{"id":52873,"date":"2025-10-21T19:34:33","date_gmt":"2025-10-21T12:34:33","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52873"},"modified":"2025-11-28T19:34:09","modified_gmt":"2025-11-28T12:34:09","slug":"dispenda-lampung-terus-kejar-target-pendapatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/10\/21\/dispenda-lampung-terus-kejar-target-pendapatan\/","title":{"rendered":"\u200eDispenda Lampung Terus Kejar Target Pendapatan \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Lampung, Slamet Riadi, terus berupaya menggali pendapatan sektor pajak kendaraan bermotor dan sektor-sektor lain.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSalah satu sektor yang membahagiakan adalah sektor pendapatan dari sewa alat berat. Dari sektor ini, kesadaran wajib pajak meningkat, hingga Oktober 2025 akan menyentuh 200% bahkan lebih.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKalau tahun sebelumnya hanya 100-200 juta, mendekati akhir tahun 2025 pendapatan dari sektor ini sudah hampir Rp 2 M, menyumbang APBD Lampung,\u201d katanya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSlamet berterima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport usaha yang dilakukan Bapenda Lampung dan kabupaten kota.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDiakui Slamet, sebagai salah satu badan\/ tenaga tekhnis penggali sumber APBD, masih jauh dari harapan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePerbaikan dari semua lini harus lebih konkrit. Terutama di sektor pelayanan. Krena, pelayanan petugas pajak hari demi hari harus lebih mewongke-memanusiakan dan memanjakan wajib pajak.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSoal lama dan berbelit-belit ya setiap wajib pajak dalam melakukan pembayaran pajak dengan berbagai fasilitasnya? Slamet menandaskan terus dilakukan perbaikan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKordinasi dan kolaborasi dengan Kepolisian dan Jasa Raharja terus dilakukan. Karena, selain Bapenda, di kantor layanan itu ada tiga elemen yang bekerja. Selain Bapenda, ada Lantas dan Jasa Raharja.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKarenanya komitmen pelayanan cepat, tak berbelit-belit menjadi topik pembahasan ketiga dinas yang ada disana.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eTerkait pajak kendaraan bermotor yang jumlahnya menyebar di kabupaten kota, Slamet berharap kabupaten kota juga kerja maksimal. Karena pendapatan dari sektor ini sangat membantu keuangan di tempat mereka masing-masing. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Lampung, Slamet Riadi, terus berupaya menggali pendapatan sektor pajak kendaraan bermotor dan sektor-sektor lain. \u200e \u200eSalah satu sektor yang membahagiakan adalah sektor pendapatan dari sewa alat berat. Dari sektor ini, kesadaran wajib pajak meningkat, hingga Oktober 2025 akan menyentuh 200% bahkan lebih. \u200e \u200e\u201cKalau tahun sebelumnya hanya 100-200 juta, mendekati akhir tahun 2025 pendapatan dari sektor ini sudah hampir Rp 2 M, menyumbang APBD Lampung,\u201d katanya. \u200e \u200eSlamet berterima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport usaha yang dilakukan Bapenda Lampung dan kabupaten kota. \u200e \u200eDiakui Slamet, sebagai salah satu badan\/ tenaga tekhnis penggali sumber APBD, masih jauh dari harapan. \u200e \u200ePerbaikan dari semua lini harus lebih konkrit. Terutama di sektor pelayanan. Krena, pelayanan petugas pajak hari demi hari harus lebih mewongke-memanusiakan dan memanjakan wajib pajak. \u200e \u200eSoal lama dan berbelit-belit ya setiap wajib pajak dalam melakukan pembayaran pajak dengan berbagai fasilitasnya? Slamet menandaskan terus dilakukan perbaikan. \u200e \u200eKordinasi dan kolaborasi dengan Kepolisian dan Jasa Raharja terus dilakukan. Karena, selain Bapenda, di kantor layanan itu ada tiga elemen yang bekerja. Selain Bapenda, ada Lantas dan Jasa Raharja. \u200e \u200eKarenanya komitmen pelayanan cepat, tak berbelit-belit menjadi topik pembahasan ketiga dinas yang ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52874,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,8],"tags":[],"class_list":["post-52873","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52873","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52873"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52873\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52875,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52873\/revisions\/52875"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52874"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52873"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52873"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52873"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}