{"id":52816,"date":"2025-10-16T19:54:30","date_gmt":"2025-10-16T12:54:30","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52816"},"modified":"2025-10-16T19:57:09","modified_gmt":"2025-10-16T12:57:09","slug":"klasika-lampung-akan-gelar-dies-natalis-ke-9-perayaan-solidaritas-ad-maiora-natus-sum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/10\/16\/klasika-lampung-akan-gelar-dies-natalis-ke-9-perayaan-solidaritas-ad-maiora-natus-sum\/","title":{"rendered":"\u200eKLASIKA Lampung Akan Gelar Dies Natalis Ke-9 &#8216;Perayaan Solidaritas: Ad Maiora Natus Sum&#8217;"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Kelompok Studi Kader (KLASIKA) Lampung akan menggelar perayaan Dies Natalis Ke-9 dengan tema \u201cPerayaan Solidaritas: Ad Maiora Natus Sum\u201d di Rumah Ideologi KLASIKA, Sukarame, Bandar Lampung, pada Sabtu malam, 18 Oktober 2025.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eRangkaian kegiatan akan diisi dengan live musik, lapak buku, lapak sablon, serta pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas sembilan tahun perjalanan KLASIKA menjadi ruang belajar alternatif bagi anak muda di Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePimpinan Produksi Dies Natalis, Rico Kiat Sanjaya menjelaskan, perayaan tahun ini bukan hanya sebagai momentum selebrasi, tetapi juga sebagai refleksi atas perjalanan panjang KLASIKA dalam merawat semangat solidaritas dan kebersamaan lintas komunitas.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami ingin meneguhkan solidaritas dan jejaring lintas kader, komunitas, tokoh masyarakat, hingga elemen pemerintahan. KLASIKA percaya perubahan sosial lahir dari kerja bersama yang berakar pada empati dan dialog,\u201d ujar Rico.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDirektur KLASIKA Lampung, Ahmad Mufid mengatakan, KLASIKA berdiri sejak 30 September 2016 sebagai ruang belajar alternatif bagi anak muda yang ingin merawat tradisi intelektual, menjaga nalar kritis, dan menumbuhkan kesadaran sosial.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cBerawal dari semangat membaca, menulis, dan berdiskusi, KLASIKA tumbuh menjadi rumah bagi mereka yang ingin berpikir jernih dan bertindak bijaksana di tengah derasnya arus informasi,\u201d ujar Mufid.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam sembilan tahun perjalanannya, KLASIKA telah melahirkan berbagai program yang menghidupkan semangat intelektual dan kebudayaan, seperti DialoKlasika, Kelas Mondok, Kuliah Ramadan, Majelis Jumat Klasika, hingga Haul Gus Dur.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSemua kegiatan itu menjadi wadah perjumpaan lintas gagasan, agama, dan latar belakang, sekaligus menegaskan bahwa pengetahuan adalah warisan peradaban yang patut dihormati dan dipelajari bersama.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMufid menjelaskan, tema \u201cAd Maiora Natus Sum\u201d atau Aku dilahirkan untuk hal-hal yang lebih besar diangkat sebagai refleksi perjalanan kolektif KLASIKA selama sembilan tahun.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurutnya, solidaritas bukan sekadar sikap sosial, tetapi juga kesadaran intelektual bahwa perubahan tidak lahir dari kerja individu.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSolidaritas adalah ruh utama KLASIKA \u2014 kesediaan untuk belajar bersama, saling mendengarkan, dan tumbuh dalam keberagaman,\u201d katanya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePerayaan ini akan dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari kader KLASIKA, komunitas literasi, seni, dan budaya, hingga pelajar, mahasiswa, tokoh masyarakat, lembaga bantuan hukum, serta perwakilan pemerintahan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKegiatan juga terbuka untuk umum dan akan dimeriahkan oleh penampilan musik dari Orkes Bada Isya, Jibril, The Pulang Kertja, dan Project Om Senang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa mengungkapkan, para musisi ini hadir bukan sekadar menghibur, tetapi juga sebagai bagian dari perayaan solidaritas lintas ekspresi dan lintas generasi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cDies Natalis ini bukan sekadar menandai usia, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap langkah KLASIKA lahir dari keyakinan bahwa perubahan sosial berakar pada solidaritas dan pengetahuan,\u201d tambah Mufid.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMelalui momentum sembilan tahun ini, KLASIKA ingin mengajak generasi muda Lampung untuk lebih aktif terlibat dalam ruang-ruang kreatif dan reflektif. Harapannya, anak muda tidak hanya cakap berpikir kritis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu-isu sosial, kemanusiaan, dan kebudayaan di sekitarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami percaya, belajar bersama dan bergerak bersama akan membawa kita pada hal-hal yang lebih besar sebagaimana makna dari tema tahun ini,\u201d pungkasnya. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Kelompok Studi Kader (KLASIKA) Lampung akan menggelar perayaan Dies Natalis Ke-9 dengan tema \u201cPerayaan Solidaritas: Ad Maiora Natus Sum\u201d di Rumah Ideologi KLASIKA, Sukarame, Bandar Lampung, pada Sabtu malam, 18 Oktober 2025. \u200e \u200eRangkaian kegiatan akan diisi dengan live musik, lapak buku, lapak sablon, serta pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas sembilan tahun perjalanan KLASIKA menjadi ruang belajar alternatif bagi anak muda di Lampung. \u200e \u200ePimpinan Produksi Dies Natalis, Rico Kiat Sanjaya menjelaskan, perayaan tahun ini bukan hanya sebagai momentum selebrasi, tetapi juga sebagai refleksi atas perjalanan panjang KLASIKA dalam merawat semangat solidaritas dan kebersamaan lintas komunitas. \u200e \u200e\u201cKami ingin meneguhkan solidaritas dan jejaring lintas kader, komunitas, tokoh masyarakat, hingga elemen pemerintahan. KLASIKA percaya perubahan sosial lahir dari kerja bersama yang berakar pada empati dan dialog,\u201d ujar Rico. \u200e \u200eDirektur KLASIKA Lampung, Ahmad Mufid mengatakan, KLASIKA berdiri sejak 30 September 2016 sebagai ruang belajar alternatif bagi anak muda yang ingin merawat tradisi intelektual, menjaga nalar kritis, dan menumbuhkan kesadaran sosial. \u200e \u200e\u201cBerawal dari semangat membaca, menulis, dan berdiskusi, KLASIKA tumbuh menjadi rumah bagi mereka yang ingin berpikir jernih dan bertindak bijaksana di tengah derasnya arus informasi,\u201d ujar Mufid. \u200e \u200eDalam sembilan tahun perjalanannya, KLASIKA telah melahirkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52819,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,1196],"tags":[],"class_list":["post-52816","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung","category-barometer-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52816","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52816"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52816\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52818,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52816\/revisions\/52818"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52819"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52816"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52816"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52816"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}