{"id":52758,"date":"2025-10-12T18:50:22","date_gmt":"2025-10-12T11:50:22","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52758"},"modified":"2025-11-28T18:43:53","modified_gmt":"2025-11-28T11:43:53","slug":"pertama-kali-digelar-lomba-cerdas-cermat-empat-pilar-mpr-ri-2025-diikuti-pelajar-sma-smk-se-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/10\/12\/pertama-kali-digelar-lomba-cerdas-cermat-empat-pilar-mpr-ri-2025-diikuti-pelajar-sma-smk-se-lampung\/","title":{"rendered":"\u200ePertama Kali Digelar, Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2025 Diikuti Pelajar SMA\/SMK Se-Lampung"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Pelajar SMA\/SMK se-Provinsi Lampung mengikuti Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Tahun 2025 di Balroom Hotel Radison, Bandar Lampung, Minggu (12\/10\/2025). Lomba ini merupakan yang pertama kali digelar di Provinsi Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan mendukung penuh upaya Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Dia juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini dan menilai lomba ini berperan penting bagi pembangunan karakter generasi muda.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tapi juga wadah memperkuat semangat kebangsaan dan nilai-nilai persatuan. Lomba seperti ini sekilas terlihat seperti perlombaan biasa, tapi sesungguhnya maknanya jauh lebih besar. Empat pilar kebangsaan adalah tiang-tiang yang menjaga rumah besar kita, Indonesia, agar tetap kokoh berdiri,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMirza menegaskan generasi muda bertanggung jawab menjaga dan memperkuat empat pilar tersebut agar tidak rapuh oleh tantangan zaman. Sebab, dia menilai di era digitalisasi saat ini ancaman terhadap ideologi bangsa justru hadir secara halus melalui arus informasi di media sosial.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKalau dulu yang diserang adalah wilayah dan pertahanan fisik, kini yang diserang adalah cara berpikir, pemahaman, dan idealisme kita. Karena itu, pertahanan terbaik adalah dari diri kita sendiri, dengan cara memperkuat fondasi kebangsaan,\u201d tegasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelanjutnya, dia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda, terutama Gen Z dan Gen Alpha, dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah disrupsi teknologi dan derasnya arus globalisasi. Ia berharap generasi muda Lampung dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan kekuatan ideologi bangsa.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cLampung adalah miniatur Indonesia. Di sini hidup berbagai suku, agama, dan budaya yang berdampingan dengan damai. Itulah wujud nyata dari empat pilar kebangsaan yang sudah tertanam sejak lama,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eLebih lanjut, Gubernur mengingatkan Tahun 2045 akan menjadi momentum penting ketika Indonesia genap berusia 100 tahun. Generasi muda saat ini, ucapnya, yang akan memimpin dan membawa Indonesia menuju masa keemasan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami para pemimpin hari ini sedang menyiapkan tongkat estafet itu. Kami ingin memastikan bangsa ini diwariskan kepada generasi yang lebih baik, lebih kuat dan lebih cerdas,\u201d pungkasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Abidin Fikri, mengatakan lomba ini merupakan salah satu upaya membumikan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDia menyampaikan lomba ini merupakan sarana strategis untuk membumikan nilai-nilai luhur bangsa serta menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan pelajar.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cAdik-adik peserta bukan sekadar peserta lomba, tetapi juga duta bangsa. Kalianlah yang nantinya akan melanjutkan estafet kepemimpinan republik ini,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDia juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Lampung yang dinilainya berhasil menjaga stabilitas sosial politik dan kondusifitas daerah. Keberhasilan ini, ujarnya, menjadi bukti nyata sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Lampung telah menunjukkan persatuan dapat menjadi kekuatan besar dalam menjaga harmoni di tengah perbedaan. Kalau ingin melihat Indonesia dalam wujud keberagaman yang rukun dan damai, lihatlah Lampung. Semua etnis dan agama hidup berdampingan dengan harmoni. Ini contoh nyata praktik empat pilar kebangsaan,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAbidin juga menyebut para pemenang lomba tingkat provinsi akan melaju ke grand final di Jakarta pada November mendatang untuk memperebutkan gelar juara nasional. Ia optimistis peserta dari Lampung mampu membawa nama baik daerah di tingkat nasional.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelain itu, dia juga mengajak para peserta menjadikan lomba ini sebagai ajang meneladani semangat para pendiri bangsa yang menjunjung nilai gotong royong, musyawarah, kejujuran dan patriotisme.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cPara pendiri bangsa kita rela menanggalkan ego pribadi demi kepentingan bersama. Mereka berdebat keras tapi selalu berakhir dengan mufakat demi persatuan. Itulah jiwa sejati bangsa Indonesia yang harus terus kita jaga,\u201d tegasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cMenang adalah bonus, tapi semangat cinta Tanah Air dan tekad membangun negeri adalah kemenangan sesungguhnya,\u201d pungkasnya. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Pelajar SMA\/SMK se-Provinsi Lampung mengikuti Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Tahun 2025 di Balroom Hotel Radison, Bandar Lampung, Minggu (12\/10\/2025). Lomba ini merupakan yang pertama kali digelar di Provinsi Lampung. \u200e \u200eGubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan mendukung penuh upaya Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Dia juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini dan menilai lomba ini berperan penting bagi pembangunan karakter generasi muda. \u200e \u200e&#8221;Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tapi juga wadah memperkuat semangat kebangsaan dan nilai-nilai persatuan. Lomba seperti ini sekilas terlihat seperti perlombaan biasa, tapi sesungguhnya maknanya jauh lebih besar. Empat pilar kebangsaan adalah tiang-tiang yang menjaga rumah besar kita, Indonesia, agar tetap kokoh berdiri,\u201d ujarnya. \u200e \u200eMirza menegaskan generasi muda bertanggung jawab menjaga dan memperkuat empat pilar tersebut agar tidak rapuh oleh tantangan zaman. Sebab, dia menilai di era digitalisasi saat ini ancaman terhadap ideologi bangsa justru hadir secara halus melalui arus informasi di media sosial. \u200e \u200e\u201cKalau dulu yang diserang adalah wilayah dan pertahanan fisik, kini yang diserang adalah cara berpikir, pemahaman, dan idealisme kita. Karena itu, pertahanan terbaik adalah dari diri kita sendiri, dengan cara memperkuat fondasi kebangsaan,\u201d tegasnya. \u200e \u200eSelanjutnya, dia juga menyoroti pentingnya peran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52759,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[24,406,8],"tags":[],"class_list":["post-52758","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bela-negara","category-nasional","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52758","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52758"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52758\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52763,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52758\/revisions\/52763"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52759"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52758"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52758"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52758"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}