{"id":52820,"date":"2025-10-16T20:20:36","date_gmt":"2025-10-16T13:20:36","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52820"},"modified":"2025-11-28T18:58:25","modified_gmt":"2025-11-28T11:58:25","slug":"wakil-gubernur-resmikan-pabrik-kelapa-sawit-pt-pesona-sawit-makmur-di-lampung-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/10\/16\/wakil-gubernur-resmikan-pabrik-kelapa-sawit-pt-pesona-sawit-makmur-di-lampung-timur\/","title":{"rendered":"Wakil Gubernur Resmikan Pabrik Kelapa Sawit PT Pesona Sawit Makmur di Lampung Timur"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eLampung Timur (LB)<\/strong>: Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, meresmikan Pabrik Kelapa Sawit PT Pesona Sawit Makmur (PT. PSM) yang berlokasi di Desa Gunung Agung, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur, Kamis (16\/10\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eWagub Jihan menyampaikan kehadiran pabrik kelapa sawit ini menjadi harapan dan tumpuan kesejahteraan bagi petani kelapa sawit di wilayah tersebut. Selain itu, pabrik ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja serta memperkuat perekonomian daerah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Selamat atas diresmikannya Pabrik PT. PSM. Semoga kehadirannya membawa berkah bagi masyarakat, memperkuat ekonomi daerah, dan menjadi bagian penting dari perjalanan Lampung menuju masa depan yang maju,&#8221; ujar Jihan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eTurut mendampingi Wagub Jihan, Mewakili Manajemen PT. PSM Reno Ruswandi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eJihan menjelaskan kelapa sawit merupakan komoditas strategis yang mendapat perhatian Pemerintah Pusat dan daerah. Hal ini tidak hanya karena kontribusinya terhadap ekspor, tapi juga penyerapan tenaga kerja serta upaya mensejahterakan petani.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Kita semua tahu Lampung dikenal sebagai salah satu provinsi dengan potensi perkebunan terbesar di Indonesia. Kelapa sawit adalah komoditas andalan yang menopang kehidupan banyak keluarga, terutama di pedesaan,\u201d jelasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDia juga menyampaikan saat ini ada sekitar 250.000 hektare lahan perkebunan sawit yang dikelola masyarakat, dan sebagian besar merupakan mitra PT PSM. Namun, potensi besar ini baru dapat memberikan manfaat maksimal apabila hasil kelapa sawit diolah langsung di daerah asal.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Oleh karena itu, kehadiran pabrik seperti PT PSM sangat strategis. Ini memperkuat rantai nilai, mendorong hilirisasi, dan menjadikan Lampung sebagai pusat industri pengolahan sawit yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan,&#8221; katanya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eJihan menyebut Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen memperkuat industri berbasis sumber daya lokal dan memastikan setiap hasil bumi Lampung memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Kami terus memperkuat infrastruktur penunjang, mempercepat pelayanan investasi, dan membangun kolaborasi yang sehat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,&#8221; terangnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam kesempatan itu, Jihan menegaskan pentingnya kepatuhan PT PSM terhadap peraturan yang berlaku, terutama mengenai undang-undang ketenagakerjaan dan lingkungan hidup.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Segala hal yang sudah dipenuhi untuk berdirinya industri ini akan kami awasi secara ketat, mulai dari amdal hingga pelaksanaan undang-undang ketenagakerjaan. Harus ada simbiosis mutualisme yang menguntungkan antara industri, tenaga kerja, dan masyarakat sekitar,&#8221; ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menambahkan industri kelapa sawit memiliki kewajiban melaksanakan Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Saya meminta PT. PSM untuk menjalankan FPKMS demi kepentingan dan keberlanjutan masyarakat petani kita,&#8221; tegasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eWagub berharap PT. PSM dapat menjadi contoh bagi industri lain dalam menjalankan usaha yang ramah lingkungan, peduli sosial, dan berorientasi pada keberlanjutan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Dunia usaha kini dituntut untuk tidak hanya produktif, tetapi juga adaptif dan bertanggung jawab. Saya yakin, dengan komitmen dan semangat yang kuat, PT. PSM akan menjadi bagian penting dari transformasi industri sawit yang modern, efisien, dan berdaya saing global,&#8221; pungkasnya. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eLampung Timur (LB): Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, meresmikan Pabrik Kelapa Sawit PT Pesona Sawit Makmur (PT. PSM) yang berlokasi di Desa Gunung Agung, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur, Kamis (16\/10\/2025). \u200e \u200eWagub Jihan menyampaikan kehadiran pabrik kelapa sawit ini menjadi harapan dan tumpuan kesejahteraan bagi petani kelapa sawit di wilayah tersebut. Selain itu, pabrik ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja serta memperkuat perekonomian daerah. \u200e \u200e&#8221;Selamat atas diresmikannya Pabrik PT. PSM. Semoga kehadirannya membawa berkah bagi masyarakat, memperkuat ekonomi daerah, dan menjadi bagian penting dari perjalanan Lampung menuju masa depan yang maju,&#8221; ujar Jihan. \u200e \u200eTurut mendampingi Wagub Jihan, Mewakili Manajemen PT. PSM Reno Ruswandi. \u200e \u200eJihan menjelaskan kelapa sawit merupakan komoditas strategis yang mendapat perhatian Pemerintah Pusat dan daerah. Hal ini tidak hanya karena kontribusinya terhadap ekspor, tapi juga penyerapan tenaga kerja serta upaya mensejahterakan petani. \u200e \u200e&#8221;Kita semua tahu Lampung dikenal sebagai salah satu provinsi dengan potensi perkebunan terbesar di Indonesia. Kelapa sawit adalah komoditas andalan yang menopang kehidupan banyak keluarga, terutama di pedesaan,\u201d jelasnya. \u200e \u200eDia juga menyampaikan saat ini ada sekitar 250.000 hektare lahan perkebunan sawit yang dikelola masyarakat, dan sebagian besar merupakan mitra PT PSM. Namun, potensi besar ini baru dapat memberikan manfaat maksimal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52821,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[412,8],"tags":[],"class_list":["post-52820","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-ekonomi-dan-bisnis","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52820","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52820"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52820\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52822,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52820\/revisions\/52822"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52821"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52820"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52820"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52820"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}