{"id":52793,"date":"2025-10-15T23:14:32","date_gmt":"2025-10-15T16:14:32","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52793"},"modified":"2025-10-15T23:14:57","modified_gmt":"2025-10-15T16:14:57","slug":"ketua-fgii-lampung-apresiasi-berdirinya-rumah-cerdas-bela-budaya-di-kabupaten-pesawaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/10\/15\/ketua-fgii-lampung-apresiasi-berdirinya-rumah-cerdas-bela-budaya-di-kabupaten-pesawaran\/","title":{"rendered":"\u200eKetua FGII Lampung Apresiasi Berdirinya Rumah Cerdas Bela Budaya di Kabupaten Pesawaran"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200ePesawaran (LB)<\/strong>: Ketua Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Provinsi Lampung, Anton Kurniawan, M.M., memberikan apresiasi atas hadirnya Rumah Cerdas Bela Budaya di Kabupaten Pesawaran.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAnton yang didampingi Kepala Bidang Humas FGII Lampung, Jamaluddin, mengatakan pendirian ruang edukasi dan kebudayaan seperti ini sangat penting sebagai wadah pembinaan generasi muda sekaligus pelestarian nilai-nilai lokal.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurutnya, keberadaan Rumah Cerdas akan mendukung program literasi, pendidikan karakter, serta pemberdayaan masyarakat di tingkat kabupaten.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cIni langkah maju yang patut kita dukung. Rumah Cerdas Bela Budaya bisa menjadi pusat pembelajaran alternatif bagi anak-anak dan juga tempat memperkuat budaya lokal,\u201d ujar Anton saat berkunjung ke Rumah Cerdas Bela Budaya, Rabu (15\/10\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa juga berharap kolaborasi antara komunitas pendidikan, pemerhati budaya, dan pemerintah daerah bisa terus ditingkatkan agar Rumah Cerdas benar-benar hidup dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Bela Budaya telah melakukan langkah besar dan inspiratif. Saya sangat mengapresiasi ini, semoga bisa terus berjalan dan memberikan manfaat besar bagi anak-anak di Kabupaten Pesawaran,&#8221; pungkasnya. (hen)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200ePesawaran (LB): Ketua Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Provinsi Lampung, Anton Kurniawan, M.M., memberikan apresiasi atas hadirnya Rumah Cerdas Bela Budaya di Kabupaten Pesawaran. \u200e \u200eAnton yang didampingi Kepala Bidang Humas FGII Lampung, Jamaluddin, mengatakan pendirian ruang edukasi dan kebudayaan seperti ini sangat penting sebagai wadah pembinaan generasi muda sekaligus pelestarian nilai-nilai lokal. \u200e \u200eMenurutnya, keberadaan Rumah Cerdas akan mendukung program literasi, pendidikan karakter, serta pemberdayaan masyarakat di tingkat kabupaten. \u200e \u200e\u201cIni langkah maju yang patut kita dukung. Rumah Cerdas Bela Budaya bisa menjadi pusat pembelajaran alternatif bagi anak-anak dan juga tempat memperkuat budaya lokal,\u201d ujar Anton saat berkunjung ke Rumah Cerdas Bela Budaya, Rabu (15\/10\/2025). \u200e \u200eIa juga berharap kolaborasi antara komunitas pendidikan, pemerhati budaya, dan pemerintah daerah bisa terus ditingkatkan agar Rumah Cerdas benar-benar hidup dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. \u200e \u200e&#8221;Bela Budaya telah melakukan langkah besar dan inspiratif. Saya sangat mengapresiasi ini, semoga bisa terus berjalan dan memberikan manfaat besar bagi anak-anak di Kabupaten Pesawaran,&#8221; pungkasnya. (hen)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52794,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11,132],"tags":[],"class_list":["post-52793","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52793","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52793"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52793\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52796,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52793\/revisions\/52796"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52794"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52793"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52793"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52793"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}