{"id":52862,"date":"2025-10-20T19:18:49","date_gmt":"2025-10-20T12:18:49","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52862"},"modified":"2025-11-28T19:32:18","modified_gmt":"2025-11-28T12:32:18","slug":"grup-perusahaan-cargill-yang-berbasis-di-amerika-bangun-pabrik-penyulingan-minyak-kelapa-sawit-di-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/10\/20\/grup-perusahaan-cargill-yang-berbasis-di-amerika-bangun-pabrik-penyulingan-minyak-kelapa-sawit-di-lampung\/","title":{"rendered":"\u200eGrup Perusahaan Cargill yang Berbasis di Amerika Bangun Pabrik Penyulingan Minyak Kelapa Sawit di Lampung"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meresmikan pabrik penyulingan minyak kelapa sawit (Lampung Refinery) milik PT. Parcim Nusantara Lestari Foods, yang merupakan bagian dari perusahaan berskala global Cargill Group di Cargill Main Office, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, Senin (20\/10\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDiketahui Cargill, Incorporated adalah perusahaan global asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di Minnetonka, Minnesota. Peresmian ini menandai langkah penting dalam transformasi ekonomi Lampung menuju pusat industri pengolahan dan hilirisasi komoditas berkelanjutan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam sambutannya, Gubernur Mirza menyampaikan kebanggaannya atas kehadiran investasi global berskala besar di Provinsi Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami sangat bangga dan bersyukur karena Lampung telah menjadi pilihan strategis bagi investasi global. Kehadiran perusahaan sebesar Cargill menegaskan Lampung memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sisi sumber daya alam, tenaga kerja, maupun dukungan infrastruktur,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menjelaskan saat ini 30% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung berasal dari sektor pertanian dan perkebunan, sementara industri pengolahan baru mencapai sekitar 19 persen. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi menargetkan peningkatan signifikan pada sektor industri pengolahan sebagai upaya mendorong nilai tambah ekonomi daerah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami menargetkan agar ke depan industri pengolahan di Lampung bisa meningkat dua kali lipat. Ini sejalan dengan arahan Presiden agar Lampung menjadi provinsi tujuan hilirisasi komoditas pangan nasional,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGubernur berpendapat keberadaan pabrik penyulingan (refinery) ini akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, terutama petani sawit karena dari sekitar 190 ribu hektare lahan kelapa sawit di Lampung, sebagian besar dikelola langsung petani kecil.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cDengan adanya refinery seperti ini, harga sawit di tingkat petani akan lebih stabil, dan masyarakat semakin termotivasi untuk melakukan replanting atau penanaman kembali,\u201d jelasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa juga memberikan apresiasi atas komitmen sosial Cargill yang sudah dirasakan bahkan sebelum pabrik beroperasi penuh.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Kami percaya kehadiran Cargill akan menjadi bagian penting dari ekosistem pembangunan Lampung, baik melalui peningkatan kapasitas SDM, pengembangan industri lokal, maupun program tanggung jawab sosial yang memberikan manfaat masuk ke masyarakat sekitar,&#8221; ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMirza menegaskan Pemerintah Provinsi Lampung akan terus menciptakan iklim investasi yang kondusif dan terus berbenah dengan meningkatkan infrastruktur, digitalisasi layanan publik, penyederhanaan perizinan, serta menjamin persaingan usaha yang sehat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Semua pelaku industri harus merasa nyaman dan berdaya saing di Lampung. Refinery ini akan menciptakan efek berganda; dari sisi hulu, petani mendapat akses pasar yang lebih baik, dari sisi hilir, sektor transportasi, logistik juga akan ikut bergerak,\u201d ucapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSemoga keberadaan Lampung Refinery membawa berkah bagi masyarakat Lampung dan menjadi simbol kemajuan industri hijau di Bumi Ruwa Jurai,\u201d pungkasnya<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Group President Cargill Agriculture and Trading Business in Asia Pacific, Penne Kehl, mengapresiasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Provinsi Lampung atas dukungan yang kuat sejak tahap perencanaan hingga operasional pabrik.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menegaskan pembangunan Lampung Refinery bukan hanya proyek bisnis, tapi bagian dari komitmen global Cargill dalam menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan, transparan, dan inklusif.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cTonggak sejarah ini bukan sekadar pembukaan fasilitas baru, tapi mencerminkan pentingnya Indonesia bagi Cargill. Kami berkomitmen untuk menghadirkan minyak sawit yang berkelanjutan dan dapat ditelusuri, dari perkebunan hingga ke pelanggan di seluruh dunia,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurutnya, Indonesia adalah pusat rantai pasok global Cargill, yang menghubungkan produksi agribisnis nasional dengan pasar di Amerika Utara, Eropa, dan Asia Pasifik.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDengan pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir, Cargill ingin memastikan produk sawit Indonesia mampu bersaing secara global tanpa mengabaikan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Lebih dari sekadar bisnis, Penne menegaskan investasi Cargill juga menyentuh aspek kemanusiaan dan pembangunan masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami bangga mendukung berbagai program yang meningkatkan gizi, memperluas akses pendidikan, layanan kesehatan, dan kesadaran lingkungan di Lampung. Begitulah kami menghidupkan nilai-nilai Cargill, mengutamakan manusia dan selalu melakukan hal yang benar,\u201d katanya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMembacakan sambutan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Iklim Usaha dan Investasi, Doddy Rahadi, mengatakan pembangunan Lampung Refinery menjadi tonggak penting dalam perjalanan industri kelapa sawit nasional.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami mengapresiasi kontribusi Cargill yang telah berinvestasi selama 50 tahun di Indonesia. Nilai investasi terbaru sebesar 200 juta dolar AS atau sekitar Rp3,3 triliun, dengan kapasitas produksi mencapai 1 juta ton per tahun, adalah bukti nyata komitmen Cargill terhadap kemajuan industri hilir nasional,\u201d jelasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menegaskan pemerintah menempatkan industri hilirisasi kelapa sawit sebagai subsektor industri prioritas nasional, mengingat perannya dalam menyerap lebih dari 4,1 juta tenaga kerja dan menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 16 juta jiwa di Indonesia.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cHilirisasi kelapa sawit bukan hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa, termasuk di Provinsi Lampung,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cPemerintah menyediakan berbagai fasilitas kemudahan investasi dan perlindungan tenaga kerja dalam negeri. Kami berharap ini dimanfaatkan secara maksimal untuk memperluas kapasitas produksi industri yang berdaya saing dan berkelanjutan,\u201d pungkasnya. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meresmikan pabrik penyulingan minyak kelapa sawit (Lampung Refinery) milik PT. Parcim Nusantara Lestari Foods, yang merupakan bagian dari perusahaan berskala global Cargill Group di Cargill Main Office, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, Senin (20\/10\/2025). \u200e \u200eDiketahui Cargill, Incorporated adalah perusahaan global asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di Minnetonka, Minnesota. Peresmian ini menandai langkah penting dalam transformasi ekonomi Lampung menuju pusat industri pengolahan dan hilirisasi komoditas berkelanjutan. \u200e \u200eDalam sambutannya, Gubernur Mirza menyampaikan kebanggaannya atas kehadiran investasi global berskala besar di Provinsi Lampung. \u200e \u200e\u201cKami sangat bangga dan bersyukur karena Lampung telah menjadi pilihan strategis bagi investasi global. Kehadiran perusahaan sebesar Cargill menegaskan Lampung memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sisi sumber daya alam, tenaga kerja, maupun dukungan infrastruktur,\u201d ujarnya. \u200e \u200eIa menjelaskan saat ini 30% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung berasal dari sektor pertanian dan perkebunan, sementara industri pengolahan baru mencapai sekitar 19 persen. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi menargetkan peningkatan signifikan pada sektor industri pengolahan sebagai upaya mendorong nilai tambah ekonomi daerah. \u200e \u200e\u201cKami menargetkan agar ke depan industri pengolahan di Lampung bisa meningkat dua kali lipat. Ini sejalan dengan arahan Presiden agar Lampung menjadi provinsi tujuan hilirisasi komoditas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52863,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[412,8],"tags":[],"class_list":["post-52862","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-ekonomi-dan-bisnis","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52862","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52862"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52862\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52864,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52862\/revisions\/52864"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52863"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52862"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52862"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52862"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}