{"id":52801,"date":"2025-10-16T12:09:42","date_gmt":"2025-10-16T05:09:42","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52801"},"modified":"2025-10-16T14:31:10","modified_gmt":"2025-10-16T07:31:10","slug":"fgii-soroti-kepala-sman-1-cimarga-lebak-yang-sempat-dicopot-gegara-tegur-keras-siswa-merokok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/10\/16\/fgii-soroti-kepala-sman-1-cimarga-lebak-yang-sempat-dicopot-gegara-tegur-keras-siswa-merokok\/","title":{"rendered":"FGII Soroti Kepala SMAN 1 Cimarga Lebak yang Sempat Dicopot Gegara Tegur Keras Siswa Merokok \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) menyoroti Kepala SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, Dini Fitria, yang sempat dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah karena menampar siswa inisial ILP yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah, yang memicu ratusan siswa mogok mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).<\/p>\n<p>Kini sang kepala sekolah sudah kembali diaktifkan oleh Gubernur Banten, Andra Soni.<\/p>\n<p>Menyoroti hal ini, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Federasi Guru Independen Indonesia (DPP FGII), Tetty Sulastry Lakollo, mengatakan teguran keras kepala sekolah terhadap siswa yang melanggar merupakan bentuk pendidikan yang bertujuan agar siswa menjadi lebih baik.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;FGII tetap menyayangkan adanya tindakan kekerasan fisik di sekolah. Ini seharusnya tidak terjadi. Namun, kami juga menilai pelaporan yang dilakukan orang tua siswa kepada polisi dan pencopotan jabatan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga oleh Kepala Dinas merupakan sebuah preseden buruk bagi dunia pendidikan kita,&#8221; ucap Tetty, Kamis (16\/10\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Lingkungan sekolah adalah lingkungan pendidikan; siswa di sekolah dididik bukan hanya supaya pintar tapi juga supaya disiplin, bertanggung jawab, dan punya etika yang baik. Kami meyakini apa yang dilakukan oleh kepala sekolah bukan berdasarkan kebencian dan untuk menyakiti, tapi merupakan bentuk ketegasan agar siswanya menjadi lebih baik,&#8221; imbuhnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eUngkapan senada disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP FGII, Halimson Redis. Menurutnya, pelaporan yang dilakukan oleh orang tua siswa kepada polisi hingga pencopotan kepala sekolah adalah bentuk intervensi terhadap dunia pendidikan yang tidak boleh dibiarkan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDia juga menyampaikan, ketika seorang kepala sekolah sudah mengambil tindakan, ini berarti hierarki keputusan sudah dilaksanakan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Kalau sampai kepala sekolah sudah turun tangan, artinya guru BK dan wakil sudah juga mengambil tindakan. Kemudian perlu juga diingatkan, apakah pihak dinas sudah mengetahui rangkaian peristiwanya sejak awal hingga siswa ditegur secara keras; apakah sebelum-sebelumnya siswa ini pernah ditegur, atau apakah saat ditegur responnya seperti apa, dinas juga harus tahu,&#8221; tegasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Kalau tindakan-tindakan pelanggaran siswa di sekolab dianggap benar dan dibela, lalu langkah-langkah pendisiplinan dan teguran keras oleh guru dianggap salah, mau bagaimana nasib pendidikan kita,&#8221; cetusnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, kembali mengaktifkan Dini Pitria sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten pascasebelumnya dinonaktifkan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Sifatnya bukan pemberhentian ini hanya penonaktifan, ini tidak boleh lama-lama dan harus kita pulihkan kembali, harus didukung oleh semua guru dan semua murid. Haknya <em>enggak<\/em> ada yang berkurang,&#8221; kata Andra Soni, dikutip dari <em>Antara<\/em>, Kamis (16\/10\/2025). (Herdi)<\/p>\n<p>\u200e<br \/>\n\u200e<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) menyoroti Kepala SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, Dini Fitria, yang sempat dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah karena menampar siswa inisial ILP yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah, yang memicu ratusan siswa mogok mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). Kini sang kepala sekolah sudah kembali diaktifkan oleh Gubernur Banten, Andra Soni. Menyoroti hal ini, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Federasi Guru Independen Indonesia (DPP FGII), Tetty Sulastry Lakollo, mengatakan teguran keras kepala sekolah terhadap siswa yang melanggar merupakan bentuk pendidikan yang bertujuan agar siswa menjadi lebih baik. \u200e \u200e&#8221;FGII tetap menyayangkan adanya tindakan kekerasan fisik di sekolah. Ini seharusnya tidak terjadi. Namun, kami juga menilai pelaporan yang dilakukan orang tua siswa kepada polisi dan pencopotan jabatan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga oleh Kepala Dinas merupakan sebuah preseden buruk bagi dunia pendidikan kita,&#8221; ucap Tetty, Kamis (16\/10\/2025). \u200e \u200e&#8221;Lingkungan sekolah adalah lingkungan pendidikan; siswa di sekolah dididik bukan hanya supaya pintar tapi juga supaya disiplin, bertanggung jawab, dan punya etika yang baik. Kami meyakini apa yang dilakukan oleh kepala sekolah bukan berdasarkan kebencian dan untuk menyakiti, tapi merupakan bentuk ketegasan agar siswanya menjadi lebih baik,&#8221; imbuhnya. \u200e \u200eUngkapan senada disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52802,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[406,11],"tags":[],"class_list":["post-52801","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52801","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52801"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52801\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52808,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52801\/revisions\/52808"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52802"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}