{"id":52856,"date":"2025-10-20T11:03:21","date_gmt":"2025-10-20T04:03:21","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52856"},"modified":"2025-10-20T18:48:37","modified_gmt":"2025-10-20T11:48:37","slug":"pameran-puisi-berbahasa-lampung-merayakan-bahasa-ibu-lewat-puisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/10\/20\/pameran-puisi-berbahasa-lampung-merayakan-bahasa-ibu-lewat-puisi\/","title":{"rendered":"\u200ePameran Puisi Berbahasa Lampung: Merayakan Bahasa Ibu lewat Puisi \u200e \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Sebagai upaya turut serta merevitalisasi bahasa Lampung, Lampung Literature bersama Badan Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, akan menggelar Pameran Puisi Berbahasa Lampung pada 21\u201327 Oktober 2025 di Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMengusung tema \u201cMenatap Bahasa, Mempertahankan Budaya\u201d, pameran ini menampilkan 80 puisi karya para penyair nasional. Puisi-puisi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Lampung oleh penyair sekaligus penutur jati Lampung. Setiap karya akan disajikan dalam bentuk visual untuk memperkaya interpretasi pembaca.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAcara pembukaan pameran akan digelar pada Selasa, 21 Oktober 2025 pukul 09.00 WIB di lantai dua Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung. Kegiatan ini akan dibuka secara resmi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico, serta Iswadi Pratama, budayawan dan penyair Lampung.<\/p>\n<p>\u200ePembukaan akan diwarnai pembacaan puisi berbahasa Lampung serta penampilan gitar klasik Lampung. Momen ini menjadi simbol kolaborasi antara tradisi dan modernitas dalam kebudayaan Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurut Iskandar, penanggung Jawab Lampung Literature, pameran ini tidak hanya menghadirkan karya seni, tetapi juga mengundang masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya revitalisasi bahasa ibu.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami ingin membuka kemungkinan seluas-luasnya bagi ruang hidup bahasa Lampung, salah satunya melalui puisi. Pameran ini menjadi ajakan bagi masyarakat untuk melihat bahasa Lampung sebagai sesuatu yang hidup, indah, dan terus adaptif dan berkembang,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAri Pahala Hutabarat, Kurator Pameran mengungkapkan bahwa pameran ini adalah upaya menguji daya hidup bahasa Lampung di tengah arus zaman.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cPada puisi, bahasa bukan hanya alat, tapi juga tujuan. Ia adalah ruang tempat pikiran dan perasaan terbaik manusia mencari bentuknya. Melalui penerjemahan puisi Indonesia ke dalam bahasa Lampung, kami ingin menguji daya hidup bahasa Lampung itu sendiri\u2014apakah ia masih sanggup menampung kompleksitas makna, ritme, dan imajinasi modern. Bagi kami, ini bukan sekadar kerja linguistik, tapi juga usaha merawat elan vital kebudayaan,\u201d ucap Ari.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelama tujuh hari penyelenggaraan, pameran akan dibuka untuk umum pada pukul 09.00-15.00 WIB. Para pengunjung akan diajak untuk menikmati keindahan bahasa Lampung melalui medium seni yang inklusif. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Sebagai upaya turut serta merevitalisasi bahasa Lampung, Lampung Literature bersama Badan Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, akan menggelar Pameran Puisi Berbahasa Lampung pada 21\u201327 Oktober 2025 di Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung. \u200e \u200eMengusung tema \u201cMenatap Bahasa, Mempertahankan Budaya\u201d, pameran ini menampilkan 80 puisi karya para penyair nasional. Puisi-puisi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Lampung oleh penyair sekaligus penutur jati Lampung. Setiap karya akan disajikan dalam bentuk visual untuk memperkaya interpretasi pembaca. \u200e \u200eAcara pembukaan pameran akan digelar pada Selasa, 21 Oktober 2025 pukul 09.00 WIB di lantai dua Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung. Kegiatan ini akan dibuka secara resmi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico, serta Iswadi Pratama, budayawan dan penyair Lampung. \u200ePembukaan akan diwarnai pembacaan puisi berbahasa Lampung serta penampilan gitar klasik Lampung. Momen ini menjadi simbol kolaborasi antara tradisi dan modernitas dalam kebudayaan Lampung. \u200e \u200eMenurut Iskandar, penanggung Jawab Lampung Literature, pameran ini tidak hanya menghadirkan karya seni, tetapi juga mengundang masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya revitalisasi bahasa ibu. \u200e \u200e\u201cKami ingin membuka kemungkinan seluas-luasnya bagi ruang hidup bahasa Lampung, salah satunya melalui puisi. Pameran ini menjadi ajakan bagi masyarakat untuk melihat bahasa Lampung sebagai sesuatu yang hidup, indah, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52857,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-52856","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seni-dan-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52856","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52856"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52856\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52861,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52856\/revisions\/52861"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52857"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}