Heni Astuti, M.IP. \u200eerhelatan PKD IV dimeriahkan \u200eberagam pertunjukan seni dan budaya; tari tradisional Lampung, pertunjukan musik daerah, hingga penampilan khas \u201cBebay Bertabuh\u201d yang akan digelar besok Kamis ( 22\/10\/2025), sebuah tradisi musik Lampung yang melambangkan harmoni antara seni, perempuan, dan budaya. \u200eSecara etimologis, bebay berarti \u201cperempuan\u201d atau \u201cgadis\u201d, sedangkan bertabuh berarti \u201cmenabuh\u201d atau memainkan alat musik tradisional. Tradisi ini menjadi simbol penting peran perempuan dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai seni serta budaya lokal. \u200e \u200eDalam sambutannya, Purnama Wulan Sari Mirza memberikan apresiasi dan rasa bangganya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52916,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,15],"tags":[],"class_list":["post-52914","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung","category-seni-dan-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52914","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52914"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52914\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52917,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52914\/revisions\/52917"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52916"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52914"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52914"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52914"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}