{"id":52638,"date":"2025-10-04T19:08:33","date_gmt":"2025-10-04T12:08:33","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52638"},"modified":"2025-11-28T17:59:57","modified_gmt":"2025-11-28T10:59:57","slug":"lampung-begawi-2025-tekankan-sinergi-untuk-umkm-berdaya-saing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/10\/04\/lampung-begawi-2025-tekankan-sinergi-untuk-umkm-berdaya-saing\/","title":{"rendered":"\u200eLampung Begawi 2025 Tekankan Sinergi untuk UMKM Berdaya Saing \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menjadi keynote speaker dalam Talkshow dan Bedah Buku yang digelar pada rangkaian kegiatan Lampung Begawi 2025 di Lampung City Mall, Bandar Lampung, Jumat (3\/10\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAcara ini menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung Bimo Epyanto, penulis &#8220;Rantai Tak Putus&#8221; Dewi Lestari, dan Founder Beemee Indonesia Sheylia Taradia Habib. Tema yang diangkat \u201cPeran Pemerintah dalam Mendorong Pengembangan UMKM untuk Naik Kelas dan Berdaya Saing.\u201d<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam sambutannya, Jihan menegaskan UMKM tidak hanya berperan sebagai penopang ekonomi, tetapi juga motor utama pertumbuhan daerah. Dengan hampir 500 ribu UMKM di Lampung, penguatan inovasi, kreativitas, dan digitalisasi disebutnya sebagai kunci agar usaha kecil mampu bertahan sekaligus berkembang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cModal finansial saja tidak cukup. UMKM kita membutuhkan inovasi, kualitas produk, komunikasi yang baik, serta pemanfaatan teknologi digital. Inilah tantangan sekaligus peluang yang harus kita kelola bersama,\u201d ujar Jihan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi UMKM, seperti kesenjangan akses dan literasi digital, keterbatasan modal serta SDM, rendahnya kepercayaan terhadap transaksi digital, hingga pendampingan yang belum merata. Untuk menjawab hal tersebut, Wagub mendorong percepatan digitalisasi UMKM yang menurutnya mampu membuka akses lebih luas, mulai dari pemasaran digital, pembiayaan, informasi, hingga pelatihan dan pemberdayaan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eJihan juga menyampaikan kontribusi sektor e-commerce di Indonesia diproyeksikan mencapai 109 miliar dolar AS pada 2025, sehingga menurutnya hal ini menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh UMKM.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMerujuk pada buku &#8220;Rantai Tak Putus&#8221; karya Dewi Lestari, Jihan menilai konsep rantai tak putus menjadi metafora penting bagi UMKM. Menurutnya, perjalanan UMKM harus dibangun secara berkesinambungan mulai dari ide, produksi, pemasaran, hingga ekosistem pendukungnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cIni kunci utama bagaimana kita bisa mengembangkan UMKM di Provinsi Lampung. Sinergi antar-stakeholder, mulai dari pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, akademisi, hingga generasi muda, harus dibangun untuk menciptakan pusat inovasi UMKM agar naik kelas, berkelanjutan, dan menghasilkan kualitas terbaik,\u201d lanjut Jihan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menegaskan, Pemerintah Provinsi siap membangun ekosistem yang mendukung, mulai dari pendampingan berkelanjutan, mentorship, integrasi rantai pasok lokal, hingga pengembangan pusat inovasi UMKM. UMKM yang sukses, menurutnya, harus menjadi teladan dan mentor bagi UMKM lainnya, sehingga tercipta rantai keberlanjutan yang kuat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eLampung Begawi 2025 merupakan ajang tahunan yang digelar Bank Indonesia pada 3\u20135 Oktober 2025 dengan menghadirkan lebih 70 UMKM unggulan, festival kuliner, pergelaran busana, festival musik, serta forum edukasi yang terbuka secara gratis untuk masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAjang ini diharapkan menjadi wadah strategis memperkuat kapasitas UMKM Lampung sekaligus memperluas akses mereka ke pasar yang lebih besar. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menjadi keynote speaker dalam Talkshow dan Bedah Buku yang digelar pada rangkaian kegiatan Lampung Begawi 2025 di Lampung City Mall, Bandar Lampung, Jumat (3\/10\/2025). \u200e \u200eAcara ini menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung Bimo Epyanto, penulis &#8220;Rantai Tak Putus&#8221; Dewi Lestari, dan Founder Beemee Indonesia Sheylia Taradia Habib. Tema yang diangkat \u201cPeran Pemerintah dalam Mendorong Pengembangan UMKM untuk Naik Kelas dan Berdaya Saing.\u201d \u200e \u200eDalam sambutannya, Jihan menegaskan UMKM tidak hanya berperan sebagai penopang ekonomi, tetapi juga motor utama pertumbuhan daerah. Dengan hampir 500 ribu UMKM di Lampung, penguatan inovasi, kreativitas, dan digitalisasi disebutnya sebagai kunci agar usaha kecil mampu bertahan sekaligus berkembang. \u200e \u200e\u201cModal finansial saja tidak cukup. UMKM kita membutuhkan inovasi, kualitas produk, komunikasi yang baik, serta pemanfaatan teknologi digital. Inilah tantangan sekaligus peluang yang harus kita kelola bersama,\u201d ujar Jihan. \u200e \u200eIa menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi UMKM, seperti kesenjangan akses dan literasi digital, keterbatasan modal serta SDM, rendahnya kepercayaan terhadap transaksi digital, hingga pendampingan yang belum merata. Untuk menjawab hal tersebut, Wagub mendorong percepatan digitalisasi UMKM yang menurutnya mampu membuka akses lebih luas, mulai dari pemasaran digital, pembiayaan, informasi, hingga pelatihan dan pemberdayaan. \u200e \u200eJihan juga menyampaikan kontribusi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52639,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[412,8],"tags":[],"class_list":["post-52638","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-ekonomi-dan-bisnis","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52638","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52638"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52638\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52640,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52638\/revisions\/52640"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52639"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52638"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52638"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52638"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}